Thursday, September 2, 2010

Married with Three Children

Friend : Do you know him?
Me : Yes, he's my former Boss.
Friend : Wow, is he single?
Me : No, he's married with three children.
Friend : What? He's pedophilia?

Labels: , ,

Wednesday, August 4, 2010

Sambutlah Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah hampir tiba.

Tidak percaya? Saya ceritakan tiga buktinya.

Beberapa waktu yang lalu, di Foormart - Citos, hampir setengah jam Saya mondar-mandir di rak makanan kucing (ya, sudah sekitar tiga bulan ini si Janda tinggal bersama Saya). Mungkin karena kesel ngelihat atau bisa jadi karena terpukau wajah ganteng Saya, tak lama seorang mbak2 SPG datang menghampiri dan bertanya, "Maaf, Kak. Ada yang bisa Saya bantu". Walau bedaknya cukup menor, tetapi senyumnya cukup menarik, hehehe.
"Iya, Mbak. Saya cari makanan buat kucing Saya tetapi dari tadi ga ketemu-ketemu juga ya", jawab Saya.
"Loh, ini makanan kucing semua, Kak. Ada Whiskas atau Friskies," sahut mbak SPG dengan ramah.
"Iya, tapi kok ga ada yang ada label halalnya ya, Mbak?" tanya Saya bingung.
Dan ya, Saya tau kalau si Mbaknya malah lebih bingung lagi mendengar jawaban Saya.
Ya, ya, ya saudara-saudara, Saya khilaf, hehehe. Habisnya waktu SD dulu Saya jarang bolos ngaji sih, mangkanya jadi kebiasaan nyari makanan itu yang jelas kehalalannya, hehehe.

Beberapa hari yang lalu, di Kantor.
"Mas Ben, kamu mau pesan apa?" tiba-tiba terdengar suara pak Slamet bertanya. "Mumpung ada yang traktir ni", lanjut beliau.
"Waahhh, ada yang ulang tahun ni? Eh, tapi Saya ga Pak. Lagi puasa", jawab Saya sambil kembali asik bekerja.
Waktu berlalu, kembali terdengar teriakan.
"Ben, ada pizza banyak tuh di meja. Mau ga?" terdengar suara pak Naderis menawarkan.
"Hooo, enak nih. Tapi enggak Pak. Aku lagi puasa sunat euy," jawab Saya menanggapi tawaran pak Naderis.
"Apa mau dibungkusin aja, Mas Ben?" timpal pak Slamet bertanya.
"Ga usah, Pak. Habisin saja," jawab Saya.
"Yakin ni?" tanya pak Slamet.
"Yakin, Pak. Sepertinya Saya salah milih hari puasa ni, tetapi beneran kok. Habisin saja, Pak", jawab Saya tegas.

Setengah jam kemudian,
"Paaaaakkkk, pizzanya masih ada ga?" teriak Saya dari cubicle.
"Hah, kenapa, Ben," tanya pak Naderis kebingungan.
"Saya baru ingat kalau Saya kan hari ini ga puasa, Pak. Tadi pagi kan Saya makan bubur kacang ijo. Teh hangat yang dibikinin pak Slamet juga Saya minum. Minta pizzanya dunk", aku Saya berharap.
Tapi apa yang mau dikata. Yang tersisa hanya dua sachet sambal. Sungguh menyesal.

Dan hari ini, sampai kantor pukul tujuh seperempat, Saya sudah langsung sibuk dengan berbagai kerjaan. Terlalu larut dalam kerjaan, membuat Saya lupa.
"Astaga, belum sholat", ucap Saya dalam hati sambil buru-buru berlari ke toilet untuk berwudu dan segera menunaikan sholat.

Baru beberapa saat selesai mengucapkan salam kedua, tiba-tiba terdengar suara pak Slamet, "Sholat Zuhurnya kok dua raka'at, Mas Ben? Dijamak?".
Kaget, tapi buru-buru Saya menyahut, "ah, enggak, Pak. Bukan, Saya barusan sholat dhuha". "Biasalah tiap pagi, biar rezeki lancar dan hari ini berkah", lanjut Saya.

Sesaat pak Slamet terdiam, lalu beliau berkata, "Mas Ben, ini kan sudah jam setengah satu siang. Waktunya Zhuhur". "Kalau mau Dhuha ya sebelum jam sepuluh tadi, Mas", lanjut beliau lirih.

Dan ya, Saya juga lirih menyadari nasib.

Sepertinya, Saya terlalu bergembira akan datangnya bulan Ramadhan, bulan penuh berkah ini, hehehe.

Selamat berpuasa, selamat menjalani Ramadhan, semua.

Saya bahagia. :-)

PS : Ingat, berdasarkan sms yang hari ini Saya terima, "selama bulan puasa, di siang hari dilarang bersayang-sayangan, agar pahala puasanya berkah". :-)

Labels: , , ,

Saturday, May 1, 2010

Apakah Irina itu Satu Orang atau Dua?

Ternyata memang banyak godaan dalam hidup ini. Tapi satu hal yang membuat Saya heran, mengapa Saya yang menerima email ini. Apa karena Saya kegantengan? (Siul-siul dan tidak mendengarkan protes massa, hehehe)

Satu hal yang menarik, Saya juga dikirimkan photonya.

Dan di sini yang menjadi klimaksnya. Menurut Anda, ini photo satu orang atau berdua? Hayo, yang banci photo bisa kasih pendapatnya? Kalau menurut Saya dua orang ni. Satu perempuan yang berbaju hitam, dan satu perempuan (atau laki-laki) lagi di belakangnya. Hayo kasih pendapat. Tapi tolong dilihat secara ilmiah ya, soalnya Saya tidak bermaksud asusila. Takut dipentung dan dicelupin ke kolam hiu, hehehe.

Yang tebakannya benar, setelah dikonfirmasi mbak Irina, berhak mentraktir Saya makan Tuna Salad di Shusi Tei di akhir pekan ini. Ayo buruan. :-)

PS; yang salah menebak, berarti otaknya jorok, ahahaha.

Labels: , , ,

Monday, April 26, 2010

Di-KO Banci 2-0

Sore ini pulang kantor, seperti biasa Saya naik TransJakarta, langganan halte Depkes-Pertanian.
Karena pulangnya sudah agak sore, muatan bisnya super berjejer. Terpaksalah Saya angkat ketiak seperti ribuan penumpang lainnya sepanjang perjalanan.

Hulaaa, pas di halte Pejaten, segelondongan penumpangnya keluar, yang alhasil tersisa satu tempat kosong di sebelah Saya berdiri. Pas mau duduk, tiba-tiba Saya melihat seorang perempuan yang kesusahan. Maksud Saya kesusahan berdiri, bukan wanita susah, hehehe. Satu tangan memegang tas yang terlihat berat. Dan sambil berjinjit, satu tangan lagi meraih gantungan yang agak kurang ramah sama tinggi badannya yang membuat roknya sedikit terangkat juga.

Dalam rangka memperingati hari Kartini, maka dengan ikhlas dan rela setulus-tulusnya Saya kembali berdiri dan menawarkan tempat duduk Saya kepada perempuan tersebut.

Terpogoh-pogoh sang perempuan menempati tempat duduk tersebut. Dan layaknya film India, pas Saya mencoba mencuri lihat ke wajahnya, sang perempuan tersebut juga memalingkan wajahnya ke Saya, sambil tersenyum lalu berkata, "Tengkiuuuuu Bowwwww. Eke dah pegeeelllll. Lama-lama bisa berotot deh."

SIAL, BANCI TERNYATA!!!
Dosa apa Saya kok dua hari dua kali di-skak sama banci.

Kemaren sore, karena malas jalan sendiri, maka Saya mengajak si Iqbal - bocah 4 tahun, teman main Saya selalu di kostan - menemani Saya ke Poins Square. Sore itu Saya mau pangkas rambut yang sudah gondrong dangdut ini di sebuah salon di sana. Kalau dulu sewaktu di Bandung, Saya biasa pangkas rambut di tukang pangkas DPR. Tapi dua tahun lebih Saya tinggal di Banjarsari, tak kunjung jua Saya bertemu. Alhasil, terpaksalah Saya pangkas rambut di salon.

Kurang beruntung, ternyata tukang pangkas langganan Saya sedang tidak masuk kerja hari ini. Mau pulang berganti hari, sungguh malas rasanya. Jadilah Saya mengiyakan saja tawaran si Mbaknya untuk dipangkas dengan salah seorang hairdresser yang ada saja.

Setelah meminta si Iqbal untuk duduk menunggu di kursi tamunya, Saya mengikuti suruhan seorang Mbak untuk dicuci rambut. Setelah cuci, Saya duduk menunggu sang Hairdresser datang. Oke, memang bukan hari baik Saya, karena ternyata kali ini Saya dapat jatah sama si Banci. Ya sudah lah, rejeki (lah kok? hehehe).

Sedang sibuk dipangkas, tiba-tiba si Iqbal datang mengampiri. Sepertinya dia bosan duduk menunggu, makanya Saya biarkan saja dia bermain-main di dekat Saya.

Si Hairdresser Banci yang melihat, langsung berujar,"Duh Om, dah punya buntut ni. Ai kirain duda tanpa anak gitu," sambil mencuri lihat ke si Iqbal.

Puff, lemas Saya mendengar komentarnya. Menampik tuduhan si Hairdresser Banci, Saya menjawab,"Bukan anak Saya. Anaknya housekeeping di rumah."

"Idihhhh, pake ga ngaku segala," balas tak percaya, seraya menambahkan, "nyantai aja Om, Ai sih ga masalah punya anak atau belum. Yang penting kasih sayang."

"Bukan anak Saya," tegas Saya.
Ditampik si Bencong lagi,"ngaku aja, Om. Iyakan, ini Papa kamu kan?" alih si Banci bertanya ke si Iqbal.

Mulai gondok, dengan tegas Saya kembali berkata,"Bukan anak Saya."
"Idiihhh, ngaku ngaku ngaku....!!!!," si Bencong bersikeras sambil nyubit Saya.

Ampun dah. Frustasi dan menyadari tak mungkin menang dan tak ada gunanya berurusan sama si Bencong, akhirnya dengan suara datar Saya menjawab, "Iya, anak Saya."

Berharap si Banci akan diam, ternyata SALAH BESAR. Dengan suara yang agak ditahan dan mimik muka yang aneh, si Banci berkata,"Ga percaya ah. Situ kan hitam, ga mungkin punya anak putih kayak gini."

BENCONG KUALAT!!!!!

Labels: , ,

Friday, April 9, 2010

Telephon dari Kawan Lama

Saya lagi senang-senangnya telphon-telphonan sama kawan lama. Lebih tepatnya, lebih senang ditelphon, karena kan Saya tidak perlu keluar duit buat pulsa untuk telphon-telphonan dengan kawan lama yang tentu saja setelah lama tidak telphon-telphonan maka kita akan lama-lama bertelphon-telphonan, hehehe.

Kemaren pagi satu kawan lama. Malamnya Saya berlama-lama juga bertelphon-telphonan dengan satu kawan lama lagi. Biasanya sih kejadian dalam hidup Saya suka hat trick-hat rick'an gitu. Jadi bakal ada satu kawan lama lagi sepertinya yang akan menelphon Saya.

Dan huplaaa, pucuk dicinta ulam tiba. Saat pagi ini Saya sedang sibuk bernyanyi Satu Jam Saja versi Audy (ya, datang kepagian ke kantor, terperangkat di lorong lobby lift lantai 6 yang masih gelap, pintu dikunci jadi tidak bisa masuk, tentu saja bernyanyi menjadi pilihan yang bisa dimaklumi, hehehe), tiba-tiba telepon genggam saya berdering. Nomornya tidak dikenal. Mamamia,  pasti ini another kawan lama.

Lanjut >>

Labels: , ,

Thursday, April 1, 2010

Bukan Batak, Bukan Jawa

Saya bingung, kenapa di kantor ini pagi tidak bisa dimulai dengan ketenangan. Selalu ada saja keributan yang terjadi, seperti pagi ini.

Bernard, pemuda asli Batak, yang sedang asik dengan komputernya tiba-tiba bergumam, "Gila ya ni si Gayus. Korupsi pajak 25 milyar. Malu-maluin orang Jawa aja."

Pak Slamet, yang sedang serius membaca koran tersentak mendengar. Sebagai sang Jawa tulen, produk asli Gunung Kidul, sepertinya beliau tidak terima Gayus jadi orang Jawa. "Eh, Jawa apaan. Gayus tuh Batak, bukan Jawa," sahut pak Slamet dengan suara lantang.

"Jawa ah," sanggah Bernard.
"Batak!!!", tegas pak Slamet.
"JAWA."
"BATAK. LAH WONG NAMANYA TAMBUNAN GITU. PASTI BATAK"
"JAWA."
"BATAK."
"JAWA."
"BATAK."
"JAWA."
"BATAK."
"JAWA."
"BATAK."

Huff, kasihan banget ya si Gayus Tambunan, ga ada yang ngakuin sukunya, kalau dah gini uang 25 milyar seakan sia-sia. :-D

Labels: , , ,

Thursday, March 18, 2010

The Day after Saturday

Anak-anak sekarang, kecil-kecil sudah jago berbahasa Inggris. Begitu juga dengan anak tetangga depan rumah Saya. Pagi ini, sesaat akan berangkat kantor, Saya mendengar si Bapak sedang berusaha mengajakan anaknya yang baru berusia lima tahun.

"Ayo, kasih lihat Om Beni, kamu bisa sebutin nama-nama hari dalam bahasa Inggris. Monday, Tuesday....", ucap sang Bapak memancing anaknya berbicara.

"Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday......." sahut si Anak dengan fasihnya. Namun setelah itu si Anak terdiam.

"Habis Friday, Saa... Saa... Saaa...," pancing si Bapak kembali mengingatkan anaknya. "Saturdayyyyy," sahut si Anak dengan semangat.

"Setelah Saturday, apa?" kembali si Bapak bertanya. "Hayo apa," imbuh Saya yang tertarik bergabung dengan mereka.

Sejenak si anak terdiam, lalu menjawab dengan suara lirih, "Carfreeday?"

Hohoho, anak sekarang memang pintar-pintar ya. :-D

Labels: , , , ,

Wednesday, March 17, 2010

Sariawan Thailand

Tidak bisa disangkal Tuhan memang Maha Adil.

Jadi ceritanya Saya sedang menderita karena sariawan sebesar ibu jari, tepat di lidah bawah sebelah kiri Saya. Sungguh, rasanya begitu mengenaskan. Jangankan makan Dendeang Balado, buat bicara saja sakitnya minta ampun. Kesedihan film India terbarupun, My Name is Khan, masih belum sebanding dengan apa yang Saya derita. Mulai dari ngemut tablet hisap hingga belasan biji, sampai oles-oles Arabian Oil semuanya sudah Saya coba. Namun apa dikata, nasi sudah menjadi bubur. Dengan terpaksa riang gembira, Senin kemaren Saya tetap berangkat kerja.

Dan tahukan apa tugas utama Saya untuk hari Senin kemaren tersebut? Menelphon departemen energi dari sepuluh negara ASEAN. Bayangkan, sungguh pekerjaan yang sempurna sekali bukan untuk orang lagi sariawan sebesar ibu jari.

Biasanya Saya selalu memulai sesuai Abjad, dari negara Brunei dan terakhir Vietnam.
Tapi kali ini, Saya telphon yang orang Indonesia dulu saja, paling tidak dalam kondisi ini berbicara bahasa Indonesia akan sedikit lebih mudah dibanding bahasa Inggris, bukan?

Tapi tahukan Anda, orang Indonesia di ujung telphon sana jawab apa? "Maaf, Pak. Mau bicara dengan siapa? I am sorry, Sir. I can't hear you. Would you mind to speak louder, please".

Ampun.
Apa kejadiannya kalau Saya telphon Vietnam, Myanmar atau Laos yang bahasa Inggrisnya juga kumur-kumur. Atau mungkin mereka jadi lebih mengerti ya? Hehehe. Ya sudah Saya tunda dulu saja urusan ini.

Lanjut cerita, hari Senin itu juga ada rekan kerja baru di kantor, orang Thailand. Ya etikanya orang baru yang bersopan-santun, si Thailand datang untuk memperkenalkan diri ke cubicle Saya. Bukannya Saya sombong, cuma karena memang sedang tidak bisa bicara, akhirnya Saya cuma salaman sambil bergumam nunjuk-nunjuk ke mulut Saya. Mungkin si Thailand mengerti Saya lagi sariawan, maka dengan sopan dia segera kembali ke cubicle-ya.

Eh, siangnya, si Thailand datang lagi ke meja Saya sambil berkata, (terjemahannya langsung ya) "Anda sangat luar biasa sekali, Mr. Beni. Walaupun ada memiliki kekurangan tidak bisa berbicara, namun Anda mampu berada di posisi sekarang ini. Sungguh, Anda sangat luar biasa. Sangat menginspirasi buat Saya".

Puff, dikira Saya saudaraan sama Aziz Gagap-nya Opera Van Java sama si Thailand.
Sungguh, saat itu Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada si Thailand, tapi yang jelas dari cubicle sekeliling terdengar tawa yang tiada hentinya.

Hahaha, Saya juga urung tuk menjelaskan ke dia. Menikmati sesaat menjadi idola dan inspirasi si Thailand, hehehe. Pagi ini, Saya disapa dengan sopan sekali sama si Thailand. Menyenangkan, bukan? :-D

Tapi sepertinya ceritanya tidak berakhir ala dongeng happily ever after. Tadi pagi saat menunggu lift, Saya bersua dengan salah seorang pegawai di lantai bawah. Dengan sopan dia menyapa dan mengajak Saya berbicara. Apamau dikata, Saya kan masih kesusahan untuk berbicara. Alhasil Saya cuma menggangguk-angguk saja mendengar dari mulai menunggu lift, sampai masuk lift, sampai keluar lift.

Barusan Saya dikabarkan salah seorang staf, bahwa Bapak Pejabat di lantai bawah tersinggung dengan Saya yang tidak sopan menanggapi berbicara dengan beliau.

Puff, nasib-nasib.

Ya sudahlah, hari ini masih banyak bahan yang harus Saya pelajari, (dan Saya masih sempat menulis blog ya? hehehe). Selamat hari Rabu yang ceria, semua. :-)

Labels: , , , ,

Tuesday, March 9, 2010

Perut Maju

Jadi ceritanya, program penggendutan Saya mengalami kemajuan yang signifikan. Ada tambahan sekitar 2 cm lah perut Saya maju ke depan. :D
Dan tentu saja berat badan Saya bertambah. Lumayan naik setengah kilo. :D

Alhasil, ritual pagi Saya bertambah dengan bercermin sambil mengelus-ngelus perut. Rasanya sungguh menyenangkan.

Tapi sudah beberapa hari ini, muncul pertanyaan dalam otak Saya. Saya sudah coba mencari jawabannya dengan googling, tapi tetap saja belum menemukan jawabannya.

Pertanyaannya sederhana, mana diantara dua gambar di bawah ini yang benar?



A. Kulit perutnya yang semakin tebal (kok kayak nyaingin Badak ya?)
B. Usus dua belas jari dan semua organ dalam perut tersebut yang membesar (atau ususnya jadi empat belas jari, lima belas jari, dst?)

Ada yang tahu? Yang perutnya juga maju mohon berbagi cerita. Eh, Ibu hamil tidak termasuk ya. :-D

Terimakasih.

Labels: , , , ,

Friday, February 12, 2010

Valentine

"Loh, si Junianto mana, Ben?" tiba-tiba terdengar Suara bertanya. Saya yang sedang asik bekerja menoleh dan menjawab, "Wah, ga tau, Pak. Sudah pulang kali ya?", lanjut Saya juga dengan muka bingung.

"Sudah pulang? Tapi inikan baru jam empat?", lanjut Bos bertanya.

"Sudah pulang, Pak. Tadi jam tiga dia izin pulang cepat. Katanya sih mau persiapan Valentine sama istrinya", tiba-tiba dari cubicle sebelah terdengar suara.

"Valentine? Lah kan Valentine-nya hari Minggu. Besok kan baru tanggal 13", lanjut Bos bertanya tanpa menoleh ke arah suara tersebut.

"Ga tau, Pak. Dia Muhammadiyah kali ya", imbuh suara dari cubicle tadi.

-

Ya sudahlah, kita tunggu saja hasil sidang Hisab dan Rukyat malam ini. Kalau ada yang sudah tahu kepastiannya, tolong info Saya ya, hehehe.

Anyway, 13 or 14 February or whenever you celebrate your life with someone you love and love you most, i just want to say, happy valentine day, everybody.

Good night. :-)

Labels: , , , , , ,

Monday, February 1, 2010

I miss you

Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah dua tahun ini Saya tekuni. Sebuah keputusan yang tidak mudah buat Saya. Baru tiga hari ini berlalu, tapi Saya sudah tidak tahan untuk mengatakan bahwa Saya rindu Bos Saya.

Senin lalu, sesaat ketika akan berangkat dari kantor, setelah lama menunggu hujan reda, Sang Bos berkata kepada Saya, "Ben, tolong ambilin Kecebong."

Saya yang sedang asik dengan pekerjaan, sesaat terpaku. "Kecebong?" tanya Saya dengan nada heran. "Iya, Kecebong. Masa lu ga ngarti Kecebong?" tegas Sang Bos.

"Kecebong," imbuh Saya dengan nada yang semakin kebingungan.

"Engineer apaan sih lu, Kecebong aja ga tau. Sia-sia aja lu gw gaji tinggi-tinggi", ejek Sang Bos. "Ituuuu, kain yang buat lap mobil atau motor kalau basah", lanjut Sang Bos.

Tot Tauuu... "Maksudnya Kanebo, Pak?". Sungguh, tidak tahan Saya menahan tawa. Kebayang tidak suramnya masa depan perusahaan ini, hehehe.

Beberapa hari sebelum itu, berhubung ada evaluasi tahunan karyawan, maka dipanggillah kita semua, semua engineer, drafter dan juga staf. Layaknya seorang Bos, dan ya beliau memang Bos, kita diceramahi tentang evaluasi diri dan bagaimana kita menyusun target masing-masing kita di tahun 2010.

"Tahun 2010 ini setiap pribadi dari kalian yang ada disini harus punya target", mulai Sang Bos berceramah.

"Sebagai seorang pribadi yang beragama, kita tentu saja harus bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kita. Kalau kamu tadinya drafter, maka ditahun 2010 ini kamu harus Umrah menjadi Asisten Engineer. Kalau kamu sekarang asisten engineer, ditahun 2010 ini kamu harus yakinkan diri kamu untuk bisa Umrah menjadi Engineer. Berpindah dari hal yang kuran baik ke hal yang lebih baik. Sama seperti halnya Nabi yang Umrah dari Mekah ke Madinah." lanjut beliau dengan berapi-api.

Tet tooottt. Maksudnya Hijrah, Pak?

I will always miss you, Bos. :D

Oh ya, walau saya sudah resign dari sana, tapi Saya masih ikutan arisan lho, hahahaha, centil amat ya. Tapi serunya, kemaren, pencabutan nama yang pertama, Saya yang menang. Menyenangkan, hehehehe.

Labels:

Friday, January 22, 2010

Pagi yang Menyenangkan

Pagi ini menyenangkan, sangat.

Ingat nasehat yang selalu disampaikan orang tua kita bahwa kesabaran akan berbuah kesuksesan? Ya akhirnya Saya berhasil mewujudkannya. Sungguh Saya sangat bahagia sekali.

Sudah satu mingguan ini Saya ke kantor selalu memakai baju lengan pendek, entah itu kemeja atau batik. Tadinya sempat was-was tapi untunglah Saya punya persediaan yang cukup sehingga dari hari Senin sampai hari ini, Jumat, tidak ada baju yang sama yang Saya pakai. Kalaupun kurang, Saya putuskan untuk membeli yang baru, toh segala sesuatu butuh pengorbanan, bukan?

Tapi akhirnya usaha Saya tidak sia-sia. Semuanya berakhir dengan kebahagiaan ketika pagi ini, sesaat masuk ke ruang kantor, salah seorang rekan kerja Saya menyapa, "Wah, jam baru ya, Pak Beni. Keren." Dan dengan suara keras, rekan Saya tersebut berteriak, "Hoiii, Pak Beni pakai jam baru. Pak Beni pakai jam baru."

Tentu saja ini hanyalah sebuah awal. Karena seketika, rekan-rekan kerja Saya yang lain datang menghampiri.

Dan coba tebak, ada seorang teman yang mem-posting berita ini ke seluruh email rekan kerja di kantor. Hari ini Saya akan sibuk untuk menanggapi ucapan mereka, memamerkan jam baru hadiah ulang tahun Saya. Sungguh menyenangkan, bukan?

Pesan moral :
1. Kesabaran akan berbuah keberhasilan. Jadi teruslah berusaha dan berdoa.
2. Janganlah suka sombong dan pamer kepada orang lain. Hahahahahaha. :D

Labels: , , , ,

Monday, January 18, 2010

Facebook

Saya lagi buka-buka Facebook. Balas-balas ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman. Baca-baca profil teman. Seru juga ya ternyata. Hayo-hayo, bertemu Saya disana.

:D

Labels:

Thursday, January 14, 2010

Hari ke-14 ditahun 2010

Dari sisi fisik, sebenarnya tidak begitu banyak perbedaan yang signifikan. Jadi harusnya secara teori, tindakan yang sama akan berdampak yang kurang lebih sama. Prinsip inilah yang terpatri di otak Saya pagi ini.

Ketika menyeberang perempatan lampu merah Barito, Saya melihat dibarisan mobil yang berhenti karena lampu merah di perempatan tersebut, ada seorang wanita cantik yang mengendarai mobil Mercy S-Class.

Dan tiba-tiba saja muncul ide untuk berlaku layaknya Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta, menyeberang jalan tepat di depan mobil yang ditumpangi Cinta, memalingkan muka ke arah Cinta dengan muka dan tatapan dingin yang misterius namun menggoda dan menggairahkan.

Seperti yang Saya bilang diawal, harusnya efek yang terjadi kurang lebih sama, sebelum Saya menyadari kepala Saya yang tiba-tiba kejeduk tiang listrik.

Dan lampu berganti hijau, Cinta dan Mercy nya berlalu.
Dan Saya, kepala benjol.

Sial. Sepertinya ada yang salah dengan teori ini.

Dan oh ya, ternyata kata Tuhan, Saya tidak jadi ke Italia. Baiklah, Tuhan. Terimakasih. :-)

Labels: ,

Thursday, January 7, 2010

Hari ke-6 ditahun 2010

Pada malam pergantian tahun kemaren, Saya berharap dan berdoa tahun 2010 ini akan menjadi lebih baik buat Saya. Tetapi sepertinya doa Saya belum terkabul juga sampai kemaren.

"Pak, yang untuk proyek sekolah ini, kapasitas Ground Water Tank nya sudah diganti?" tanya Saya dengan sopan kepada salah seorang asisten Saya yang sudah cukup tua.

"Sudah, Mas", jawab beliau sambil tetap asik dengan komputer, tanpa menoleh sedikitpun. "Yang proyek sekolahan, Pak. Sudah diganti? Kemarenkan kapasitasnya yang dihitung Ibuk Ratih 75 kubik, tapi dalam hitungan ulang Saya harusnya 104 kubik. Sudah diganti?" ulang Saya bertanya.

Sambil tetap asik menatap monitor, beliau menjawab "Sudah, gambarnya juga sudah di-revisi".

"Oh gambar sudah di-revisi? Bagus." puji Saya, tidak menyangka ternyata beliau sudah mengerjakannya melebihi harapan Saya. "Ruangannya jadi tambah besar, atau kedalamannya yang ditambah, Pak" lanjut Saya bertanya.

Sesaat beliau memalingkan muka ke Saya sambil berkata dengan muka berseri, "Tidak perlu nambah besar ruangan, tidak perlu nambah kedalaman. TInggal diotak-atik saja layout nya. That's what we call sense of engineering". "Dalam desain, kita tidak saja dituntut untuk menyelesaikan permasalahan, tetapi juga harus mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan biaya yang seekonomis mungkin", imbuh beliau.

"Oh, gitu. Keren", hati Saya berbinar. Dalam hati Saya merasakan bahwa 2010 adalah tahun yang benar-benar cerah. Jika beliau begini terus, tentu pekerjaan membawahi dua departemen tidak akan menjadi kendala buat Saya.

"Ini gambar layout-nya, Pak," sela beliau sambil menyerahkan satu lembar A3. Belum sempat Saya menerima gambar tersebut, beliau sudah menariknya kembali dan berkata,"Wah,salah. Saya pikir kita lagi membicarakan proyek kantor yang di Sudirman. Wah, kalau yang proyek sekolahan itu ya harus diperluarlah, Mas Ben. Tadi kan kapasitasnya 75, jadi 104. Nambah 30persen lebih itu". "Gimana, Mas Ben punya ide apa ni?" lanjut beliau.

Belum sempat Saya berpikir apalagi menarik nafas, beliau kembali bersuara, "Eh, Mas Ben. Tahu mantan mentri Frans Seda itu kan? Tu orang kaya banget ya? Kemaren Saya baca berita katanya dimakamin di Amerika, di San Diego. Tapi emang sih, dulu kan dia mentri keuangan".

Dan 2010, baru berjalan enam hari. Sigh.

Labels: ,

Monday, December 21, 2009

BlackBerry

Hari ini, saat makan siang disebuah rumah makan dekat kantor, tidak sengaja Saya bertemu dengan seorang mitra kantor. Karena memang berpapasan, kita saling menyapa. Kebetulan sekali, karena minggu lalu Saya mengirimkan email kepada beliau namun belum juga dibalas.

"Halo, Pak. Makan siang juga?" ucap Saya menyapa berbasa-basi. "Iya. Sama kan?" tanya beliau.

"Eh, Pak. Yang buat proyek di Bali bagaimana? Kapan Saya bisa dapatkan perhitungannya?" lanjut Saya bertanya. Si Bapak tersebut menjawab, "Kasih lihat dulu Saya layout-nya. Baru Saya buatkan perhitungannya".

"Loh, Saya sudah email ke Bapak layout-nya," imbuh Saya. Dengan raut bingung si Bapak tersebut bertanya, "Sudah di-email? Kapan? Kok Saya belum terima ya". "Eh tapi jangan di-email deh, Pak. Di-fax-kan saja. Saya jarang buka email. Jarang pakai komputer Saya. Bapak fax gambarnya, terus habis itu telpon atau sms Saya kabarin. Atau PIN BB Bapak berapa? Kita chat lewat BB saja. Free. Gratis." lanjut si Bapak tersebut dengan muka sumringah.

Tampaknya, tidak perlu menunggu 2012 untuk tobat. :D

Labels: ,

Thursday, December 10, 2009

Green Living

Percakapan di sebuah kantin dekat kantor di siang hari.

Perempuan 1 : Lu ntu ya mbok aware dikit sama lingkungan napa. Sampah buang sembarangan. Komputer ditinggal nyala. Rumah ditinggal tapi AC nya tetap nyala. Buka kulkas sembarangan. Ga pernah matiin lampu toilet. Susah jodoh lho ntar. Cakep-cakep tapi kelakuan minus.
Perempuan 2 : Yee.... ga urusan. Ntar juga kalo gw dapat suami yang green green gitu juga bakal berubah sendiri kok. Secara dia yang jadi imam, ya gw musti nurutin lah.

Hoo, tampaknya para aktifis lingkungan hidup punya ide baru untuk kampanye program mereka.:-)

Labels: ,

Wednesday, December 2, 2009

Riba

Beginilah nasibnya kalau punya teman yang baru kerja di bank syariah.

Dalam beberapa hari ini saja Saya sudah beberapa kali diceramahi. "Ben, kamu tu harus memutuskan pilihan kamu. Kalau memang suka sama perempuan, nikahi segera. Hindari pacaran, karena itu riba."

Sungguh, teman tersebut membuat Saya ingin tobat segera.

Labels:

Bahasa dan Bangsa, Om dan Ponakan

Jam setengah lima pagi tadi, Kakak Saya telephon. Protes soal anaknya.

Jadi gini, dua hari yang lalu, ponakan Saya bertanya, "Uncu, mengapa orang Inggris bicara pakai bahasa Inggris." "Itu karena mereka orang Inggris," jawab saya.

"Sama hal nya dengan orang Jepang yang pakai bahasa Jepang, atau orang India yang pakai bahasa India. Kalau misalnya orang Cina pakai bahasa Jawa, ntar orang Cina nya dikira orang Jawa." tambah Saya menjelaskan.

"Terus kenapa orang Australia bicara pakai bahasa Inggris? Kenapa mereka tidak pakai bahasa Australia?" lanjut ponakan Saya bertanya.

Dan Saya, Sang Om yang Ganteng, menjawab, "Hoo... salah. Orang Australia itu berbicara dengan bahasa Australia. Cuma memang terdengar mirip dengan bahasa Inggris."

Jawaban yang birilian, bukan?

Yang jelas, tadi pagi-pagi buta, Mamanya telphon Saya protes kemaren anaknya disetrap bu Guru gara-gara ngasih jawaban yang ngaco di kelas.

:-D

*Uncu = Panggilan Om paling bungsu dalam bahasa Minang.

Labels: ,

Sunday, November 22, 2009

Practice

Structure
15-20 Minutes

This section measures the ability to recognize language that is appropriate for standard written English.

Test 1 : 19 Correct, 6 Not Correct.
Test 2 : 17 Correct, 8 Not Correct.
Test 3 : 14 Correct, 14 Not Correct, 1 Not Answered.
Test 4 : 9 Correct, 16 Not Correct.
Test 5 : 8 Correct, 16 Not Correct, 1 Not Answered.

Practice makes geblek, right?
SIAL.

Labels: