Friday, February 20, 2009
Tuesday, February 10, 2009
Sunday, February 8, 2009
Thursday, February 5, 2009
Monday, February 2, 2009
four eyes, not "four eyes"
Ingat gw pernah cerita kalau lagi trallala trilili sama Boss di kantor, nah actually I don’t realize how worst my Boss gets angry with me, until this morning when I came to his room to talk.
Me : Permisi Pak, maaf ganggu. Jika ada waktu saya ingin bicara empat mata.
Boss : (mendongak melihat ke gw) Maaf, saya sibuk, saya tidak tertarik bicara empat mata.
Me : Kira-kira, kapan Bapak punya waktu untuk kita bicara empat mata (yah, namanya bawahan, haruslah berlaku sebagai bawahan, keep low voice, huhuhu).
Boss : Saya bilang saya tidak tertarik bicara empat mata, acara bodoh apa itu. (bicara dengan nada mulai naik)
Me : (bengong)
Me : Maaf, Pak. Maksud saya bicara empat mata, bukan empat mata.
Boss : Iya (masih dengan nada tinggi). Emangnya kamu pikir saya ga tau kalau sekarang acaranya dah ganti jadi Bukan Empat Mata. Akal-akalan bodoh itu.
Me : (feels like the thunder lights me) Baik Pak, kalau begitu saya permisi.
Dan berlalulah gw dengan ngurut-ngurut dada.
I guess maybe I’ve made a very very very serious mistake in the office that makes my Boss so mad with me. Something that makes him can’t think clearly he when saw my face.
Get back to work Benx
PS : TUKULLLLLL, it’s your fault. TUNGGANG WAJAB Luuuuuu………
Me : Permisi Pak, maaf ganggu. Jika ada waktu saya ingin bicara empat mata.
Boss : (mendongak melihat ke gw) Maaf, saya sibuk, saya tidak tertarik bicara empat mata.
Me : Kira-kira, kapan Bapak punya waktu untuk kita bicara empat mata (yah, namanya bawahan, haruslah berlaku sebagai bawahan, keep low voice, huhuhu).
Boss : Saya bilang saya tidak tertarik bicara empat mata, acara bodoh apa itu. (bicara dengan nada mulai naik)
Me : (bengong)
Me : Maaf, Pak. Maksud saya bicara empat mata, bukan empat mata.
Boss : Iya (masih dengan nada tinggi). Emangnya kamu pikir saya ga tau kalau sekarang acaranya dah ganti jadi Bukan Empat Mata. Akal-akalan bodoh itu.
Me : (feels like the thunder lights me) Baik Pak, kalau begitu saya permisi.
Dan berlalulah gw dengan ngurut-ngurut dada.
I guess maybe I’ve made a very very very serious mistake in the office that makes my Boss so mad with me. Something that makes him can’t think clearly he when saw my face.
Get back to work Benx
PS : TUKULLLLLL, it’s your fault. TUNGGANG WAJAB Luuuuuu………
70 on the street

slightly thinking kalo ngojekin payung adalah alternatif yang berprospek juga buat gw, but finally berangkat jugalah gw ke kantor. and now, gw dah di bis 70 jurusan blok m-joglo. but hei, where's the people. kenapa cuma gw doank yang ada di bis ya. jangan2 pilihan gw pagi ini salah. dari pada ngantor, orang2 kayaknya lebih memilih melanjutkan bercinta saling menghangatkan dalam selimut berdua dengan pasangannya (atau bertiga, berempat, berlima... ini mah kayak ritual aliran si satrio piningit yang gw lihat di tv, hehe). anyway, andai gw juga dah punya bini jadi kan juga bisa maen hanget2in. (syirik mode: aktif tak terkendal)
morning rain

situation : monday mornig, hard rain, flood. so i... (a). text the office, say rumah kebanjiran 3 meter ga bisa keluar rumah... and then get back to sleep. (b). text the office say demam tinggi gara2 kena hujan dari semalam, and get back to sleep. or (ç). switch off the cellphone and of course, nyungsep balik dalam selimut, anget2an sama bini (hoho, i wish). but, bad news the only choice for karyawan rendahan like me is (d). ga peduli hujan, terpaksa basah-basahan berangkat kantor naik bis... huhu. but like kodok-kodok ijo di got say GET THE MORNING RAIN SPIRIT... kwok... kwok (niru suara kodok)




