Saturday, September 24, 2022

Perkara Badan

MRI ketiga sudah, belum setahun.

Saya tak ingat berapa lama persisnya yang pertama dan yang kedua, tapi rasanya tak selama yang terakhir ini. Hampir satu jam di berbaring di terowongan yang berisik dan menyesakkan. Tak sampai trauma tapi rasanya tak ingin saya kembali.

Kondisi yang tak jua kembali prima membuat saya harus kembali menjalani rutinitias terapi.

Katanya, kondisi ini tidaklah berbalik membaik. Hanya akan terus tergerus memburuk.

Sekarang perkara seberapa tenang saya untuk membuatnya lambat.

Perkara badan, saya sadari, bukanlah tentang diri sendiri. Tetapi untuk mereka yang kita cintai.

Sunday, September 11, 2022

Cerita Parkir

Sekali waktu, ada satu tempat kosong. Beruntung sekali rasanya bisa langsung dapat tempat parkir di saat waktu sibuk di sebuah mall. Selesai parkir, segera berlalu ke lobi. Ketika menunggu lift, mata saya tertumbuk pada sebuah penanda yang hanya beberapa meter dari mobil terparkir. "Ladies Parking".

Lain waktu, berbohong sama satpam, mengaku menginap di hotel tersebut, padahal hanya mencari tempat parkir. Bukan perkara mau parkir gratis, tetapi terburu-buru, akhirnya melipir ke sebuah hotel yang parkirannya hanya dijaga satpam, tanpa karcis ataupun kartu.

Di waktu beda, hampir satu jam putar-putar mencari parkiran yang kosong. Dikala asa mulai menyerah, akhirnya ada satu tempat yang baru ditinggal mobil sebelumnya. Di kala hati senang, tiba-tiba si jendela tidak bisa dinaikan kembali. Sekali, dua kali, sepuluh kali coba, tak juga bisa. Tak mungkin lah ditinggal mobil dengan jendela terbuka.

Batal, pulang saja.