Friday, September 30, 2011

Kualitas Lulusan sebuah Perguruan Tinggi, Mitos atau Fakta?

Ada dua mitos yang paling santer di dunia tentang lulusan dari sebuah perguruan tinggi di Bandung sana.
Pertama, pintar tapi songong.
Kedua, sendirian tugas ga kelar, bedua malah berantem.

Okeh, baiklah.

Jadi, sudah sebulan ini saya punya direktur baru di kantor. Kebetulan, untuk periode kali ini, Direkturnya adalah dari Indonesia, dan kebetulan juga berasal dari perguruan-tinggi-yang-dimaksud di atas. Ehhemm, sama dengan saya.

Semua orang di kantor, lokal maupun import, selalu menggadang-gadangkan bahwa saya akan jadi anak emas di kantor. Tetapi sepertinya dua mitos tersebut tidak sampai ke telinga mereka. Dan mereka juga tidak (belum) tau apa yang terjadi di gedung putih dalam beberapa minggu terakhir ini.

Seperti kemaren sore (oke, aturan kantor, semua percakapan resmi harus pakai bahasa bule, tetapi saya terjemahkan seingatnya saja).

D: Kamu lapor ke saya tentang program ini.
B: Jadi begini, Pak. Program ini adalah tentang ...
D: Oke, stop! Saya tau. Permasalahannya adalah begini begitu. Jadi sekarang kamu harus lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini. Dan kembali ke saya sore ini untuk laporan.
B: Sudah, Pak. Saya sudah kerjakan itu semua.
D: Oh, bukan. Jadi gini, kamu harus lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini.
B: Iya, Pak. Saya sudah lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini.
D: Bagaimana bisa? Kan saya baru bilang. Jadi sekarang kamu lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini. 
B: Iya, tetapi semuanya sudah saya perkirakan, Pak. Jadi saya sudah lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini, semuanya.
D: Ya, sudah kalau gitu. Sekarang kamu lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini. Sore ini kita diskusikan.

Dan ya, sesuai aturan pertama dan satu-satunya dunia kerja, maka kembalilah saya lakukan ini, lakukan itu, kerjakan ini-itu, kerjakan itu ini.

Dan ya, ini sudah untuk kesekian kalinya. Entah sampai kapan saya bisa bertahan. I am just simply not a yes-boss-type!

Oh ya, kembali ke soal mitos di atas, seorang teman di bagian keuangan menyampaikan sebuah hipotesis tentang lulusan perguruan-tinggi-yang-dimaksud berdasarkan pengalaman dia berinteraksi selama ini dengan banyak lulusan perguruan-tinggi-yang-dimaksud.

Lulusan perguruan-tinggi-yang-dimaksud itu, kalau diremehkan dia songong, kalau dipuji dia makin songong.

Hahahaha, jujur sekali.

Tersinggung kah saya? Oh tidak, kan saya tidak termasuk yang dimaksud di awal, karena sebagai lulusan perguruan-tinggi-yang-dimaksud, saya cuma kebagian songongnya doank, pintarnya kagak, hehehehe. Lagipula, sekarang kan, seperti kata sang teman, move on, menguning. :-D

Wednesday, September 28, 2011

Tips Wawancara: Kalkulator

Mewawancara seseorang untuk Renewable Energy Expert.

Penanya: Coba diceritakan apa saja segala aktifitas saudara di bidang energi terbarukan selama ini?
Pelamar: Saya selama ini sangat konsen dengan perkembangan energi terbarukan di Indonesia. Tidak hanya sebatas konsep di kertas tetapi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Penanya: Contohnya?
Pelamar: Hooo, contohnya...... kalkulator. Dalam memakai kalkulator, saya selalu memilih kalkulator yang ada tenaga suryanya.

T_T

Tuesday, September 27, 2011

Dodor

Baiklah, di minggu ketiga ini saya akui kuliah mulai terasa kedodoran.
Ini awalan yang tidak memuaskan. Pekerjaan di kantor memang sangat banyak tapi ini kan baru minggu ketiga. Masih ada sebelas minggu lagi dan saya tidak mau melewatinya hanya sekedar buat nilai.

Geblek mungkin salah satu penyebab mengapa saya tidak bisa menyerap semua hal dengan baik dan cepat, tetapi harusnya ada yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Ayo bersemangat!
Pagi ini jalan kaki ke kantor, tubrukan sama petugas polisi lalu lintas. Dan dia berulang kali minta maaf. Sepertinya ini tanda bahwa hari ini akan berjalan baik. Tugas saya hanyalah menjalaninya dengan ikhlas dan bersemangat. Cukup sederhana, bukan? :-)

Friday, September 23, 2011

Pelajaran Bahasa Inggris: Kata Jamak

Jadi kemaren siang ada seorang Ibu-ibu muda-gaul-modis dan anak perempuannya, kira-kira usia 5 tahun. Sepertinya suami si Ibu ini adalah bule, atau mungkin menerapkan pola pendidikan ala luar negri pada anaknya sehingga komunikasi antara dia dan si anak didominasi percakapan dalam bahasa Inggris namun tetap diikuti artinya dalam bahasa Indonesia.

Sewaktu si Ibu sedang asik mengobrol dengan rekan kerjanya, tiba-tiba si anak tidak sengaja menumpahkan gelas minumannya sehingga mengenai rekan kerja si Ibu.

Si Ibu yang tidak enakan langsung berkata, "Honey, you have minta maaf banyak-banyak sama Om ya."

Merasa bersalah si anak langsung menyahut, "I am sorries, Om. I am sorries. Saya minta maaf banyak-banyak."

---
Correct! We add s or es after plural words. :-D

Thursday, September 22, 2011

Asia

Pagi ini CNN, Euronews, RT, France24, Al Jazeera, semuanya membahas tentang ancaman resesi ekonomi dunia.

Tetapi ChannelNews Asia malah asik membahas seberapa bersih/kotor sepatu dan kaus kaki anda.

Ya, ini masanya Asia.

Update: Kamis pagi, di saat saya lagi manteng-manteng depan cermin mikirin hari ini pakai baju apa, kolega dari Amerika telpon nanya-nanya soal kerja. Ironis sekali saudara-saudara. Ya, ini masanya Asia. :-D

Saturday, September 17, 2011

Baru Sadar

Kuliah lagi ternyata adalah cara terbaik untuk menyadarkan diri bahwa ternyata saya geblek banget. Kok selama ini ga ada yang bilangin ya?

Malam minggu ngerjain PR. :-D

Sunday, September 4, 2011

Cover Letter Cinta

Jadi, ceritanya jam tiga subuh nanti saya sudah ditungguin si sopir taxi yang akan mengantarkan diri ini ke bandara. Ada tugas kantor ke Hanoi sampai hari Kamis nanti. Tapi bukannya buru-buru tidur, saya malah asik dengan laptop, menyiapkan sebuah cover letter. Bukan, bukan dalam rangka cari kerja baru, tetapi kebetulan ada sebuah pelatihan yang menarik untuk diikuti.

Jadi, di cover letter tersebut, saya harus menjawab tiga pertanyaan yang diajukan, yaitu:
1. What has been your biggest achievement to date and why?
2. What do you aspire to be?
3. What sets you apart?

Saya coba jawab ya.
1. Menikahi seorang perempuan yang cantik hati dan rupanya pada tanggal 26 Maret 2011 yang lalu.
2. Menjadi suami yang cakap memenuhi hak istri tercinta sesuai syariat Islam.
3. Cinta sejati dari istri tercinta.

Bagaimana jawaban saya?

Eh, sudah mengantuk, saya tidur dulu. Mudah-mudahan tidak telat bangun. Saya harus berangkat pagi karena sebelum terbang ke Hanoi, mau singgah dulu di Changi, numpang mandi. Belum mandi dari sore gara-gara ga ada air.

Hehehe, selamat malam.
Ditunggu ya tanggapannya terhadap cover letter saya. Insya Allah jika terpilih, saya makan di KFC. :-D