Monday, January 30, 2012

Sekolah Sutradara

Ketika punya keinginan, laksanakan!

Dan tadi, saat istirahat makan siang saya langsung meluncur ke lantai B gedung Umar Ismail, tempat dimana sekolah film berada.

Dengan bersemangat, saya langsung bertanya kepada si mas bagian informasinya, "Mas.... Saya mau jadi sutradara. Ada sekolahnya?"

Tanpa bersuara, dia langsung menyodorkan sebuah brosur kepada saya.

Woho, semacam di Solaria. Ada menu pilihannya, jadi asisten sutradara, asisten kamera, penulis skenario, dan lain-lain saya lupa.

"Mas, kalau yang paket jadi sutradara, ada? Maksudnya langsung sutradara, saya mau jadi sutradara, bukan asisten sutradara."

Hoo, ternyata sodara-sodara, adanya pendirikan untuk jadi asisten sutradara dulu, sedangkan sutradara itu sendiri adalah pencapaian setelah berkarya. Mungkin agak mirip sama analogi Doktor dan Profesor kali ya? Atau ga? Hehehe....

Tapi ya itu, adanya pendidikan asisten sutradara saja. Dan itupun jadwalnya setiap pagi, 3 jam, dari hari Senin-Kamis. Woshooo..... saya pikir cuma tiap akhir pekan belajar sambil ikut bantu-bantu di syutingnya Putri yang Tertukar atau Mandragate (set dah, tahun kapan ini, hehehe).

Yo wes, rencana pendidikannya dibatalkan dulu, sembari mencari info yang lain.
Sementara itu, kita bisa mulai jadi sutradara bikin film.... 3gp, tayang di handphone. :-D

Sunday, January 29, 2012

Sutradara

Baiklah, tahun ini film buatan saya akan tayang.
Cihui!

Saturday, January 28, 2012

Cengeng

Saya adalah pria yang gampang menitikkan air mata setiap kali menonton Oprah.

Friday, January 27, 2012

Keras Kepala

Tiga kali kena jitak minggu ini, bilang kalau saya orangnya keras kepala.

"Kamu tu orangnya keras kepala. Ga bisa dikasih tau," misal ada yang menyampaikan seperti ini.

Kalau dijawab, "Enggak, aku ga keras kepala. Enggak, aku ga keras kepala." Bukankah ini tandanya kita keras kepala?
Tapi kalau dijawab, "Iya, saya memang keras kepala." Nah kita sendiri ngaku keras kepala.

Jadi, sebenarnya kita semua keras kepala dunk ya. Teori yang menarik, bukan? Jadi ingat pelajaran jika dan hanya jika.

Tapi kalau dipegang sih, kepala saya memang keras

Selamat akhir pekan semua yang keras kepala
Terima-kasih untuk [Gm] atas inspirasinya. ;-)

Thursday, January 26, 2012

Fokus

Keluhan terbesar kali ini adalah menetapkan diri untuk fokus pada apa yang dikerjakan.
Berhenti melihat bagaimana meriahnya pesta di luar sana.

Ayo, pasti bisa.

Wednesday, January 25, 2012

Muda

Jadi ceritanya 2012 ini saya ingin ikut komunitas.
Dan pas sekali, tiba-tiba saya terhubung ke pranala suatu komunitas aksi anak muda yang terlihat sangat menyenangkan.
Bersemangat....Aksi anak muda...Saya langsung isi formulir, dan zzzzzzeeettt.... langsung email!

Tuing... Tak lama, ada balasan.
"Maaf, Pak. Tetapi rata-rata usia kami di sini 16-18. Ada sih yang 21, tetapi beliau advisor aja. Bagaimana?"

Nasib, padahal saya cuma lebih tua setahun.
:-D

Teman Baru

Bulan Januari ini saya mendapatkan dua teman baru.
Dua bagi orang lain, mungkin tak ada artinya, tetapi bagi saya ini awal tahun yang sungguh luar biasa. Apalagi sejak tahun lalu beberapa teman lama tak lagi ada.

Langkah selanjutnya adalah meminta teman baru itu mengajak saya bermain.
Menyenangkan.

Target 2012

Baiklah, menulis blog kembali setelah beberapa hari tanpa kabar? Baru pulang dari Somalia, Myanmar, bulan madu dengan istri tercinta. ;-)

Dan ya, kali ini tentang resolusi target tahun ini. Sedikit telat, tetapi tak apa, karena kemaren-kemaren sibuk dengan ujian akhir (Alhamdulillah cihui), kejar target tulisan di BicaraEnergi.com, pekerjaan, dan beberapa proyek pribadi, juga tadi sudah saya bilang, bulan madu bersama istri yang sungguh cantik.

Jadi tahun ini, targetnya adalah memenuhi segala target yang sudah saya niatkan.
Insya Allah, bisa.

Sekian. :-)

Thursday, January 19, 2012

Kuliah Tokyo

Hari ini ikut kuliah via internet. Dosennya nun jauh di Jepang sana. Seru!
Asiknya lagi, bisa tanya-tanya sepuasnya. Beneran seru!
Eh, tapi PR nya banyak sekali. Huhuhu... Padahalkan butuh liburan. :-D

Wednesday, January 18, 2012

TGPF

"TGPF... Te Ge Pe eF..... Thanks God... Thanks God.... Pe Friday.... Thanks God Peeee...... Friday....
P-nya itu apa sih, Ben?", tanya seseorang kepada saya siang ini.

Thanks God he's not me. :-D

Pesawat

Tahun lalu, ada perjalanan ke Bangkok.
Di antara Singapore Airlines (SQ), Garuda Indonesia (GA) dan Thai Airways (TG) ... Saya memutuskan untuk naik TG.
SQ, selain paling mahal, harus singgah dulu di Singapura 2 jam, bikin lama saja, saya tidak suka. Lalu kenapa bukan GA? Ingin sekali rasanya, datang ke negeri orang dengan pesawat kebanggaan negeri sendiri. Tetapi sayang, harga tiketnya walau masih lebih murah dari pada SQ, tetap saja jauh lebih mahal daripada TG. Walaupun dibayarkan kantor, tetapi saya tidak menemukan alasan kenapa harus yang mahal ketika ada pilihan yang lebih murah. Lagi pula jadwal penerbangan GA sangat tidak ramah dengan jadwal saya selama di Bangkok.

Bulan depan, mau ke Tokyo.
Ada SQ, Malaysian Airlines (MH), TG dan tentu saja Garuda Indonesia.
SQ, lagi-lagi paling mahal dan harus singgah dulu di Singapura. TQ, kali ini lebih mahal dari pada GA, dan juga harus singgah dahulu di Bangkok. MH, banyak kolega dari berbagai negara yang merekomendasikannya karena selain harga murah, pelayanannya juga sangat baik. Dan untuk ke Narita, tiketnya relatif sama dengan GA, tetapi kan harus singgah dulu di Malaysia.

Beberapa orang menyarankan untuk naik SQ saja. Lebih berkelas, pelayanannya lebih bagus, lebih nyaman, dan juga lebih bisa pamer keren nongkrong di Starbuck Changi. Naik SQ. Bahkan beberapa orang ngotot menyarankan naik SQ saja lalu bisa dapat poin-nya. Walau jauh lebih mahal dan harus singgah dulu, tapi toh kan yang bayar kantor.

Beberapa orang menyarankan untuk naik TG saja. Bisa singgah dulu di Bangkok, menikmati Bangkok walau hanya sesaat.

Beberapa orang menyarankan untuk naik MH saja. Bisa singgah dulu di Kuala Lumpur, kan lumayan sekali perjalanan bisa singgah di dua negara.

Tetapi saya memutuskan untuk naik Garuda Indonesia saja. Saya tidak tahu jenis pesawat apa nantinya, tetapi sepertinya pesawat dengan 3-3 kursi, bukan yang 2-4-2 atau 3-4-3 besar milik SQ. Alasan utamanya lebih murah. Masalah keselamatan tentu saja sesuatu yang tidak bisa diperdebatkan, tetapi bukan kah Garuda Indonesia juga sangat baik pengelolaan keselamatannya. Sepanjang pengalaman saya naik Garuda, saya puas.

Naik Garuda karena ini pesawat Indonesia, ada rasa bangga? Benar. Sangat benar. Walau saya sadar hal ini tidak boleh jadi alasan kenapa saya pilih Garuda. Bekerja di kantor yang terdiri dari berbagai negara, sentimen negara saya rasa tidak tepat.

Tetapi saya hanya ikut peraturan, the economical direct flight. Dan karena ini adalah perjalanan kantor, keinginan pribadi mau naik ini karena keren dapat poin, atau mau naik itu karena bisa singgah sana-sini dulu, bukan dan tidak akan pernah jadi pembenaran. Buat saya. :-)

Tuesday, January 17, 2012

Sepi ga Cihui

Hari ini sepi. Ga cihui!

Monday, January 16, 2012

Forever 22

Happy Birthday, myself. ;-)

Sunday, January 15, 2012

Wonder Woman Loves Wolverine

Lagi berkah saya sepertinya, sering sekali tak sengaja mendengar percakapan remaja tentang suatu hubungan. Beberapa waktu yang lalu, tentang tips hubungan yang langgeng, dan tadi saat beli makan siang, tak sengaja mendengar ada percakapan yang lain, atau mungkin lebih tepat disebut pertengkaran.

"Emangnya lu pikir gw Wonder Woman, yang bisa terus menahan rasa sakit karna mencintai lu", tegas sang wanita.

Dan seperti tak mau kalah, sang pria membalas,"Lah, terus gw lu anggap apa? Wolverine, yang bisa sembuh luka hatinya sendiri melihat lu jalan sama cowo lain".

Set dah, canggih amat remaja jaman sekarang.
Beda sama kita-kita yang maennya paling mentok sama Unyil. :-D

Suami Istri Bahagia

Hari Sabtu kemaren, saya bertemu dengan teman yang kebetulan juga tinggal di lingkungan apartemen yang sama dengan saya.

Tiga kali bertemu dia dan istrinya. Siang, sore, dan malam.
Tau apa yang menarik, selain tangan mereka yang tak pernah lepas saling berpegangan, mereka berdua selalu memakai baju yang samaan, entah bajunya benar-benar sama, atau motifnya sama, atau baju yang pasangan itu.

Kalau dulu, saya berpikir norak sekali melihat hal seperti ini, tetapi entah mengapa ketika melihat mereka, rasanya menyenangkan sekali.

Pagi ini ketika saya sedang membeli sarapan, saya kembali bertemu dengan mereka. Dan benar, pagi ini pun mereka memakai baju samaan. Tulisannya, aku sayang suamiku, dan satu lagi, aku sayang istriku.

Ada teman yang mungkin bilangnya ini giung, tapi jujur, saat ini saya melihanya justru ini sesuatu yang luar biasa. Hal-hal sederhana seperti ini justru mungkin saja cara mereka untuk mengungkapkan cinta setiap waktunya, mengungkapkan perasaan betapa bahagianya mereka memiliki satu sama lain. ;-)

Do'a untuk keduanya agar selamanya terjaga cinta, menjalani indahnya hidup ini selamanya.

Selamat hari Minggu semua.

Saturday, January 14, 2012

Life as We Know it

Saya bilang sebelumnya kalau Sabtu Minggu ini mau baca buku, tetapi sepertinya saya gagal. Malah menghabiskan malam minggu sambil menonton HBO. Ada film Life as We Know it. Sudah pernah menontonnya saat tayang di bioskop tahun lalu, juga di pesawat beberapa waktu lalu. Tetapi ya, film ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Bagaimana kehidupan yang berubah seketika ketika tiba-tiba menjadi orang tua. Sungguh tak terbayangkan.

Saya suka menonton film ini, sama seperti film the Back Up Plan yang dulu saya pernah cerita. Satu hal yang menarik dari film ini, stereotype karakter.

Wanita, mendengar apa yang ingin mereka dengar. Dan pria, terjebak dalam kalimat yang tak pernah terpikirkan akan bermakna ganda.

Tapi ya begitulah kehidupan seperti yang kita tahu, bukan?
-
Sudah semingguan ini monitor laptop saya bermasalah. Layarnya rusak, jadi ada degradasi warna dan garis-garis yang cukup mengganggu. Setelah sebelumnya layar kamera rusak, sekarang layar laptop. Nasib.

Sabtu Jorok bersama Ponakan


"Uncu*, kenapa dibilangnya anak itu darah daging dari Ayahnya? Padahal kan bayi kan bukan dari darah daging, tapi dari sperma", suara sang ponakan bertanya ditelphon.

Pernah dengar prosa, "ketampanan anak dari Bapaknya, kepintaran dari Ibunya"?
Sekarang kakak saya punya tambahan, "kelakuan jorok anak adalah turunan dari Om-nya".

:-D

* Uncu adalah panggilan Om yang paling bungsu (bahasa Minang).

Friday, January 13, 2012

Buku Sabtu Minggu


Satu sudah selesai dibaca, sisa lima lagi buat akhir pekan ini.
Lumayan buat bahan obrolan sama Katy Perry pas dia datang ke Indonesia ntar.

Selamat berakhir pekan semua. :-)

Jumat Baik

Iya, hari Jumat itu hari baik.
Dan saya, berusaha untuk menjadi bagian dari hari itu.

Thursday, January 12, 2012

Kamera Video Sederhana

Sudah terpikir dari lama, dan semakin sering terpikir beberapa bulan belakangan ini.

"Saya mau sebuah kamera video sederhana yang cukup canggih".

Benar, saya ingin membuat film pendek.
Ketika kemampuan kata tidak cukup bisa mengekspresikan pemikiran dan pesan kepada dunia, sebuah video mungkin bisa.

Wednesday, January 11, 2012

Alamat Surat Elektronik

"Baik, Pak. Bisa dikirim ke alamat surat elektronik saya saja di beni titik suryadi at u i dot i te be dot a ce dot i de. Baik, saya tunggu, Pak. Terima-kasih".

Setelah cukup lama menutup telphon, tiba-tiba terpikir... sepertinya saya baru menemukan alasan kenapa semester satu ini tidak berjalan dengan baik. Istilahnya, ga move on, kata Diah.
Ya sudah lah, sampai jumpa di semester depan. :-D

Tuesday, January 10, 2012

Suka Kuliah Suka-Suka

Kadang saya ga habis pikir, kuliah S2 sama plonco kok beda tipis.

Kemaren ujian akhir satu mata kuliah, ditugasi mempersiapkan presentasi selama delapan menit. Ketepatan waktu adalah salah satu kriteria penilaian. Makanya bersama teman kelompok, saya merancang sedemikan rupa bagaimana kita bisa mempresentasikannya dalam delapan menit. Basa-basa perkenalan dan segala hal yang bisa dihilangkan, dihilangkan. Sekian kali diskusi, tersusunlah bahan untuk delapan menit presentasi.

Waelah, pas mau presentasi dosennya dengan tegas bilang,"maksimal lima menit. Silahkan mulai".

Walaupun akhirnya selesai juga presentasinya, (ya, waktunya lewat lima menit versi hitungan si dosen), tetapi saya tetap tidak habis pikir apa esensi dari ini semua. Tapi ya sudah, melihat performa teman-teman di kelompok yang sangat baik dan memaparkan materi dengan jelas, saya terhibur.

Tapi cerita baru lagi sore ini. Dalam perjalan pulang ke apartemen dari kantor, tiba-tiba seorang teman menghubungi, "Ben... ada tugas dadakan dari dosen, dikumpulkan paling telat pukul 12 malam ini. Pada ke kampus ya, biar bisa ngerjain bareng semua".

Baru otak saya mau mencerna apa yang terjadi, tiba-tiba ada sms lagi, "Revisi deadline pengumpulan tugas - 23:55".

Onde mande, apo lo iko yuang!

Saya pikir yang begini-beginian berakhir ketika saya menyelesaikan perploncoan saat tahun pertama kuliah S1 dulu, ternyata masih saja ada.

Ya sudah lah... sudah hampir sampai kampus.
Iya benar, tulisan kali ini mulai ditulis saat saya sedang di taksi, perjalanan dari apartemen menuju kampus. Mungkin nanti saya perbaharui lagi di perjalanan pulang setelah berhasil mengerjakan tugasnya.

Sebelum 23:55!

-
Sudah tanggal 11 Januari 2012, pukul 1.05 pagi.
Dan sudah sampai apartemen lagi, sudah mandi, segar.
Jadi benar ya saudara-saudara sebangsa dan setanah air.... rusuh habis rasanya mengerjakan tugas seperti ini. Untungnya saya bermitra dengan Kocu yang sungguh cihui, sehingga hasil tugas kita sungguh ciamik dan berhasil dikumpulkan persis satu menit sebelum batas waktunya.
23:54!

Dan dengan dikumpulkannya tugas tersebut, maka selesai sudah seperempat perjalanan Master Candidate saya.

Segala komentar, keluh kesah, ditutup.
Saatnya merayakan. Besok saya akan mentraktir diri ini es nangka. :-D

Waktunya tidur, semoga pagi bisa bangun dan tidak telat untuk rapat di kementrian ESDM.

Sexy

Sexy itu adalah perempuan yang menggunting tirai kamar tidur, merajutnya menjadi gaun malam, dan mengenakannya di saat menjamumu makan malam romantis berdua.
Puisi kakek-kakek tua di bis kota 62.
Cihui emang!

Monday, January 9, 2012

Dunia Cermin

Beberapa kali saya mendengar kalimat, "dunia adalah cerminan dari dirimu".

Ketika kita berpikiran positif, maka dengan sendirinya dunia juga akan berpikiran positif dan mendukung pencapaian kita. Namun ketika kita berpikiran negatif, maka dunia juga akan (terlihat) seperti negatif dan membuat langkah kita semakin berat.

Maka itu, tak sedikit yang menasehati diri agar selalu berpikir positif.

Pertanyaannya, jika hukum itu benar adanya, ketika kita negatif, berharapnya kepada siapa?

Sunday, January 8, 2012

Bintang Kelas

Tiga hari lagi ujian akhir Pengolahan Gas, tetapi saya tak jua kunjung mengerti dan memahami mata kuliah yang satu ini. Bukannya saya tak berusaha belajar. Dua hari di akhir pekan ini saya tak keluar apartemen sama sekali, belajar sepenuh hati segenap jiwa, tetapi sudah malam menjelang Senin begini tetap saja belum ada pencerahan.

Terus terang satu mata kuliah teknis ini benar-benar susah buat saya. Di kelas, bisa dibilang saya satu-satunya yang berlatar belakang pekerjaan di bidang kebijakan. Yang lainnya, dari bidang rekayasa yang sehari-harinya mengerjakan persis seperti apa yang diajarkan dosennya. Berkah buat mereka, mimpi buruk buat saya. Tiap kali mata kuliah ini, saya selalu terpaku tak mengerti.

Eh, tapi sebenarnya pernah ada satu masa dimana saya hampir saja menjadi bintang kelas di mata kuliah paling susah ini. Bisa dibilang ini adalah momen terbaik saya sejak menjadi Master Candidate, saya jadi bintang di kelas.

Menyadari ketertinggalan dibanding teman yang lain, saya benar-benar membaca bahan sebelum kelas dimulai. Dan malam itu, tak sampai satu tarikan nafas si dosen selesai menuliskan soal di papan tulis, saya langsung corat coret menghitung, tut tit tut tit kalkulator saya otak-atik, dengan suara lantang dan percaya diri saya menjawab, "lima ribu delapan puluh joule per kilogram".

"Berapa?", tanya si pak dosen.
"Lima ribu delapan puluh joule per kilogram", ulang saya dengan suara lantang. Keras-keras biar terdengar oleh semua. Ini persis seperti contoh soal yang tadi sudah saya kerjakan. Jadi saya yakin sekali dengan hitungan ini.

Dan benar, semua mahasiswa di kelas tertegun memandang sambil tangan masih memegang kalkulator. Beberapa orang bahkan masih bingung mau melakukan apa.

Bangganya. Tetapi ya saya ga mau songong lah. Jadi ya berlaku santai saja.

"OK! Lima ribu delapan puluh joule per kilogram," tegas pak dosen. "Dengan nilai ini, kita akan lakukan perhitungan berikutnya. Coba yang lain hitung sekarang besar % masanya, " lanjut beliau.

Setengah jam kemudian.

"Bagaimana, berapa dapatnya? Angkanya tidak unik, berapapun asal di bawah 10%," info pak dosen. "Pergunakan nilai yang sudah didapatkan teman kamu tadi untuk menghitung," lanjut beliau.

Setengah jam kemudian.

"Bagaimana, masih pada belum bisa? Kalau begitu mari kita kerjakan bersama-sama saja di depan kelas," ucap beliau sambil mulai menulis jawaban soal di papan tulis. Semua mahasiswa memperhatikan beliau dengan seksama.

Lima menit kemudian.

"Kok hasilnya begini ya?" gumam beliau. "Salah dimana ini hitungannya. Coba kita periksa lagi. Kalian semua coba hitung juga ya seperti yang saya lakukan".

Sepuluh menit kemudian.
Lima belas menit kemudian.
Dua puluh menit kemudian.

"Sudah malam, sudah waktunya pulang. Kalian coba hitung lagi di rumah ya. Saya juga akan coba hitung ulang," ucap beliau lirih sambil menutup kelas.

Saya yang dari awal sangat bersemangat, juga ikut berpikir, salahnya dimana. Sesaat saat hendak menutup buku, pandangan saya terpaku pada coretan hitungan awal saya. Dikali nol koma satu! Saya lupa, harusnya dikali nol koma satu! Harusnya lima ratus delapan, bukan lima ribu delapan puluh!

Terpaku, tertegun, terpana. Saya salah. Sekelas mentok gara-gara saya salah info.

Tengok kanan, tengok kiri, teman-teman sudah pada meninggalkan kelas. Dengan layu, saya berjalan menuju meja sang dosen, mengakui kesalahan saya dan meminta maaf.

"Hahahaha, dasar kamu," jawab sang dosen sambil tertawa. "Ya sudah pulang sana, minggu depan kita perbaiki".

Lega, untung saja dosennya  menanggapi dengan santai.

Sepertinya saya memang tidak bakat di mata kuliah ini.
Ya sudah, sekarang mau tidur saja. :-D

Saturday, January 7, 2012

Pesan Sederhana

Pesan Papa sederhana;
Tak peduli seberapa baik kamu, jangan pernah berbicara tentang keburukan orang lain, apalagi di depan umum.
Terima-kasih banyak, Pa.

Muka Tua

Setelah berdebat cukup lama dan alot dengan seseorang, di akhir kata dia berucap;
"Kamu tu mukanya ngikut pemikiran ya, bukan sesuai umur."
Saya anggap ini sebagai sebuah pujian.
Selamat berakhir pekan semua. :-)

Ralat:
08:23. Kenapa judulnya muka tua ya, harusnya kan muka bijak, atau muka pintar. :-D

Friday, January 6, 2012

Tips Hubungan yang Langgeng

Jadi ceritanya barusan saya makan malam di sebuah restoran di bawah.

Di meja sebelah, ada sepasang remaja sekolahan juga sedang asik makan. Dari baju sekolah yang masih mereka pakai, sepertinya mereka memutuskan dari sekolah tidak langsung pulang, tetapi kencan makan malam romantis dulu berdua.

Posisi yang cukup dekat, jadi saya yang sepi sendiri makan bisa mendengar percakapan mereka yang sungguh sarat makna, selain ga tau juga mau ngapain sambil makan sendiri, hehehe.

"Sayang, aku tahu sesuatu... Prinsip yang harus kita jaga agar hubungin kita bisa langgeng selamanya", ungkap si cowok.
Sesaat terdiam, lalu si cewek berkata,"maksud kamu"?
"Iya... Menurut aku dalam suatu hubungan itu, baik cowok maupun cewek, tidak boleh merasa lebih dari pasangannya. Si cowok mungkin saja sudah lakuin ini itu buat ceweknya, tetapi si cowoknya ga boleh merasa lebih dari si ceweknya. Begitupun dengan si cewek. Apapun yang sudah dia lakukan dia tidak boleh merasa lebih dari cowoknya. Kalau salah satu merasa lebih, maka yang ada nantinya dia akan menuntut ini itu, merasa lebih, dan ujung-ujungnya akan berakibat pertengkaran," ucap si cowok menjelaskan.

Menarik sekali filosofi si remaja ini, saya semakin menfokuskan diri untuk mendengarkannya.

Mungkin merasa sedang kerennya, mampu membuat si cewek semakin terpesona, si cowok melanjutkan khutbahnya, "Nah, karena itu menurut aku setiap orang itu harus merasa kurang dari pasangannya, sehingga dia akan berusaha terus untuk memberikan yang terbaik, memberikan lebih untuk pasangannya. Seperti aku sama kamu. Aku jujur aja ngerasa bahwa aku kurang pintar dibanding kamu. Aku juga, merasa jelek. Ga pantas sebenarnya dapatin kamu yang sangat cantik gini."

"Wah, makin dahsyat ni," ucap saya dalam hati. Berpura-pura menggeser piring makan, saya semakin mencondongkan badan saya ke arah mereka agar bisa mendengarkan lebih jelas. Sebagai pemula dalam suatu hubungan (uhuiii....) segala nasehat, tak peduli dari yang tua ataupun yang muda, tentu saja sangat penting adanya.

Tapi, berapa lama saya menunggu, tak jua ada suara.
Hening... cukup lama... hening.

Tiba-tiba dengan suara keras, sambil berdiri, si cewek berkata, "Aku dari awal juga ngerasa begitu sih. Aku tu harusnya lebih cocok dengan si Bima. Aku tuh pengen punya cowok yang cakep juga, yang sama ma aku.  "

Dan lalu, si cewek pergi meninggalkan si cowok.

Senjata makan tuan.
Dan ya, si cowok mengejar si cewek, dan selanjutnya, saya ga tau. Ketahuan banget kurang kerjaan saya kalau saya ikutin mereka, hehehe.

To all the ladies and gentlemen di luaran sana. Please do not forget to take the moral of the story. :-D

Thursday, January 5, 2012

Mudahnya Mencintaimu

Bahkan saat tidak ada di sisipun, dia tetap saja membuat kehidupan ini begitu mudah buat saya. Terima-kasih. :-)

Wednesday, January 4, 2012

Week Day

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang ponakan saya (sudah tau kalau sekarang jumlahnya 19 orang, iya orang semua, satu baru nambah tanggl 1 Januari kemaren), yang dianggap bikin ulah oleh gurunya gara-gara dia bilang dia jago banyak bahasa... bahasa Inggris, bahasa Amerika, bahasa Australia, dan lain sebagainya.

Baru saja, mamanya telphon, cerita, saat terima rapor hari Jum'at yang lalu, bermasalah lagi saat dia ngotot bilang sama gurunya kalau weekday itu adalah hari Minggu.

Keponakan yang jagoan, sama kayak Uncunya. :-D
Yang paling penting dia naek ke kelas 2 SD, kalau ga bisa-bisa saya yang didamprat mamanya, dicurigai ngajarin yang aneh-aneh. :-D

Tuesday, January 3, 2012

Resolusi 2012

Sudah hari ketiga, tetapi belum terlambat untuk menetapkan resolusi tahun ini bukan?

Banyak sekali yang ada di dalam daftar, baik itu sisa dari tahun-tahun yang lalu, ataupun keinginan yang baru. Namun yang utama dari itu semua, adalah saya ingin punya banyak teman kembali.
Teman baru, dan mereka yang dulu pernah memberi warna dalam hidup saya.
Banyak yang saya lakukan yang membuat mereka tak lagi ada... entah sekedar menjauh, sibuk dengan kehidupannya, atau yang pergi selamanya.
2012, waktu untuk menebus itu semua.

Monday, January 2, 2012

Tough 2012

Pagi ini menemukan kutipan yang sungguh keren.
 Trying to be permanently smart in this job* is tough.

Pembenaran di hari pertama kerja di tahun 2012. :-D

* originally, market.

Sunday, January 1, 2012

2011