Sunday, November 25, 2012

Keajaiban Singapur

Salah satu hal yang paling saya cari setiap kali naik Singapore Airlines adalah koran harian the Straits Times.
Koran harian, 230 halaman, $ 1.00.

Kooooraaaan, dua RRrrratus Ttttiiga Puluuuuuh Halamaaaannn, "Boooook, semingguan ga kelar kali ai bacanya." Dan harganya cuma tujuh ribuan aja gituuuuuu......

Dan ini beneran koran harian lo, bukan novel Harry Potter.

Pramugari

Malam minggu sampai di Jakarta, dan setelah transit sekitar tiga jam di Bangkok, saya sekarang ada di Vientiane, Laos. Ini kunjungan kedua kalinya ke Laos setelah bulan Agustus tahun lalu. Tapi masih mau cerita satu lagi tentang Thailand ni.
Pertama kalinya nemu hotel dengan pelayan berjilbab - banyak, tidak cuma satu orang - adalah di negara Gajah Putih ini, bukan di negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia. Dan pertama kali juga saya lihat pramugari dengan usia di atas 50 (I guess) dengan body khas emak-emak, jauh dari kesan stereotype pramugari yang selama ini saya tahu. Di Garuda saya sering ketemu yang over 40 (I guess), tapi yang begini? Sepertinya cuma di Thai. Hebat ya!?!

Friday, November 23, 2012

Jilbab

Negara tercinta, Indonesia, yang katanya adalah negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia, saya belum pernah nemu pelayan hotel yang pakai jilbab. Tapi di hotel tempat saya menginap minggu ini, Nouvo City Hotel, Bangkok, ada buaaaanyaaak pegawai dan pelayannya yang berjilbab. Hebat ya ni negara?


Tidak ada label ini adalah hotel muslim, karena buaaaanyak juga di berbagai sudut hotel saya temukan patung-patung ciri khas Thailand, dan di Roof-Top Swimming Pool-nya juga gampang ditemukan bule-bule berbikini cihui, tetapi di setiap lantai ada papan informasi waktu sholat. Dan ada label Halal friendly-nya juga, jadi merasa aman tiap kali mau makan. Padahal kan selama ini saya taunya ni Bangkok adalah kota Hangover II. Hebat ya ni negara?

Eh, pertama kali baca judul tulisan kali ini bukan berpikir saya mau cerita kalau saya sekarang berjilbab kan? Hehehehe...

Eh, tapi kalau dah begini rasanya berdosa banget ya kalau mau nyari plus-plus. :-D

Cheers!
Beni, Hangover II @Bangkok

Tanya

Teringat nasehat Papa waktu saya kelas 3 SMP.

"Nanyo tu kalau ndak tau. Kalau nanyo cuma untuak mampalagak an wak labiah tau, labiah hebat, itu sombong wak namonyo. Anak Papa ndak ado nan buliah sombong surang alah he do."

Monday, November 5, 2012

Indonesia

Kisah sang teman di pagi ini.

Lama kaki berdiri, lama tangan bergelantungan, lama pundak meminggul beban... akhirnya di tengah perjalanan sang teman pusing dan badannya miring seakan hendak rebah, lalu pingsan. Sontak para penumpang, yang berdesakan di dalam kereta dari Bogor ke Jakarta tersebut berteriak. Dan dengan sigap, seorang Ibu-Ibu berdiri, merangkul sang teman dan membuat dia duduk di kursi yang si Ibu tempati tadi.

"Kipas-kipas, teh panas, air panas, yang punya air panas kasih sini....", teriak si Ibu. "Minyak angin, minyak angin, ada yang punya minyak angin", suara si Ibu makin keras.

Tiga orang, lima orang, sepuluh orang, entah berapa orang. Namun yang jelas, dari sudut matanya yang tertutup layu, sang teman sempat melihat betapa orang-orang di kereta berebutan untuk menyodorkan air minum hangat mereka, roti selai mereka, tisu, dan ada yang langsung asik mengipas-ngipas.

"Turun di mana, nak? Ini udah mau masuk stasiun Tebet. Turun di mana? Ayo Ibu antar saja kamu. Biar Ibu saja yang antar. Ini kamu tidak bisa dibiarkan melanjutkan perjalanan sendiri." 

Sesaat kereta berhenti, orang-orang serempak memberi ruang buat sang teman bergerak, dibopong si Ibu dan seorang pemuda. Keduanya lalu mendudukkan sang teman di bangku stasiun.

Sepuluh menit berlalu, setelah berulang kali meyakinkan si Ibu bahwa dia baik-baik saja, sang teman meminta si Ibu untuk melanjutkan perjalanannya.

Tak lama si Ibu pergi, sang teman berkata kepada si pemuda, "Boleh temenin saya beli makanan buat orang-orang di sana. Saya harus membayar semua ini. Walau tak yakin ini bisa mengganti, tapi saya ingin mengembalikan harga diri ini."

Dalam kebingungan, akhirnya si pemuda menemani sang teman membeli tiga puluh bungkus nasi di warteg stasiun, dan membagi-bagikannya kepada orang-orang yang berkekurangan di sekitar sana.

"Terima-kasih atas bantuannya. Sebenarnya tadi saya hanya berpura-pura mau pingsan di kereta agar bisa duduk, tapi ternyata kebaikan mereka telah menyadarkan saya," ujar sang teman sambil pamit berlalu.

Thursday, November 1, 2012

Duka

Pagi ini dapat kabar, istri dari abang sahabat saya meninggal dunia.
Istri yang dicintainya, dipanggil Allah SWT saat sedang rebahan di kasur menyusui sang bayi yang baru berusia 14 bulan, kemaren malam.

Allah Maha Kuasa.
Dalam air mata, doa kami untuk mereka.