| 11/08/2009 11:54:00 PM |
My Sunday |
Emang benar ya yang para Ustadz bilang, “Manusia berencana, Perut Menentukan.”
Jadi hari ini, hari Minggu yang ceria menggoda, Saya berencana untuk bekerja. Yah, namanya juga masih bawahan, Bos yang berbuat-Bawahan yang bertanggung jawab. Maksud Saya bukan dalam rangka hamil menghamili anak orang ya, tapi berhubungan dengan pekerjaan. Saat rapat sebuah proyek hotel di Yogya hari Kamis lalu, entah lagi ngelamun jorok atau ngekhayal apaan, si Bos Saya manggut-manggut saja ketika si Project Owner nya meminta kerjaannya diselesaikan hari Senin besok. Keesokan harinya baru tu orang nyadar kalau jadwalnya pendek banget. Gimana ga pendek, kerjaan buat 3 minggu di suruh kelarin cuma dalam 3 hari. Dah nyadar salah, eh pas hari Jumat ditanya sama Project Owner, ni orang sambil tebar senyum bilang kalau kerjaan kita dah hampir kelar. Puff…. Dikata Saya Dayang Sumbi kali.
Tapi mau digimanain lagi, ibarat Koboi Belanda bilang, Promise is Promise. Dan karena di KTP ya tertulis bahwa Saya adalah bawahan dan dia adalah atasan, ya sudah Saya terima saja nasib untuk bergelimang kerja di kala weekend.
Malam Minggu, Saya niatkan untuk tidur lebih cepat. Biar hari Minggu nya, badan dan pikiran Saya cukup segar untuk bekerja. Segala buku-buku atau novel pun Saya jauhkan, agar kebiasaan bangun malam mengigau baca buku tidak mengganggu tidur Saya. Dan benar saja, pagi hari nya, sungguh badan Saya terasa ringan sekali.
Saat nya bekerja. Tepat pukul tujuh pagi.
Laptop Saya nyalakan. Semua gambar Saya persiapkan. Alat tulis, kalkulator, kertas coret-coretan, semuanya on set. Semua peralatan kerja siap digunakan.
Tapi, Men sana in corpore sano, biar energi nya prima, perut harus diisi dulu.
Seperti biasa, di kala hari libur, Saya pesan bubur kacang hijau dari si Abang depan rumah, 5 porsi. Hei, namanya juga mau kerja, jadi wajar dunk Saya pesan 5 porsi, .
Tak lama berselang, ada tukang ketupat sayur lewat. Hoo, kerja ekstra berarti asupan makanannya juga harus ekstra. Saya beli ketupat sayur juga.
Eh, pas mau bayar si tukang ketupat sayur, kok ada tukang roti tawar lewat. Kebetulan sekali, madu masih ada. Roti diolesin madu, tentu sempurna sekali sebagai asupan gizi Saya sebelum bekerja. Dan to make it perfect, segelas Susu panas sebagai pendampingnya. Hmmm… Yummy.
Porsi 1, Porsi 2, Porsi 3 kacang hijau. Lalu ketupat sayur, habis.
Makan kacang hijau lagi, dan lagi, diselingi roti beroles madu, dan segelas Susu. Yummmmmyyyy.
Dan… Yang Saya ingat hari ini, Saya terbangun oleh suara adzan. Adzan magrib. ;D
PS : Seingat Saya, ada Ustadz yang bilang, bahwasanya orang yang ketiduran itu lepas dari segala kewajiban. Benarkan? Saya mau googling dulu nyari hadistnya, biar besok Saya ada alasan jika ditanya Bos soal kerjaan, hehehe.
Jadi hari ini, hari Minggu yang ceria menggoda, Saya berencana untuk bekerja. Yah, namanya juga masih bawahan, Bos yang berbuat-Bawahan yang bertanggung jawab. Maksud Saya bukan dalam rangka hamil menghamili anak orang ya, tapi berhubungan dengan pekerjaan. Saat rapat sebuah proyek hotel di Yogya hari Kamis lalu, entah lagi ngelamun jorok atau ngekhayal apaan, si Bos Saya manggut-manggut saja ketika si Project Owner nya meminta kerjaannya diselesaikan hari Senin besok. Keesokan harinya baru tu orang nyadar kalau jadwalnya pendek banget. Gimana ga pendek, kerjaan buat 3 minggu di suruh kelarin cuma dalam 3 hari. Dah nyadar salah, eh pas hari Jumat ditanya sama Project Owner, ni orang sambil tebar senyum bilang kalau kerjaan kita dah hampir kelar. Puff…. Dikata Saya Dayang Sumbi kali.
Tapi mau digimanain lagi, ibarat Koboi Belanda bilang, Promise is Promise. Dan karena di KTP ya tertulis bahwa Saya adalah bawahan dan dia adalah atasan, ya sudah Saya terima saja nasib untuk bergelimang kerja di kala weekend.
Malam Minggu, Saya niatkan untuk tidur lebih cepat. Biar hari Minggu nya, badan dan pikiran Saya cukup segar untuk bekerja. Segala buku-buku atau novel pun Saya jauhkan, agar kebiasaan bangun malam mengigau baca buku tidak mengganggu tidur Saya. Dan benar saja, pagi hari nya, sungguh badan Saya terasa ringan sekali.
Saat nya bekerja. Tepat pukul tujuh pagi.
Laptop Saya nyalakan. Semua gambar Saya persiapkan. Alat tulis, kalkulator, kertas coret-coretan, semuanya on set. Semua peralatan kerja siap digunakan.
Tapi, Men sana in corpore sano, biar energi nya prima, perut harus diisi dulu.
Seperti biasa, di kala hari libur, Saya pesan bubur kacang hijau dari si Abang depan rumah, 5 porsi. Hei, namanya juga mau kerja, jadi wajar dunk Saya pesan 5 porsi, .
Tak lama berselang, ada tukang ketupat sayur lewat. Hoo, kerja ekstra berarti asupan makanannya juga harus ekstra. Saya beli ketupat sayur juga.
Eh, pas mau bayar si tukang ketupat sayur, kok ada tukang roti tawar lewat. Kebetulan sekali, madu masih ada. Roti diolesin madu, tentu sempurna sekali sebagai asupan gizi Saya sebelum bekerja. Dan to make it perfect, segelas Susu panas sebagai pendampingnya. Hmmm… Yummy.
Porsi 1, Porsi 2, Porsi 3 kacang hijau. Lalu ketupat sayur, habis.
Makan kacang hijau lagi, dan lagi, diselingi roti beroles madu, dan segelas Susu. Yummmmmyyyy.
Dan… Yang Saya ingat hari ini, Saya terbangun oleh suara adzan. Adzan magrib. ;D
PS : Seingat Saya, ada Ustadz yang bilang, bahwasanya orang yang ketiduran itu lepas dari segala kewajiban. Benarkan? Saya mau googling dulu nyari hadistnya, biar besok Saya ada alasan jika ditanya Bos soal kerjaan, hehehe.

