Tuesday, June 12, 2012

Live, now

Terperangkap di sisi paling bawah piramida Maslow.

Set dah....

Thursday, June 7, 2012

Ngenes Lanjutan

Jadi tadi adalah jamuan makan malam terakhir selama acara saya di Brunei.
Nah, saat jamuan makan malam, ada live music-nya. Mereka menyanyikan lagu Ayam den Lapeh, lagu daerah Minang Kabau Sumatera Barat, tetapi dengan tangkasnya si penyanyi menyebutkan itu adalah lagu dari daerah Serawak.
Ngenes sekali rasanya.
Lanjut lagi, ada seorang dari delegasi negara tetangga yang ingin ikut bernyanyi. Saat diberi kesempatan, dia langsung naik ke panggung, pegang mic dan bersiap bernyanyi.
"Thank you very much for this oppurtunity. As now is June, so I would like to sing the song about this June". 
Sesaat, dia langsung mulai bernyanyi, "Hey June, don't make it bad Take a sad song and make it better."
Ngenes berlanjut.
Sudah ah. PR sudah kelar, sekarang waktunya bobo. 

Wednesday, June 6, 2012

Ngenes 1001 Malam


Oke, lanjut tentang kisah di negara kaya raya ini.

Ada satu lagi yang membuat saya ngenes.

Jadi kan ceritanya saya tidak menginap di hotel tempat acaranya diselenggarakan. Kamar yang paling muraaaaaaah, dengan tarif khusus yang sudah didiskon adalah 280 dollar (udah... ga perlu dihitung berapa rupiah). Jadi saya memilih tinggal di hotel kecil, sekitar 20 menit jaraknya tanpa macet. Mirip kamar di hotel Amaris kalau di Jakarta, tapi harganya mirip Four Season. Bikin ngenes.

Tapi, untungnya ada dari panitia yang selalu jemput antar saya. Dua orang, satu tuan satu puan (ala logat lokal ni ceritanya, hehehe). Pagi ini si puannya telat datang, jadi cuma sendirian si tuan nyetir jemput saya di hotel tempat saya menginap.

Pas saya sampai di hotel acara, turun dari mobil jemputan, ternyata tak jauh saya lihat si puan juga keluar dari mobil Pijat 207 merah.

Belum sempat saya bicara, si puan langsung berkata (dalam logat lokal), "Maaf tadi tak bisa jemput, mobil saya sedikit masalah. Padahal ini mobil baru saya beli. Susah memang kalau pekerja bawah, cuma bisa beli mobil murah."

Dan dia ngomongin mobil Pijat 207 merah????

Ngenes abis!

Tuesday, June 5, 2012

Level of Welfare of the Public Servant: Regional Perspective

Kebanyakan orang cukup tahu kalau tingkat ekonomi negara-negara di Asia Tenggara itu sangat bervariasi. Dilihat dari sudut pandang GDP per kepala nya aja, ada negara yang cuma seribuan dollar Amerika, tetapi ada juga yang negara EMPAT PULUH kali itu.

Walau tidak sebegitu seperempat puluhnya, tetapi tiap kali saya ikut rapat yang diikuti para pegawai negeri dari 10 negara ASEAN, cukup terlihat bedanya, baik dari baju, jam, HP, atau di hotel mana mereka menginap. Brunei atau Singapore, biasanya dimana rapat diselenggarakan, di sanalah mereka akan menginap, berapapun tarif hotelnya, tetapi negara lain, pasti minta cariin hotel puaaaaling murah.

Tapi lain cerita jika rapat pegawai perusahaan-perusahan minyak dari semua negara ASEAN, atau rapat pegawai perusahaan listriknya. Semuanya cihui-cihui...

Jadi, mau negara manapun, pegawai BUMN gitu duitnya banyak-banyak ya? Hehehehe.

Oh ya, judul tulisan kali ini keren kan ya?
Soalnya kan saya level kerjaan sekelas pegawai BUMN, level kesejahteraan sekelas pegawai negeri, hehehe.

Rebutan Susah

Ceritanya lagi ikut jamuan makan malam.

Celongok-celongok, ceritanya mau nambah pergaulan, maka ikut lah saya di meja yang isinya para petinggi perusahaan listrik dari beberapa negara tetangga.

Ha ha hi hi, cipika cipiki... Tidak lama, sudah mengalir saja saling bercerita.

Namun menariknya, saat saya cerita tentang satu kebodohan saat di ada pertemuan di Bali minggu kemaren, eh si Bapak A cerita juga kalau dia ada pengalaman yang sama, si Bapak B juga cerita yang sama, lebih bodoh lagi malah, si Ibu C ikutan nimbrung dengan kisahnya yang lebih susah dan lebih bodoh.

Sejenak saya berpikir, kenapa kita selalu rebutan untuk cerita paling susah ya?
Belum selesai seseorang cerita tentang pengalamannya, kita dah langsung nimpali, "oh iya, saya juga pernah. lebih parah emang, bla bla bla bla....."

Susah aja kok rebutan pamer ya kita ya?
Sulit kali ya untuk mendengar dan berempati saja?

Ho oh, sulit, nyatanya para pejabat aja ga bisa, hehehe.

Ya sudah, tidur dulu, Brunei sudah sepi. Emang sepi sih ni negara, jam 7 malam dah jarang banget orang yang berkeliaran, hehehe. :-D

Monday, June 4, 2012

1 of 10

Suka statistik?

Nah, saat makan siang tadi, seorang Ibu-ibu yang satu meja makan dengan saya berkata, "Secara statistik, 9 dari 10 dari kita akan mendengarkan nasehat orang lain saat pertama kali, dan hanya 1 dari 10 yang mendengarkan nasehat orang dekatnya saat pertama kali walaupun itu benar adanya."

Empire Hotel and Club, Jerudong, Brunei Darussalam. ;-)

Brunei Pusing

Kemiripan bahasa adalah satu di antara sekian hal yang menjadi alasan mengapa saya berpikir berkunjung ke Brunei itu akan sangat menyenangkan.

Namun, baru dua hari, saya menyadari kemiripan itu bukanlah kesamaan.

Mirip, bukan sama. Jadinya malah sangat membingungkan. Kalau sudah begini, saya lebih memilih untuk berbicara dalam bahasa internasional saja. Bukan, bukan bahasa Inggris, tetapi bahasa Tarzan. :-D

Lanjut nanti, rapat dulu. :-D

Saturday, June 2, 2012

3 x 24 jam

Saat sama-sama sedang bermasalah, dan ternyata pasanganmu lah yang duluan bercerita tentang kesusahannya, maka berfokus pada masalah dia, dengarkan dan dengarkan... Lupakan permasalahanmu atau tunggu hingga 3 x 24 jam.
Dengan ini, maka kalian akan berbahagia selamanya.
Nasehat si Bapak kursi 21 F, Garuda Indonesia, Denpasar-Cengkareng, 1 Juni 2012, 21.00.