Sunday, April 28, 2024

Kemacetan Jakarta

Saya tidak apa-apa dengan kemacetan Jakarta.

Maksud saya, bukan berarti saya menyukainya. Terjebak di jalanan, menebalkan kesabaran, tanpa kepastian pukul berapa sampai di rumah.

Saya koreksi.

Saya menyenangi menyetir mobil, di kala berangkat ke kantor di pagi hari ataupun saat pulang ke rumah di kala petang.

Di rumah, terbenam dengan cengkrama bersama keluarga.

Di kantor, terhanyut dengan riuhnya kejaran dunia.

15 km antara rumah dan kantor, adalah suaka saya.

Sendiri, saya senang. Seringnya sambil bernyanyi sendiri.

Berdua dengan kekasih hati, senangnya apalagi. Seringnya sambil bercerita bersama.

Semakin lama di perjalanan, saya tidak apa-apa.

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home