| 2/01/2010 09:29:00 PM |
I miss you |
Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah dua tahun ini Saya tekuni. Sebuah keputusan yang tidak mudah buat Saya. Baru tiga hari ini berlalu, tapi Saya sudah tidak tahan untuk mengatakan bahwa Saya rindu Bos Saya.
Senin lalu, sesaat ketika akan berangkat dari kantor, setelah lama menunggu hujan reda, Sang Bos berkata kepada Saya, "Ben, tolong ambilin Kecebong."
Saya yang sedang asik dengan pekerjaan, sesaat terpaku. "Kecebong?" tanya Saya dengan nada heran. "Iya, Kecebong. Masa lu ga ngarti Kecebong?" tegas Sang Bos.
"Kecebong," imbuh Saya dengan nada yang semakin kebingungan.
"Engineer apaan sih lu, Kecebong aja ga tau. Sia-sia aja lu gw gaji tinggi-tinggi", ejek Sang Bos. "Ituuuu, kain yang buat lap mobil atau motor kalau basah", lanjut Sang Bos.
Tot Tauuu... "Maksudnya Kanebo, Pak?". Sungguh, tidak tahan Saya menahan tawa. Kebayang tidak suramnya masa depan perusahaan ini, hehehe.
Beberapa hari sebelum itu, berhubung ada evaluasi tahunan karyawan, maka dipanggillah kita semua, semua engineer, drafter dan juga staf. Layaknya seorang Bos, dan ya beliau memang Bos, kita diceramahi tentang evaluasi diri dan bagaimana kita menyusun target masing-masing kita di tahun 2010.
"Tahun 2010 ini setiap pribadi dari kalian yang ada disini harus punya target", mulai Sang Bos berceramah.
"Sebagai seorang pribadi yang beragama, kita tentu saja harus bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kita. Kalau kamu tadinya drafter, maka ditahun 2010 ini kamu harus Umrah menjadi Asisten Engineer. Kalau kamu sekarang asisten engineer, ditahun 2010 ini kamu harus yakinkan diri kamu untuk bisa Umrah menjadi Engineer. Berpindah dari hal yang kuran baik ke hal yang lebih baik. Sama seperti halnya Nabi yang Umrah dari Mekah ke Madinah." lanjut beliau dengan berapi-api.
Tet tooottt. Maksudnya Hijrah, Pak?
I will always miss you, Bos. :D
Oh ya, walau saya sudah resign dari sana, tapi Saya masih ikutan arisan lho, hahahaha, centil amat ya. Tapi serunya, kemaren, pencabutan nama yang pertama, Saya yang menang. Menyenangkan, hehehehe.
Senin lalu, sesaat ketika akan berangkat dari kantor, setelah lama menunggu hujan reda, Sang Bos berkata kepada Saya, "Ben, tolong ambilin Kecebong."
Saya yang sedang asik dengan pekerjaan, sesaat terpaku. "Kecebong?" tanya Saya dengan nada heran. "Iya, Kecebong. Masa lu ga ngarti Kecebong?" tegas Sang Bos.
"Kecebong," imbuh Saya dengan nada yang semakin kebingungan.
"Engineer apaan sih lu, Kecebong aja ga tau. Sia-sia aja lu gw gaji tinggi-tinggi", ejek Sang Bos. "Ituuuu, kain yang buat lap mobil atau motor kalau basah", lanjut Sang Bos.
Tot Tauuu... "Maksudnya Kanebo, Pak?". Sungguh, tidak tahan Saya menahan tawa. Kebayang tidak suramnya masa depan perusahaan ini, hehehe.
Beberapa hari sebelum itu, berhubung ada evaluasi tahunan karyawan, maka dipanggillah kita semua, semua engineer, drafter dan juga staf. Layaknya seorang Bos, dan ya beliau memang Bos, kita diceramahi tentang evaluasi diri dan bagaimana kita menyusun target masing-masing kita di tahun 2010.
"Tahun 2010 ini setiap pribadi dari kalian yang ada disini harus punya target", mulai Sang Bos berceramah.
"Sebagai seorang pribadi yang beragama, kita tentu saja harus bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kita. Kalau kamu tadinya drafter, maka ditahun 2010 ini kamu harus Umrah menjadi Asisten Engineer. Kalau kamu sekarang asisten engineer, ditahun 2010 ini kamu harus yakinkan diri kamu untuk bisa Umrah menjadi Engineer. Berpindah dari hal yang kuran baik ke hal yang lebih baik. Sama seperti halnya Nabi yang Umrah dari Mekah ke Madinah." lanjut beliau dengan berapi-api.
Tet tooottt. Maksudnya Hijrah, Pak?
I will always miss you, Bos. :D
Oh ya, walau saya sudah resign dari sana, tapi Saya masih ikutan arisan lho, hahahaha, centil amat ya. Tapi serunya, kemaren, pencabutan nama yang pertama, Saya yang menang. Menyenangkan, hehehehe.
