Thursday, March 29, 2012

Kurang Gaul. Sekian.

Salah satu permasalahan besar saya KP alias kurang pergaulan.
Pola pikir yang terhitung miring dibanding orang kebanyakan, biasanya menjadi faktor utama kenapa saya sulit sekali untuk bersosialisasi atau berbaur dalam sebuah kelompok atau komunitas.

Sudah khatam baca Never Eat Alone, guna mencari solusi untuk hal ini tetapi jelek pada implementasi.

Sesuai saran istri, saya memutuskan untuk mencoba ikutan di berbagai kegiatan. Ikut kelas Akademi Berbagi, ikut nonton TEDxJakarta, daftar Innovation Talk BIA, bahkan saya mendaftar jadi petugas di Indonesia Mengajar.

Tetapi sepertinya emang belum nyampe sana takdir maksud dan tujuannya.

Akber batal ikut karena kudu kuliah, yang TEDx bakal batal juga karena hari Minggu besok itu saya harus berangkat ke Bangkok, yang Innovation Talk juga sepertinya suram karena harus nyelesain tulisan buat majalahnya PBB, yang ikut program ngajar kecil-kecilan? Nah, suram juga kayaknya karena pas ngisi motivasi saya bingung nulis apa.

Masih bakal kurang gaul nih kayaknya.
Sekian.

Sunday, March 25, 2012

Pagi

Berhenti lah egois dan hanya memikirkan diri sendiri! Kamu sudah dewasa.

Wednesday, March 21, 2012

Foto

Kalau orang kirim tulisan ke surat kabar atau majalah suka deg-degan menunggu tulisannya dimuat atau tidak, saya malah deg-degan menunggu foto wajah yang saya berikan sebagai bagian profil penulis bisa diterima atau tidak.

Pengalaman di tiga tulisan terakhir, selalu berujung.

Dear Mr. Suryadi.
Thank you very much for the submission. It's a very good one. Anyway, would you mind to send us another photo of you?

Kupreeeett. :-D

Tuesday, March 20, 2012

Cerita

Sejenak saya menyadari, ketika sedang banyak masalah dan berjuta keluhan terasa, yang saya butuhkan bukan orang yang mendengarkan.....tetapi orang yang bayak bercerita.... cerita.. cerita... cerita banyak....

Saturday, March 17, 2012

B

Lumayan cekot-cekot pinggang habis beberes apartemen dan ngikisin bekas lem dan cat di lantai yang walaupun kalau kita ibaratkan apartemennya seluas Indonesia raya, saya baru berhasil ngeberesin hingga Lampung.

Namun, apalagi yang bisa membuat saya bisa bahagia untuk tidur setelah makan nasi Padang hari ini menuntaskan segala capek, selain menemukan salah satu pesona kegantengan waktu kuliah dulu.

Topi B. ;-D


Wednesday, March 14, 2012

Kritik

Barusan ditanya sama keponakan.

Bagaimana caranya mengkritik tanpa pernah bisa dikritik balik.

Kalau caranya mengkritik tanpa marah jika juga dikritik balik, Alhamdullilah ni saya sudah mulai belajar.

Tapi tanpa pernah bisa dikritik balik?
Gimana ya? Ada yang tau?

Kalau dikelitik? :-D

Tuesday, March 13, 2012

Gila!

Ga ingat ini siapa yang pertama kali ngomong begini.
Tapi katanya, kalau kita sudah menganggap semua orang gila, berarti sebenarnya kita lah yang gila.

Gila ya kalau kalimat gila ini beneran kejadian. Gila!

:-D

Monday, March 12, 2012

Miss bukan Mississ

Kesalahan berulang.
Minggu lalu dua kali, dan hari ini baru saja terjadi lagi.

Saya ingat sekali bahwa dulu di setiap sural elektronik, setelah nama mereka menuliskan (Mrs.). Saya ikuti. Tetapi haruskah saya mengecek setiap kali berkirim surel?

Barusan kena damprat lagi, bukan Mrs. tapi Ms.
Lah, kok berubah?

Harusnya Ms. aja lah ya semua biar ga bikin salah lagi.
Kalau tetap mau pake Mrs. ya Mrs. Nama Suami, hehehe.

Bukan begitu Ibu Budi? (Lah ini contoh di bahasa Indonesia malah pakai nama anaknya, gimana dunk?)

Ba a lai.

Sibuk, sibut berat.
Banyak banget yang harus dikerjakan.

Tapi ada satu keanehan.
Ada satu kerjaan, yang tiap kali saya mau mulai, bawaannya langsung mumet mentok.

Dibawa ngerjain yang lain, lanjut.
Balik lagi nyoba ngerjain yang ini, mentok mumet.

Padahal skala susahnya cuma medium.

Ba a lai ko.

Saturday, March 10, 2012

Resep Langgeng

Baru nonton Indonesian Idol.
Iya, episode barusan yang ada Ayu Ting Ting-nya.
Ada peserta bapak tua berumur 66 tahun, ingin tampil, karena mau menyanyikan lagu buat istrinya yang sedang stroke.
Sang istri, cinta pertama dan terakhirnya.
"Komunikasi," ucap sang bapak mantap ketika ditanya resep langgengnya. "Do not extend any error, jangan pernah memperpanjang masalah. Selesaikan saat itu juga," lanjutnya.

Terima-kasih, Pak.

Friday, March 9, 2012

Butuh dan Ingin

Kebutuhan atau keinginan.
Ini satu dari sekian pelajaran yang saya dapat dari Papa.
Dari kecil, kita selalu diwajibkan untuk presentasi setiap kali akan meminta sesuatu.
Mau sepeda, mau meja belajar, mau komputer, sampai mau buku.
Seberapa butuh, atau hanya keinginan belaka.
Waktu kuliah, sekitar satu tahun, entah berapa belas kali presentasi tentang kebutuhan akan komputer, baru Papa membelikannya.
Buku kuliah, jangan tanya. Sekali saya bilang minta uang untuk beli buku kuliah, ces plong, uang langsung tersedia. Urusan pendidikan Papa ga kompromi, semuanya masuk kategori kebutuhan.
Yang lain, saya musti benar-benar mempersiapkan proposalnya, menemukan sejuta alasan kemanfaatannya agar disetujui Papa.
Sedari kecil, saya terbiasa seperti ini.
Hingga sekarang pun, walau tak lagi harus minta izin Papa setiap kali akan beli sesuatu, mikirnya sungguh amat sangat lama.
Jadi kebiasaan.

Sampai satu ketika, Papa menasehati saya.
"Sadarkah kamu kalau kamu jadi terlalu pelit pada dirimu? Kamu butuh 10, tetapi kamu cuma ingin 3. Sesekali, kamu harus memenuhi kebutuhanmu. Papa yakin kamu sudah cukup dewasa memutuskan itu."

Ya, saya sadari kadang level keinginan saya berada jauh di bawah level kebutuhan kita.
Dan pada beberapa hal, ini tidak baik.
Terima-kasih, Papa.

Pertanyaan Hari Ini

Apakah bos yang hebat itu beneran ada?
Cari dimana?

Thursday, March 8, 2012

Bener Kata Ibung

Banyak hal dalam hidup yang tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Seringkali terjadi saat kita merasa sudah mempersiapkan segalanya.

Saya punya kebiasaan baru.

Setelah cukup frustasi naik bis dan macet kupret, saya memutuskan untuk walk to work dari apartemen di bilangkan Kalibata ke kantor di Kuningan.

Beberapa waktu lalu, saya dan istri menemukan betapa indahnya naik kereta. Jadilah setiap pagi berangkat kantor dan sore pulang kantor saya menjadi pelanggan baru kereta yang dinamakan Commuter Line.

Apartemen dan kantor cuma jarak dua stasiun, 5 menit joss.
Sungguh nikmat memikat.
Dari stasiun tinggal nyambung naik angkot, 15 menit joss.

Double Joss?

Harusnya. Tapi kupret lagi, angkot dari stasiun susahnya setengah ampun. Yang nungguin bejibun, angkotnya tribun (ga nyambung, cuma maksa rimanya un-un, hehehe). Maksudnya angkot dikit banget.

Seperti pagi ini.
Rebutannya setengah ampun. Saya songsong jauh berharap nemu angkot kosong. Ada di seberang jalan. "Oke lah kalau harus berlawanan arah dulu terus balik lagi, gpp," pikir saya. Eh, pas saya dah sampai seberang, ada angkot kosong lewat. Double kupret.

Keringetan, maki-maki.
Akhirnya saya putuskan jalan kaki saja ke kantor sambil ngedumel tak henti.

Baru jalan, tiba-tiba ada sebuah sedan Civic menepi dan membukakan pintunya.
Dan ternyata, itu adalah John Sukardi Purba, seorang arsitek sukses teman sebangku waktu SMA (bukan satu bangku duduk pangku-pangkuan ya, tetapi sebelahan gitu, hehehe).

Sungguh tak diduga. Kantornya searah dengan saya, sehingga saya bisa numpang dengan cerianya.
Sesaat, saya menyadari dan menyesali telah memaki-maki pagi ini.

Tuhan sebenarnya sedang mengatur saya ketemu teman lama, yang hampir 4 tahun tak bertemu.


Dan kita larut dalam nostalgia bersama.

Benar kata teman saya Ibung, semua yang terjadi sudah ditetapkan, dan ada alasan dari setiap halnya mengapa itu terjadi.

Paling ga, ini telah membuat saya pagi-pagi gini saya agak beneren dikit. :-D

Wednesday, March 7, 2012

Jantung Hati


Travelling

Baiklah.

Beberapa teman memaksa saya untuk cerita tentang Tokyo dan Jepang setelah minggu lalu saya ada kesempatan berkunjung kesana. Beberapa kali saya bilang, tidak ada hal spesial yang saya temukan selain kehangatan bertemu dan mengobrol puaaaaaasss dengan teman yang saya jumpai; Goio, Ibung, Ferry, dan Batari.

Semua yang saya lihat di sana sama saja dengan cerita yang saya baca di buku atau internet, dan dari apa yang saya lihat di layar tv.

Tak ada hal baru yang ditemukan sama sekali?

Oke, ada memang, dan maaf ini agak terkesan pornografi. Silahkan berhenti di sini jika kamu belum cukup usia 22 tahun.

Satu, kalau kamu pernah atau malah sering sekali baca komik Jepang, percayalah bahwa -sudah saya ingatkan ini akan terkesan porno- bagian dada perempuan Jepang itu sungguh tidak sebesar yang digambarkan. Sepanjang daerah Shibuya, Shinjuku, Akihabara dimanapun banyak saya temukan toko-toko yang menjual gambar-gambar begitu, semuanya tampil dengan porsi besar. Bahkan, kamu tahu ada satu kelompok nyanyi perempuan yang anggotanya sungguh oh sungguh banyak sekali -dan ya mereka punya kloning ala Jakartanya-? Saya menemukan satu toko khusus asesoris tentang mereka dengan poster yang menipu.

Kedua, soal indera perasa kulit. Saya sudah cukup lama hidup dalam keheranan. Tidak menemukan jawabannya mengapa sering sekali kita lihat wanita berbaju seksi dan memakai rok yang sungguh pendek di acara malam. Tidakkah mereka kedinginan? Saya menemukan jawabannya di Jepang. Ternyata kulit bagian paha memang tidak memiliki indera peraba rasa dingin. Terbukti, di saat saya begitu menggigil -dua lapis jaket, dua lapis sarung tangan, semua serba berlapis- cewe-cewe Jepang dengan santainya memakai rok pendek -ya, seperti yang sering kamu liat di anime itu- tidak berlapis sama sekali kecuali beberapa di antara mereka ada yang memakai kaus kaki tinggi. Mereka memakai jaket berlapis juga seperti saya, banyak yang tebal-tebal sekali malahan. Tetapi tidak untuk bagian kulit paha yang diperkirakan tak ada sensor dinginnya.

Dua hal ini baru saya ketahui setelah berkunjung ke Jepang dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri.

Tapi kalau boleh saya menyampaikan kesimpulan umum -bahwa sebenarnya saya tidak sama sekali penentang jalan-jalan- bahwa ada satu pelajaran penting yang akan bisa kita temui dengan berjalan-jalan ke negeri orang.

Kamu tahu betapa seringnya kita mendengar berita tentang kehebatan bangsa Jepang atau orang Prancis? Betapa kita begitu sering menganggap mereka sangat luar biasa keren. Bikin robot ini, terbang ke luar angkasa, nyanyi kelas dunia?

Percayalah, setelah pulang dari dua negara itu, saya menyadari bahwa mereka pun tak lebih dari kita. Yang datang ke sini atau yang kita lihat di tv mungkin memang ganteng dan keren-keren, tetapi percayalah. Saya sudah mengunjungi kedua negara tersebut, dan ternyata di sana banyak sekali saya temukan orang Jepang yang jadi pelayan toko atau jadi sopir bis, dan banyak sekali saya temukan orang Prancis yang jadi tukang sampah. Bahkan kalau di sini kita terkesan menganggap para bule keren, tahukah kamu selama di sana, saya yang dilayani. Saat makan siang, semua pelayannya orang Jepang. Semuanya pada nunduk-nunduk terima-kasih saya sudah mau makan di restoran mereka.

Ga semua tentang luar negri itu keren! Jadi kita tak perlu minder. Cobain deh travelling ke sana kalau ga percaya.

Benar begitu kan, Mona? :-D

Tuesday, March 6, 2012

Banyak

Saya punya banyak sekali blog.


Sekian.
:-D

Wajah

Ini sudah yang kesekian kalinya mendengar;
"Kamu wajahnya ikut pemikiran ya, bukan usia."

Maksudnya ganteng, bukan? :-D

Thursday, March 1, 2012

So Very Much

Jadi pagi ini terima surel dari seseorang. Isinya pendek saja.

"Thank you so very much for your work".

Ahaha, kesempatan ni balas pikir saya. Sang pengirim surel adalah orang yang sangat tertib dalam berbahasa. Bahkan saat dia kirim surel pribadipun, bahasanya tetap saja - kalau pakai istilah di kita - sesuai dengan EYD.

Tak lama, datang balasan lagi dari dia. Kalimatnya sama, cuma ada kata yang dibuat tebal.

"Thank you so very much for your work."

Sepertinya sekarang saya tahu mengapa dia menulis seperti itu. Senangnya. ;-)