Monday, August 31, 2009

work hard smarter

I decide to go with Seth, first by prepare for my 3 years (it's running 1 year and half now).
Try harder to do not have to join the 10,000 hours clubs.
 

Sunday, August 30, 2009

Weekend Mode


Enjoying life, right? ;-)

Saturday, August 29, 2009

scary job

Main-main sama buaya lapar di Amazon, atau nangkap ular Kobra di Kalimantan, atau bahkan rebutan mutiara sama Gurita di laut dalam adalah semua pekerjaan yang berbahaya. Tapi semua itu belum apa-apa dibanding dengan pelihara burung di bulan puasa. Percayalah.

Friday, August 28, 2009

Car




Dalam 3 bulan ini sudah 2x Saya ke showroom. Yang ga sengaja liat booth pameran mobil di PIM atau Senayan City juga pernah beberapa kali dalam bulan-bulan terakhir. Tapi tetap aja masih belum nemu yang sreg.

Eh, ibarat kata pepatah "semut diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak", pulang kantor kemaren ga sengaja Saya lihat Honda di tempat cuci mobil dekat rumah. Anjirr, yang ini keren banget. Sayang orangnya ga mau jual. See the picture above, keren kan?



Mesti looking for another one ni. Tapi sebenarnya walau banyak mobil keluaran baru, tetap aja favorit Saya Honda Estillo a.k.a Genio potong pantat. That's the coolest car in the earth. Ada yang yang Estillo nya mau dijual? ;-)

Wednesday, August 26, 2009

hari sial

Sial banget hari ini. Berdoa agar ngeliat banyak pantat dan payudara dari mbak2 kantoran yang cuek saja berbaju dengan belahan dada rendah dan pakai rok super mini, tidak dihitung sama Tuhan sebagai hal-hal yang membatalkan pahala puasa.
Kalau ga, bisa-bisa puasa hari ini Saya dapat haus dan lapar doank.

Masih satu setengah jam lagi. Puff... Puff.

eureka

Eureka!!!
Setelah semalaman jungkrak-jangkrik nunggang-nungging dari habis taraweh sampe jam 4an pagi, hampir kelupaan sahur, Alhamdulillah-Puji Syukur kepada Mu Ya Allah, Saya menemukan pembenaran dari kesalahan yang kemaren Saya ceritain. Cek krocek ke beragam Kode dan Standar, mulai dari yang tingkat internasional sampai tingkat kelurahan, akhirnya sampai pada satu pembenaran, yes have to say it pembenaran, my design is Ok, only the client paid more. But, yes, Alhamdullilah banget. Diambil hikmahnya saja bahwa Saya memang bodoh, eh bukan dink, hehehe. Kalau nyontek nasehatnya Papa, "ilmu itu mahal."
 
Hari ini dah hari kelima puasa, Saya dah mulai terbiasa. Hari Senin dan Selasa kemaren, masih aja sering keluapaan di kantor teriak-teriak manggil OB, "Ndaaaaa....... Air minum Saya manaaaaaa.....", hehehhee. Namun si perut Saya masih juga belum bisa diajak kompromi. Bukan urusan lapar nya, tapi urusan mencretnya. Jujur saja, Saya masih tidak bisa berteman dengan ritme tidur pulas-pintu digedor diteriakin sahur-bangun tapi mata masih merem seperempat sadar-makan-tidur. Sejak tahun 2001, Saya pindah ke Bandung dan tinggal sendirian jauh dari keluarga, Saya sudah tidak pernah lagi makan Sahur. Makan disini artinya makan nasi. Saya ganti kebiasaan makan nasi kala sahur dengan makan snack atau roti plus susu. Beda kisah kalau lagi di rumah, di kampuang nun disana. Biasanya di kampung, imsya' nya jam 5. Jam 4 ibu teriak-teriak bangunin anak-anaknya. Jam 4 lima belas datang bawa seember air, kalau ga bangun disiram. Trus bangun, sampai setengah lima bantu Ibu masak atau ngehidangin makan. Setengah jam itu dengan segala aktifitas di rumah, membuat Saya sudah benar-benar bangun. Makan sahurnya pun bersama keluarga ya sambil ngobrol dan bercerita. Jadi dah melek beneran, dan perut emang bisa dikasih makan.
 
Sedangkan sekarang? Ya itu tadi, tidur pulas-pintu digedor diteriakin sahur-bangun tapi mata masih merem seperempat sadar-makan-tidur.
Kalau ga makan Sahur, takut makin kurus aja Saya dikira kurang gizi ntar pas mudik lebaran. Kalau makan, mencret-mencret. Nasib-nasib. Mungkin harus Saya niatkan, Ramadhan tahun depan tidak makan sendirian lagi di kostan (baca: Sudah bareng istri yang teriak teriak bangunin, hehehe. Jadi alurnya mungkin jadi kayak gini >> "tidur pulas-dibangunin istri pakai ciuman-trus bercinta 15 menit-istirahat 5 menit-trus liat jam dah hampir imsya'-trus buru-buru sahur", hahahahhahahaaa). Hushhh, puasa. ;-D
 
Jadi, selamat puasa hari kelima semua. Semoga hari ini penuh berkah. Amin :-)

Tuesday, August 25, 2009

fool

Sudah berapa lama gw bekerja sebagai konsultan? Dua tahunan, lah.
Sudah berapa gedung-gedung tinggi, hotel dan mall-mall yang gw desain selama ini? More than ten, lah.
Trus...
Ya trus, gw baru nyadar satu hal pagi ini tentang sebuah formula hitung-hitungan yang mana selama dua tahun itu gw salah. Hohohoh. Ga jelas lah rasanya dihati. Campur aduk kayak bubur buat buka puasa. Bahagia, karena dah berhasil menemukan sebuah formulasi baru. Exciting, karena ini bisa jadi rumus dahsyat. Tapi juga nyesak nauzubillah sambil ngurut-ngurut dada bilang, anjirrrrr.... jadi dua tahun ini gw dah salah desain dunk, hiks.
Kasian benar nasib para gedung-gedung itu.
Dari pagi rasanya beneran nyesak. Ga tenang banget buat konsentrasi kerjaan. Rasa-rasanya mirip perasaan saat ngecomblangin orang jadian, trus kawin, bahagia tiga bulan, habis itu cerai.
 
Ngucap, ngucap.
 

Wednesday, August 19, 2009

UANG DUA RIBUAN

Tadi malam.
 
Walaupun uang dua ribuan nilainya tetap aja dua ribu, karena duit baru, dan juga baru punya, si Mbak mau pamer sama si Ade.
 
Si Mbak : De, liat deh. Aku punya banyak uang dua ribuan baru. Keren kan?
Si Ade : Ih bentuknya lucu. Gambarnya apaan, Mbak?
Si Mbak : Antasari.
Si Ade : Hah??? Kok bisa. Bukannya tu orang masih di penjara gara-gara bunuh caddy?
 
Yah, Saudara-saudaraku sekalian, benar adanya bahwa negara kita belum benar-benar merdeka.
 
Back to work, Ben. ;-)

entreprenur

Pagi di kantor, pengen nulis dulu.
 
Kalau nyolong info dari bukunya Valentino Dinsi, Jangan Mau Seumur Hidup jadi Orang Gajian #2, banyak orang ingin menjadi entreprenur, tetapi selalu memiliki alasan mengenai kenapa mereka tidak berhenti bekerja. Jadi penasaran untuk cross check sama diri Saya sendiri.
 
1. "Saya tidak punya uang." >> Dibilang ga punya uang, punya lah. Tiap bulan juga terima gaji. Lumayan. trus belum lagi teman-teman yang bersedia investasikan uangnya diusaha yang akan Saya jalankan nantinya. Banyak loh teman Saya yang kaya. Tinggal bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Jadi alasan ini, bisa dihapus.
 
2. "Saya tidak bisa berhenti bekerja karena Saya punya anak-anak untuk dibiayai." >> Boro-boro punya anak, kawin aja belum, hehehe.
 
3. "Saya tidak punya kenalan satupun." >> Wah, kenalan Saya lumayan banyak, dari si Sariman House Keeping, pak Kadri teman bonceng motor pulang, si Abdul tukang mie di kampus, mas Bambang pemilik perusahan konsultan minyak, pak Tri bos Saya di kantor, mantan pacar anak Gubernur di kampung, sampai si Puti anak Bapak Rizal Ramli. Kalau kita pakai teori six degrees, wah kenalan Saya akan sangat banyak sekali.
 
4. Saya tidak cukup cerdas." >> Wah, siapa yang berani meragukan Saya untuk urusan satu ini, lulusan dari Institut terbaik bangsa.
 
5. "Saya tidak punya waktu. Saya terlalu sibuk." >> Lumayan sibuk sih, tapi ya ga segitu-gitunya. Pulang kantor masih sempat nongkrong, ke 21 atau berenang, bahkan masih punya banyak waktu buat nge gombalin cewek-cewek cantik di luaran sana.
 
6. "Saya tidak bisa menemukan siapapun yang bisa membantu Saya." >>> Haiyahh, lebai banget. Ga mungkin lah, kan?
 
7. "Waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis terlalu lama." >>> Si Parto buka warung makan dua minggu aja dah deres untungnya. Youtube, juga jalan berapa puluh bulan aja dah gueeedeeee untungnya. Lagian yang namanya bisnis ya investasi jangka panjang lah.
 
8. "Saya takut. Membangun sebuah bisnis terlalu beresiko bagi Saya." >> Oke, alasan yang satu ini memang belum bisa gw tepis sepenuhnya. Kalau misalnya kondisi sekarang jadi karyawan, kadang memang bisa lembur habis-habisa, Sabtu Minggu kadang masuk, capek, tapi terlepas dari itu, gw ga mikir akhir bulan ada gaji atau ga, dah yakin aja akhir bulan rekening gw nambah sekian juta.
 
9. "Saya tidak suka berurusan dengan karyawan." >> Ga juga, apalagi kalau karyawannya cantik. Gw paling doyang malah, hehehe.
 
10. "Saya terlalu tua." >> Anjirrr, gw baru twenty five gitu loooohhh....
 
So, mikir apa lagi Ben?
 
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggg...... Hp gw terdengar berdering, ada telphon masuk.
Bos : "Ben, semua laporan desain harus selesai hari ini. Ga ada cerita terlambat."
Saya : "Baik, Pak."
 
Hahahaha, ya oke lah, kita skip bentar ya ambisi jadi entreprenurnya, kerja dulu, Coy. ;-)
Aniway, buat teman-teman semua, coba aja check semua alasan di atas dan coba jawab. Siapa tau, teman-teman adalah calon entreprenur sebenarnya. Tapi ingat, jangan lupa kasih Saya bonus ya, hehehe.

Tuesday, August 18, 2009

Facebook

Lucu juga rasanya ketika Saya memulai postingan di Facebook. Deg-degan gimana gitu, hehehe.
 
Sebenarnya sudah agak lumayan lama Saya punya account di Facebook (dan Twitter juga), tapi sangat jarang sekali saya check apalagi update. Punya-punyaan buat sekedar booking alamat dulu aja, dari pada dikemudian hari ada yang mengambil domain benisuryadi (sahhhhh..........), tapi ya itu tadi, lebih sering dianggurin. (kalau Saya sampai buka facebook, Danang bilang itu adalah keajaiban dunia, saingan dunk sama pulau Komodo, hehehe).
 
Banyak yang bilang, Saya ga gaul, ga update dengan tuntutan perkembangan jaman (sahhhhh.......(lagi)....). Hari gini ga punya Facebook, hari gini ga nge-Twit.
 
Saya punya account di Facebook (hei, at least saya ga kayak kisah di ngupingjakarta yang nanyain facebook sama netbook bedanya apa).
Dan Saya, pernah nge-Twit. ;-)
 
Okey, pernah. Karena ya masih hitungan jari sebelah tangan aja. Sampai berapa lama Saya masih belum nemu alasan yang cukup kuat kenapa Saya harus facebook-an atau nge hastag di twitter.
 
Sebelumnya, Saya sudah punya account di social network yang lain, yang mana sekarang sepertinya hampir semua pemakainya beralih ke Facebook. Trus, hari gini masih maen Friendster? Hohoho, Friendster sebenarnya juga sudah lama Saya anggurin. But hei, beberapa waktu lalu Saya pernah bertemu dengan seorang teman lama, yang berkata "Eh, Ben... FS lu apa? FS... Frienster? Ntar gw add deh. Punya kan?". So, Saya tetap bukan yang paling ga gaul, bukan? ;-)
 
Terlepas dari urusan gaul ga gaul, mungkin pada awalnya Saya tidak tertarik nge-Facebook adalah karena biayanya yang sangat mahal sekali. Untuk punya account Facebook, harus mengeluarkan uang ber-orde jutaan, bahkan terakhir Saya dengar harus rogoh kocek sampai 8 (delapan) jutaan. Ya, walaupun dengan iming-iming dapat gratis BlackBerry. ;-)
 
Alasan yang muncul berikutnya, adalah masalah waktu. Jangankan untuk browsing, untuk check dan reply email kerjaan kantor saja Saya sering keteteran. Beban pekerjaan cukup tinggi. Ini sih sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan, karena semata-mata disebabkan karena terbatasnya kemampuan otak Saya untuk multitasking. Jangankan multitasking, untuk singletasking saja masih sering ditegor atasan, hehehe.
 
Tapi seiring waktu, dalam beberapa hari ini, Saya memutuskan untuk berniat meluangkan waktu Saya untuk berjejaring di Facebook (Ya, sekarang, cukup Facebook dulu saja).
 
Protes beberapa orang teman, yang mempertanyakan kenapa Saya tidak datang di acara nikahan mereka padahal Saya sudah dikirimkan undangan (via Facebook) >> (Hei, Andrianto Hapsoro mungkin saking ngertinya saya ga gaul di Facebook, kirimkan saya undangan cetak kawinannya, hehehe, Thank, Anto).
 
Alasan lain, ternyata Facebook (hampir) merambah semua orang. Dan ya, ternyata banyak teman yang selama ini tidak terjangkau oleh saya untuk bersilaturahmi, Saya temukan di Facebook. Menyenangkan, karena ini artinya, Saya tidak perlu keluar duit lagi untuk sms atau telpon mereka satu persatu. Irit, fitur yang sangat Saya sukai. ;-)
 
Dan ya, sudah beberapa waktu ini Saya memulai menjalankan bisnis sampingan, dan juga sebuah yayasan sosial pendidikan. Dan ya, dimana saya bisa menemukan ribuan teman Saya yang akan mengucurkan dana mereka untuk beramal melalui yayasan ini? Facebook, tentunya.
 
Dan, mungkin ada miliyaran alasan baik lainnya yang bisa Saya dapatkan dari Facebook. Segala sesuatunya, harus yang mempunyai nilai tambah, bukan? Bukan hanya yang mendekat ke sia-siaan.
 
Jadi, Saya mau nulis status apa ya hari ini? Nanti Saja, sekarang saatnya kembali bekerja. ;-)

Friday, August 14, 2009

Jumat

Yipiii, dah mau weekend lagi aja ni. Dan hebatnya, Senin besok juga libur, kita upacara 17 Agustus. Menyenangkan. Kalau diundang Presiden ke Istana Negara, Insya Allah gw hadir, kalau ga ya di rumah aja, hehehe.
 
Hari ini, mudah-mudahan-kabulkanlah-Ya-Tuhan, gw di kantor aja, ga kemana-mana rapat sana-sini. Tapi walaupun cuma di kantor doank hari ini, seperti Jumat sebelum-sebelumnya, hari ini gw juga memakai Baju Batik. Bagus deh, hehehe. Tapi kali ini pasangannya rada casual. Bawahannya gw pakai Jeans. Gantengkan gw, hehehe.
 
Anyway, emang sekarang kondisi ekonomi kita gimana ya? Beberapa hari belakangan sih gw emang concern memperhatikan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Bukan mau jadi pengamat sih, cuma karena gw memang lagi mau beli laptop lagi aja, hehehe. Masih belum decide beli apa. Andai .exe bisa jalan di Mac, semua software-software engineering gw bisa di run di Mac, no doubt gw akan beli McBook Pro. Tapi kan ini ga, jadi pusing deh.
 
Nah, satu hal yang rada nge-ganggu itu adalah telpon dari beberapa mitra bisnis gw dari Eropa. Mereka berkali-kali nelphon cuma buat nanyain "Is Indonesian economic running well?". Dan ya, susah banget buat ngeyakinin mereka. Ampun dah.
 
Oh ya, gw ada niat untuk berencana punya keinginan untuk mulai sedikit-sedikit bermain di facebook, ya untuk melancarkan semua misi proyek sekarang, hehehe.
 
Good day everyboody, ;-)

Thursday, August 13, 2009

MASTER

Gw baru aja meeting dengan seorang supplier escalator buat salah satu proyek yang gw kerjain. Kaget juga gw pas liat kartu namanya, M. Eng, lulusan dari Jerman. Anjiiiirrr, how come lulusan S2 teknik mesin dari Jerman jadi tukang jualan lift "doank". Harusnya dia yang ada di posisi gw, konsultan tukang hitung. Atau jangan-jangan gaji jadi supplier tu gede banget ya? Ya sudahlah, gw kan juga ga kalah kelas, lulusan Teknik Mesin ITB, institut terbaik bangsa, hehehhee. Tapi ya, gw pokoe semakin mantap untuk sekolah lagi, ngambil S2 ciiiiinggg.
 
Oh ya, gw lagi nyiapin satu blog lagi, http://curhatprofesi.blogspot.com
Blog nya pasti ini, secara yang bikin lulusan ITB (ga nyambung, hahahaha). Nantikan ya dan kalau dah di open, jangan lupa buat berbagi cerita juga di blog tersebut. Salam merdeka. ;-)

Marry

@ CITOS
 
Friend #1 : Me and D will marry after Lebaran.
Friend #2 : Hah? Seriously? How come? Don't lie, Dude. You know marry is not a simple thing to do. How come you marry someone when you are not ready for that? Let me ask you? How much money do you have in a month? How much your fee, right know? Do not ever think to get marry and live in Jakarta if your monthly fee is still under 5 millions. And I absolutely now your fee is only arround 4. How do you feed her, how do you buy a house, a car, have kid, raise them, sent them to school, how?
Me : Yea, yea.... How come?
Friend #1 : Mmm, but her Father gave me his company to manage and bought us a house in Pondok Indah.
Friend #2 & Me : Oh, OK! Does she has another Sister? ;-)

Friday, August 7, 2009

bravo eka november india

Yesterday
Me : Sir, would you mind to email me your quotation?
Someone else (SE) : Okay, okay. So, what is your email, Sir?
Me : beni.suryadi@gmail.com BENI, Bravo Eka November India
(I do always did this, spell my name, because most of people think my name is BENNY, Bravo Eka November November Yankee)
SE : Okay, Sir. I sent it.
 
This Morning,
Me : I didn't recieve your email, Sir.
SE : We did it. We have already sent it to your email, Sir. To bravoekanovemberindia@gmail.com
 
Puff.
 
 
 
 

Wednesday, August 5, 2009

handphone

Di Sony Ericsson, Pondok Indah Plaza 1

SPG : Ini hp terbaru, Pak. Bisa bahasa Sunda dan Jawa.
Calon Pembeli : Yang terbaru? Sudah berapa lama masuk Indonesia?
SPG : Baru, Pak. Baru satu bulanan lah.
Calon Pembeli : Wah hebat ya. Hp saya dah 3 tahun tinggal di Bandung tetap ga bisa bahasa Sunda, tuh.

#

Puff... Bisa saya tebak juga kalau ini hp produk Cirebon, bisa bahasa Jawa dan Sunda, hehehe.

Monday, August 3, 2009

sick doctor

Sudah semingguan ini gw punya kebiasaan baru, antara jam 2-3 dini hari gitu gw bangun, buka pintu kamar, dibiarin terbuka. Udaranya tu lagi dingin-dingin banget. Tapi gw suka. Seru aja meringkuk dalam selimut meluk guling disusupi dingin, hehe. And i did it dah semingguan, hehehe.

But yes, hari ini kerasa imbasnya. Dari pagi berangkat kantor, hidung meler aja. Flu, batuk, demam. Makin sore makin parah.

Ya sudah, pulang kantor tadi gw ke dokter. And you know what, balik dari dokter bukannya sembuh, tapi malah tambah menggigil. Masa buat flu gw dia nge charge obat gw hampir 500rebu. Anjrot, kapitalis habis dokter jaman sekarang.

Semoga Tuhan Memberkati. Amin.

Saturday, August 1, 2009

our nation

It's been a very long time since I didn't join the Corps. So, here I am now, in Aula Timur ITB, attending the seminar "Mewariskan Semangat Bela Negara : Peran Generasi Muda dalam Konteks Kekinian"
By Letjen TNI (Purn.) Sayidiman Suryohadiprojo

And you know what, Ben? I just realize that you didn't rememember well your anthem song anymore, "Indonesia Raya".

Kurang ajar banget gw.