Friday, February 26, 2016

Tentang Beberapa Hal


Kantong plastik berbayar. Saya tidak anti dengan pemakaian kantong plastik, namun sudah sejak lama kita di keluarga selalu berupaya mengurangi pemakaian kantong plastik. Di kala berbelanja di supermarket, sebisa mungkin tak meminta kantong plastik. Saya tak pula membekali diri dengan tas berbelanja sendiri karena biasanya belanjaannya cuma satu dua, bisa langsung ditenteng atau masuk tas kerja. Namun kadang dikala barang bawaan begitu banyak, saya tak anti jua dengan kantong plastik. Toh di rumah berguna juga untuk membungkus sampah sebelum di buang sehingga tak berserakan. Dulu pernah mencoba kampanye diri sendiri - OPPLED - One Paper/Plastic Less Every Day. Bahkan saya pernah mendaftarkan diri menjadi relawan Diet Kantong Plastik. Ambisi ini berhenti begitu saja, namun membatasi pemakaian kantong plastik sudah lama dan akan selalu menjadi bagian dari keseharian kita.

Musik bajakan. Saya lupa kapan terakhir kali saya mengunduh dan mendengar musik bajakan atau menonton video bajakan. Mungkin ketika masih tingkat tiga atau empat di perkuliahan. Tapi yang pasti saat ini saya tak lagi melakukannya. Perkembangan musik saya bergantung ke radio atau youtube, sedangkan film ya dari tayangan di tv kabel di rumah atau film yang ditayangan di pesawat selama perjalanan. Di gawai saya sekarang hanya ada album Hi-5 yang saya beli buat si bocah dan beberapa lagu mandarin yang saya unduh dikala iTunes membagikannya secara gratis. Selain itu hanya sebuah CD Robbie William Swings Both Ways.

F1 Rio Haryanto, Grammy Joey Alexander, Gerhana Matahari Total. Entahlah, saya tak begitu mengikuti. Soal LGBT? Pehamanan saya pendek - apa yang guru mengaji saya ajarkan sewaktu SD - dan saya ingin menjaganya seperti itu.

Oh ya, apapun kondisinya, saya meyakini bahwa tak pantas kita berkata orang lain bodoh atau goblok. Dunia ini indah, mari kita nikmati dengan saling menjadi manusia.

Monday, February 1, 2016

Bulan yang akan datang

Bulan depan si bocah akan genap berusia tiga tahun - bulan yang sama pula dimana ada tanggal kelahiran istri dan juga tanggal pernihakahan kami lima tahun yang lalu.

Kita tidak punya tradisi merayakan ulang tahun dengan pesta ataupun acara besar. Bulan lalu saya ulang tahun, kita makan betiga di Sushi Tei. Keistimewaannya sama dengan masa-masa sebelumnya kami bertiga makan enak di Sushi Tei - pilihan gampang untuk makan bersama, kecuali sewaktu itu ada tambahan kue ulang tahun gratis yang disediakan restoran; dan dampaknya lebih besar buat si bocah yang merasakan serunya meniup lilin kue ulang tahun. Sehingga setelah itu, si Mamanya membelikan satu buah kue First Love lengkap dengan lilinnya; yang hampir selama seminggu sejak dibeli setiap hari si bocah menyelenggarakan upacara tiup lilin dan potong kuenya. Sederhana, dan membahagiakan. Sepertinya di bulan yang akan datang, kita juga akan merayakannya dengan cara sederhana yang membahagiakan.

Bukan pula pasangan yang romantis, saya acapkali melewati hari peringatan pernikahan kami secara biasa. Jika kebetulan bertepatan dengan hari libur, kita kadang menghabiskannya dengan bercengkrama bertiga di rumah; jika sedang tidak ingin ke luar. Rasa syukur dan juga evaluasi kita diskusikan hampir setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalaninya dengan cara sederhana yang mencintakan. Alhamdulillah, dan Insya Allah untuk selamanya di dunia dan akhirat, pernikahan kami berjalan dalam ridha Allah SWT.

Dan si bocah akan genap berusia tiga tahun, Insya Allah. Selama ini Allah memberikan jutaan kemudahan bagi saya dan istri sebagai orang tua. Teringat masa dimana begitu was-was bagaimana si bocah untuk bisa berhenti menyusu kepada Mamanya setelah berusia dua tahun, namun dua malam berselang, dia seperti lupa sama sekali. Bulan lalu, kita dipenuhi puluhan skenario untuk bisa membuat si bocah berhenti minum susu dari dot sambil tidur malam - sesuatu yang menjadi andalannya untuk bisa terlelap pulas setiap malam. Dua malam dia sering terbangun dan merengek, esoknya lupa pernah kenal yang namanya susu dot. Dua hari yang lalu, saya menyampaikan kegundahan kepada istri, betapa "tak punya petunjuk" saya untuk membesarkan anak. Tidak tahu apakah benar terjamin akan apa yang selama ini kami lakoni adalah yang terbaik buat si bocah. Namun Alhamdulillah, si bocah tumbuh menjadi kebahagiaan kami setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalani peran orang tua ni dengan cara sederhana yang menyayanginya. Insya Allah, demi ridho Allah SWT pada keluarga kami.

@Mercure Kuta Hotel, Bali.