Thursday, December 27, 2012

ETis: Kontesistensi Cabe

Bagaimana caranya mengetahui bahwa perkembangan thesis kamu dalam kondisi yang memprihatinkan?

Jawabannya adalah saat bimbingan, si dosen menjelaskan dengan analogi contoh cabe.

Jadi begini, Ben. Saya mau jual cabe, kamu mau beli cabe. Terserah lah saya biaya produksi transportasi segala macam berapa, terserah kamu punya duit cuma berapa penghasilan kamu berapa. Yang jelas, saya, kamu, sepakat harga jual beli cabe sekilo segini. Gitu aja kok bingung.

Rrrgghhrrrrr.....
Padahal sebelumnya saya sudah gaya-gaya pamer ngerjain tesis dengan topik paling susah sedunia.

Oh ya, kuliah sudah berakhir (asumsikan saja saya lulus semua mata kuliah), jadi minggu kemaren kita sudah sayonara-sayonara. Lucu juga ya ada acara haru-harunya segala. Tapi untunglah ada cewenya dua, kalau ga saru juga cipika-cipika perpisahan laki semua, hehehe.

Photo credit: Wegig atau Partogi, lupa siapa yang foto. :-D

Wednesday, December 26, 2012

Terbit Januari 2013

Si Profesor beberapa kali dihubungi untuk jadwal bimbingan, tetapi ga bisa melulu.

Bukan salah saya kalau sekarang saya malah asik menyelesaikan sentuhan terakhir buku terbaru. Ya, ISBN-nya sedang diurus. Insya Allah awal 2013 buku terbaru tulisan saya (dan tiga orang lain) di bidang energi terbit.

Senang, senang....buah konsistensi di tahun 2012 :-)

Habis ini, lanjut dengan kontesistensi. :-D

Tuesday, December 18, 2012

ETis: Bukan Kesengajaan

Berkelana mengumpulkan bahan bacaan untuk referensi tesis, sampailah saya pada sebuah bahan yang sangat menarik ini. Ya, soal keaslian, bukan plagiat memang menjadi momok. Tetapi baru kali ini saya menemukan pernyataan langsung seperti ini.


Ini bukanlah suatu kesengajaan. :-D

Oh ya, perihal kontesistensi sempat mengalami gangguan. Tadi malam harusnya jadwal ujian akhir dan saya merencanakan untuk lanjut bimbingan dengan si Profesor. Tetapi ternyata, si Profesornya sedang melancong ke Yogya, lupa kalau kemaren tu harusnya ada ujian, hehehe.

Berita baik, berita buruk.
Baik, karena saya jadi ada waktu untuk memperbaiki sebelum bimbingan lagi.
Buruk, karena mood saya dah ngedrop lagi aja, padahal kan harusnya kontesistensi, hehehe.

Monday, December 17, 2012

Roti 50%

Jadi ada satu toko roti dan kue yang cukup populer di food court komplek bilangan saya tinggal. Berniat mau mencoba, tetapi harganya lumayan mahal buat saya (bahkan dibanding si Roti Bicara sekalipun). Tapi setiap di atas jam 6 sore, si toko roti langsung pasang label diskon 50%. Hal inilah yang memancing keinginan saya.

Sampai kemaren malam, ketemu teman di food court. Ketika menyebut tentang toko roti tersebut, sang teman langsung berkata:

"Sebenarnya rasanya sama aja lagi, lu mau beli rotinya pagi atau malam. Gw udah buktiin. Sekali tu gw beli rotinya pagi jam 10an, baru buka gitu tokonya. Gw tarok di apartemen. Terus malamnya, gw beli lagi tuh roti yang sama, tapi kalau malam kan harganya pasti udah jadi didiskon 50% gitu. Gw balik ke apartemen. Ambil tu roti dua-duanya lalu gw cobain. Beneran sama rasanya. Ga ada bedanya. Rugi banget kan. Jadi ya, mending beli pas malam aja."


Ini yang kena diskon 50% roti apa pikiran ya? :-D

Sebelum itu, saat di food court, saya nguping pembicaraan meja sebelah yang cukup bikin ngakak.

"Emang orang sekarang tata-krama tu udah ga ada. Pada kaya-kaya tetapi kelakuan negatif semua. Buang sampang sembarangan dari mobil. Meludah sembarang dari mobil. Kan orang bisa kena. Gw ga pernah gitu-gituan. Gw ga punya mobil." 

:-D

Sunday, December 16, 2012

ETis: Kontesistensi

Usaha sepanjang akhir pekan memantek pantat di kursi akhirnya berbuah manis juga. Oke, masalah manisnya masih diragukan, karena besok, setelah mengandap si Profesor baru kita ketahui hasil sebenarnya. Tapi dengan bangga saya sampaikan bahwa Bab I siap untuk dikumpulkan. Horeee!!!!

I learn in the hard way, tapi sekarang di pantat saya ada tulisan besar Kontesistensi. Ya, seperti nasehat salah seorang pak Dosen minggu lalu, ini bukan perkara susah atau tidaknya karena toh kita sendiri yang menentukan topik kita. Tapi yang utama adalah konsisten.

Tesis kawin sama konsisten, jadinya konTESIStensi!

Ya, benar! Kontesistensi! Tesis itu konsisten, Jendral!!!!!!!

Sekarang, saatnya belajar buat UAS. ;-)

Friday, December 14, 2012

iPhone: Aplikasi Gmail

Hal-hal canggih namun dengan presentasi sederhana dan memudahkan selalu membuat saya terkagum-kagum. Dan aplikasi dari Gmail ini salah satunya. Suka!




Thursday, December 13, 2012

ETis: 6 Bulan


Secara teori, terbiasa dengan pekerjaan meneliti data dan melakukan analisis hampir setiap hari, harusnya jadi bekal yang cukup buat saya mengerjakan tesis. Tetapi dua minggu terakhir ini rasanya tidak ada perkembangan yang membuat saya bisa tersenyum. Bahkan dua hari terakhir ini, pikiran buntu total.

Ini bukan kondisi dimana saya bingung mau menulis tentang apa - fase ini sudah dilewati beberapa bulan lalu - tetapi justru saat ini begitu banyak hal yang menjadi pemikiran yang ingin saya wujudkan dalam tesis ini. Masalahnya, ini kan tesis, bukan kumpulan cerita. ;-D

Kebuntuan mengerjakan tesis, ternyata berdampak kepada pekerjaan di kantor. Hari ini, walau sibuk dengan berbagai urusan kantor ketik ini ketik itu tulis ini tulis itu, tapi dari pagi malah sebenarnya perihal tesis yang lebih banyak nguing-nguing di otak.

Jadi, biar ada saluran sedikit, saya tulis cerita tentang ini saja di blog. Dan mulai sekarang, saya malah berpikir akan menulis lika-liku bagaimana tesis ini akan berhasil pertengahan tahun depan, 6 bulan lagi dari sekarang. Dan tiap tulisan tentang tesis, saya beri judul ETis alias Edisi Tesis. Tadinya mau namainya EDITANSIL, lebih terdengar lucu, tetapi takut nanti jadi artinya Edisi Tesis Tanpa Hasil, hahahahaha.

Hup hup.
Bismillah. :-)

Monday, December 10, 2012

Only Way

Atas semua yang saya alami beberapa waktu belakangan ini, mengingatkan saya akan nasehat Papa sewaktu saya kelas 2 SMP.

"Satu-satunya cara untuk tunjukkan pada dunia bahwa kamu bisa adalah mengalahkan sang juara dengan KO! Dunia tidak akan pernah cukup ramah bagimu untuk berharap akan menang angka!"

Terima kasih, Papa.
Terima kasih, Marquez.

Keajaiban Dunia

Kalau Kana, Kenji dan teman-temannya adalah keajaiban dunia yang kedelapan, maka Rick, Daryl, dan kelompoknya adalah keajaiban dunia yang kesembilan.

Crazy Kudos!

Sunday, December 9, 2012

SMS Ponakan

Baru saja terima sms dari salah seorang ponakan saya.
Isinya singkat, namun cukup bikin getir, hehehe.

"uncu sombong kini".

Inilah kejadiannya kalau punya SEMBILAN BELAS keponakan. Digilir sapa satu perhari pun, lebih dari dua minggu kemudian akan menyapa ponakan yang sama lagi, hehehe.

Dan tahun depan, akan menjadi DUA PULUH, dan ditambah si Benjo.

Terima-kasih ya Allah atas karunia keluarga yang begitu kaya ini. ;-)

Saturday, December 8, 2012

Zaman

Ini zaman apa?

Ini zaman dimana kita disibukkan hari ini makan dimana, hari ini beli barang merek apa? Hari ini mau pamer apa?

Ceramah pak Ustadz.

Wednesday, December 5, 2012

Nasi Goreng 3/4

Makan siang di sekitar kantor, kalau bukan gado-gado atau nasi ayam kremes, saya biasa pesan nasi goreng ikan asin spesial pakai toge. Cuma masalahnya porsi satu piring itu kebanyakan buat saya, tapi kalau pesan setengah, rasanya juga kurang. Jadilah akhirnya saya menuliskan nasi goreng ikan asin spesial pakai toge 3/4 di kertas pesanannya.

Setengah jam berlalu, pesanan saya belum juga di antar, padahal perut sudah begitu keroncongan. Sesaat hendak protes, tiba-tiba seorang pelayan menghampiri saya dan bertanya, "Pak, ini tiga perempat tu maksudnya gimana ya, telurnya ga penuh gitu?".

Saat membayar, "Lima belas ribu, Pak", ujar si kasir.
"Lah kok? Bukannya biasa empat belas ribu, Mbak?", tanya saya keheranan.
"Iya, tapi ini kan pesanannya tiga perempat, Pak", jawabnya.

...

Monday, December 3, 2012

Belok Kiri Palembang, Belok Kanan Vientiane

Seperti kata pepatah, lain lubuk lain ikannya. Kalau di Palembang belok kiri langsung hati-hati (kalau belok kanan boleh sembrono aja kali ya?), nah di Vientiane, belok kanan gratis (kalau belok kiri bayar mungkin, hehehe).

Palembang, 2 Desember 2012
Vientiane, 26 Oktober 2012
Jadi, kamu mau belok mana? ;-)

Saturday, December 1, 2012

One for Two

Lebih jauh - selain pramugari dan karyawan berjilbab - negara Gajah Putih juga mengajarkan bagaimana bertoleransi di tempat umum. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.


"Lu duluan yang siram. Apa gw pipis lu yang semprotin, nanti gantian gw yang megangin krannya buat lu."

Dialog absurb yang mungkin terjadi di salah satu toilet di gedung yang konon dihuni oleh penduduk dari seluruh dunia.

Happy weekend from Palembang. :-)