Wednesday, August 4, 2010

Sambutlah Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah hampir tiba.

Tidak percaya? Saya ceritakan tiga buktinya.

Beberapa waktu yang lalu, di Foormart - Citos, hampir setengah jam Saya mondar-mandir di rak makanan kucing (ya, sudah sekitar tiga bulan ini si Janda tinggal bersama Saya). Mungkin karena kesel ngelihat atau bisa jadi karena terpukau wajah ganteng Saya, tak lama seorang mbak2 SPG datang menghampiri dan bertanya, "Maaf, Kak. Ada yang bisa Saya bantu". Walau bedaknya cukup menor, tetapi senyumnya cukup menarik, hehehe.
"Iya, Mbak. Saya cari makanan buat kucing Saya tetapi dari tadi ga ketemu-ketemu juga ya", jawab Saya.
"Loh, ini makanan kucing semua, Kak. Ada Whiskas atau Friskies," sahut mbak SPG dengan ramah.
"Iya, tapi kok ga ada yang ada label halalnya ya, Mbak?" tanya Saya bingung.
Dan ya, Saya tau kalau si Mbaknya malah lebih bingung lagi mendengar jawaban Saya.
Ya, ya, ya saudara-saudara, Saya khilaf, hehehe. Habisnya waktu SD dulu Saya jarang bolos ngaji sih, mangkanya jadi kebiasaan nyari makanan itu yang jelas kehalalannya, hehehe.

Beberapa hari yang lalu, di Kantor.
"Mas Ben, kamu mau pesan apa?" tiba-tiba terdengar suara pak Slamet bertanya. "Mumpung ada yang traktir ni", lanjut beliau.
"Waahhh, ada yang ulang tahun ni? Eh, tapi Saya ga Pak. Lagi puasa", jawab Saya sambil kembali asik bekerja.
Waktu berlalu, kembali terdengar teriakan.
"Ben, ada pizza banyak tuh di meja. Mau ga?" terdengar suara pak Naderis menawarkan.
"Hooo, enak nih. Tapi enggak Pak. Aku lagi puasa sunat euy," jawab Saya menanggapi tawaran pak Naderis.
"Apa mau dibungkusin aja, Mas Ben?" timpal pak Slamet bertanya.
"Ga usah, Pak. Habisin saja," jawab Saya.
"Yakin ni?" tanya pak Slamet.
"Yakin, Pak. Sepertinya Saya salah milih hari puasa ni, tetapi beneran kok. Habisin saja, Pak", jawab Saya tegas.

Setengah jam kemudian,
"Paaaaakkkk, pizzanya masih ada ga?" teriak Saya dari cubicle.
"Hah, kenapa, Ben," tanya pak Naderis kebingungan.
"Saya baru ingat kalau Saya kan hari ini ga puasa, Pak. Tadi pagi kan Saya makan bubur kacang ijo. Teh hangat yang dibikinin pak Slamet juga Saya minum. Minta pizzanya dunk", aku Saya berharap.
Tapi apa yang mau dikata. Yang tersisa hanya dua sachet sambal. Sungguh menyesal.

Dan hari ini, sampai kantor pukul tujuh seperempat, Saya sudah langsung sibuk dengan berbagai kerjaan. Terlalu larut dalam kerjaan, membuat Saya lupa.
"Astaga, belum sholat", ucap Saya dalam hati sambil buru-buru berlari ke toilet untuk berwudu dan segera menunaikan sholat.

Baru beberapa saat selesai mengucapkan salam kedua, tiba-tiba terdengar suara pak Slamet, "Sholat Zuhurnya kok dua raka'at, Mas Ben? Dijamak?".
Kaget, tapi buru-buru Saya menyahut, "ah, enggak, Pak. Bukan, Saya barusan sholat dhuha". "Biasalah tiap pagi, biar rezeki lancar dan hari ini berkah", lanjut Saya.

Sesaat pak Slamet terdiam, lalu beliau berkata, "Mas Ben, ini kan sudah jam setengah satu siang. Waktunya Zhuhur". "Kalau mau Dhuha ya sebelum jam sepuluh tadi, Mas", lanjut beliau lirih.

Dan ya, Saya juga lirih menyadari nasib.

Sepertinya, Saya terlalu bergembira akan datangnya bulan Ramadhan, bulan penuh berkah ini, hehehe.

Selamat berpuasa, selamat menjalani Ramadhan, semua.

Saya bahagia. :-)

PS : Ingat, berdasarkan sms yang hari ini Saya terima, "selama bulan puasa, di siang hari dilarang bersayang-sayangan, agar pahala puasanya berkah". :-)

Labels: , , ,

3 Comments:

Blogger Batari Saraswati said...

ih benx ihh aneh-aneh aja.

8/05/2010 06:07:00 AM  
Blogger Mona said...

Beno said:
PS : Ingat, berdasarkan sms yang hari ini Saya terima, "selama bulan puasa, di siang hari dilarang bersayang-sayangan, agar pahala puasanya berkah". :-)

Ini pesen khusus buat eka ya, ben.. hihihi..

8/05/2010 07:55:00 AM  
Anonymous Nda said...

ahiyyy biasanya sayag-sayangan ya Ben #kepo

8/05/2010 08:58:00 PM  

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home