Tuesday, September 11, 2012
Monday, September 10, 2012
Sunday, September 9, 2012
September di Phnom Penh - Hari 2: Sholat di Negeri Orang
Hari 2 - Minggu, 9 September 2012
Lanjut >>
Kesiangan! Astaga! Segera sholat subuh.
Tentang sholat, di negara lain, pengalaman selama ini, ada tiga perihal yang menjadi perhatian, yaitu (1) tempat, (2) waktu, dan (3) kiblat. Dan begini pengalaman saya sejauh ini.
September di Phnom Penh - Hari 1
Belakangan ini saya jarang menulis di blog ini. Ada sejuta alasan, kalau ditanya, hehehe. Beberapa kali malah saya berpikir untuk lebih fokus menulis blog yang satu lagi aja, dhumble foster, yang dicita-citakan melatih kemampuan menulis dalam bahasa Inggris. Walau pada kenyataannya, jarang juga menulis di sana. :-D
Tetapi malam ini, dari kamar hotel nyaman di daerah aliran sungai kota Phnom Penh, saya mencoba untuk menulis lagi. Saya merencanakan seminggu ke depan ini, setiap malam akan menuliskan pengalaman harian saya di ibu kota negara Kamboja ini.
Hari 1 - Sabtu, 8 September 2012
Menjadi bagian dari empat orang delegasi kantor dalam pertemuan tahunan ketiga puluh mentri-mentri energi tingkat Asia Tenggara, hari ini perjalanan ke Kamboja dimulai. Rencananya saya akan ada di Phnom Penh ini untuk satu minggu ke depan, dan akan kembali ke Jakarta pada hari Jumat 14 September 2012.
Lanjut >>
Tetapi malam ini, dari kamar hotel nyaman di daerah aliran sungai kota Phnom Penh, saya mencoba untuk menulis lagi. Saya merencanakan seminggu ke depan ini, setiap malam akan menuliskan pengalaman harian saya di ibu kota negara Kamboja ini.
Hari 1 - Sabtu, 8 September 2012
Menjadi bagian dari empat orang delegasi kantor dalam pertemuan tahunan ketiga puluh mentri-mentri energi tingkat Asia Tenggara, hari ini perjalanan ke Kamboja dimulai. Rencananya saya akan ada di Phnom Penh ini untuk satu minggu ke depan, dan akan kembali ke Jakarta pada hari Jumat 14 September 2012.
Sunday, September 2, 2012
Entrepreneur
Saya kurang paham juga, ini memang hal baru atau sebenarnya kita saja yang meng-keren-kannya.
Dua percakapan dari dua waktu dan pelaku yang berbeda yang saya dengar.
1.
"Mak, aku bukannya ga mau nurut, tapi aku tu pengennya jadi entrepreneur... entrepreneur bisnis makanan sukses, kayak Maicih, atau Kebab Rafi. Jadi entrepreneur sukses, bukan buka warung makan seperti Emak sama Bapak."
2.
"Si Abang itu bisnisnya keren, Pak. Micro Finance gitu. Memberikan jasa pinjaman seperti perbankan bagi masyarakat bawah yang tidak bankable."
"Maksud mu opo, nduk? Tengkulak?"
Si anak sepertinya lupa, jauh sebelum dia bisa mengeja kata entrepreneur, Emak ma Bapaknya dah buka warung makan. Restoran Padang atau Warung Tegal, nenek moyang kita cuma ga tau istilahnya aja.
Dan bisnis pinjaman duit?
Lucu juga ya jaman sekarang. ;-D
