Thursday, March 25, 2010

Kimura Chan

"Hoo, Ok. Right, right. No problem Kimura Chan, no problem. We will handle it," terdengar suara percakapan via telephon beberapa meter dari cubicle Saya. "Ok, bye bye Kimura Chan, thank you very much Kimura Chan," lanjut suara tersebut terdengar.

Sesaat, Saya terpancing untuk melongok, mencari tahu siapa yang sedang berbicara di telphon.

"Nelphon siapa, Pak?" tanya Saya kepada Pak Slamet yang baru saja menutup telphonnya. "Itu si Jepang. Kimura Chan," sahut beliau menjawab.

"Kimura Chan?" dengan mimik heran Saya bertanya.
"Iya, Kimura Chan, mister Kimura. Kimura Chan," jawab beliau kembali.

"Kimura San kali, Pak" imbuh Saya.
"Chan", tangkis beliau.
"San", ulang Saya.
"Chan!!"
"San"
"Channnnn......" tegas pak Slamet dengan suara keras. "Mas Ben, dimana-mana ya, adanya tu Sin Chan, bukan Sin San. Kimura Chan, bukan Kimura San. Gitu aja masa ga tau. Panggilan akrab buat orang Jepang, Mas" ejek beliau.

Puff....
Bekerja di lingkungan international memang butuh usaha lebih untuk memahami perbedaan budaya. Dan untuk berinteraksi dengan orang Jepang, menonton Anime atau membaca Manga bisa jadi salah satu cara untuk memahami budaya mereka. TAPI TIDAK CRAYON SHIN CHAN!!!

Labels: ,

Thursday, March 18, 2010

The Day after Saturday

Anak-anak sekarang, kecil-kecil sudah jago berbahasa Inggris. Begitu juga dengan anak tetangga depan rumah Saya. Pagi ini, sesaat akan berangkat kantor, Saya mendengar si Bapak sedang berusaha mengajakan anaknya yang baru berusia lima tahun.

"Ayo, kasih lihat Om Beni, kamu bisa sebutin nama-nama hari dalam bahasa Inggris. Monday, Tuesday....", ucap sang Bapak memancing anaknya berbicara.

"Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday......." sahut si Anak dengan fasihnya. Namun setelah itu si Anak terdiam.

"Habis Friday, Saa... Saa... Saaa...," pancing si Bapak kembali mengingatkan anaknya. "Saturdayyyyy," sahut si Anak dengan semangat.

"Setelah Saturday, apa?" kembali si Bapak bertanya. "Hayo apa," imbuh Saya yang tertarik bergabung dengan mereka.

Sejenak si anak terdiam, lalu menjawab dengan suara lirih, "Carfreeday?"

Hohoho, anak sekarang memang pintar-pintar ya. :-D

Labels: , , , ,

Wednesday, March 17, 2010

Sariawan Thailand

Tidak bisa disangkal Tuhan memang Maha Adil.

Jadi ceritanya Saya sedang menderita karena sariawan sebesar ibu jari, tepat di lidah bawah sebelah kiri Saya. Sungguh, rasanya begitu mengenaskan. Jangankan makan Dendeang Balado, buat bicara saja sakitnya minta ampun. Kesedihan film India terbarupun, My Name is Khan, masih belum sebanding dengan apa yang Saya derita. Mulai dari ngemut tablet hisap hingga belasan biji, sampai oles-oles Arabian Oil semuanya sudah Saya coba. Namun apa dikata, nasi sudah menjadi bubur. Dengan terpaksa riang gembira, Senin kemaren Saya tetap berangkat kerja.

Dan tahukan apa tugas utama Saya untuk hari Senin kemaren tersebut? Menelphon departemen energi dari sepuluh negara ASEAN. Bayangkan, sungguh pekerjaan yang sempurna sekali bukan untuk orang lagi sariawan sebesar ibu jari.

Biasanya Saya selalu memulai sesuai Abjad, dari negara Brunei dan terakhir Vietnam.
Tapi kali ini, Saya telphon yang orang Indonesia dulu saja, paling tidak dalam kondisi ini berbicara bahasa Indonesia akan sedikit lebih mudah dibanding bahasa Inggris, bukan?

Tapi tahukan Anda, orang Indonesia di ujung telphon sana jawab apa? "Maaf, Pak. Mau bicara dengan siapa? I am sorry, Sir. I can't hear you. Would you mind to speak louder, please".

Ampun.
Apa kejadiannya kalau Saya telphon Vietnam, Myanmar atau Laos yang bahasa Inggrisnya juga kumur-kumur. Atau mungkin mereka jadi lebih mengerti ya? Hehehe. Ya sudah Saya tunda dulu saja urusan ini.

Lanjut cerita, hari Senin itu juga ada rekan kerja baru di kantor, orang Thailand. Ya etikanya orang baru yang bersopan-santun, si Thailand datang untuk memperkenalkan diri ke cubicle Saya. Bukannya Saya sombong, cuma karena memang sedang tidak bisa bicara, akhirnya Saya cuma salaman sambil bergumam nunjuk-nunjuk ke mulut Saya. Mungkin si Thailand mengerti Saya lagi sariawan, maka dengan sopan dia segera kembali ke cubicle-ya.

Eh, siangnya, si Thailand datang lagi ke meja Saya sambil berkata, (terjemahannya langsung ya) "Anda sangat luar biasa sekali, Mr. Beni. Walaupun ada memiliki kekurangan tidak bisa berbicara, namun Anda mampu berada di posisi sekarang ini. Sungguh, Anda sangat luar biasa. Sangat menginspirasi buat Saya".

Puff, dikira Saya saudaraan sama Aziz Gagap-nya Opera Van Java sama si Thailand.
Sungguh, saat itu Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada si Thailand, tapi yang jelas dari cubicle sekeliling terdengar tawa yang tiada hentinya.

Hahaha, Saya juga urung tuk menjelaskan ke dia. Menikmati sesaat menjadi idola dan inspirasi si Thailand, hehehe. Pagi ini, Saya disapa dengan sopan sekali sama si Thailand. Menyenangkan, bukan? :-D

Tapi sepertinya ceritanya tidak berakhir ala dongeng happily ever after. Tadi pagi saat menunggu lift, Saya bersua dengan salah seorang pegawai di lantai bawah. Dengan sopan dia menyapa dan mengajak Saya berbicara. Apamau dikata, Saya kan masih kesusahan untuk berbicara. Alhasil Saya cuma menggangguk-angguk saja mendengar dari mulai menunggu lift, sampai masuk lift, sampai keluar lift.

Barusan Saya dikabarkan salah seorang staf, bahwa Bapak Pejabat di lantai bawah tersinggung dengan Saya yang tidak sopan menanggapi berbicara dengan beliau.

Puff, nasib-nasib.

Ya sudahlah, hari ini masih banyak bahan yang harus Saya pelajari, (dan Saya masih sempat menulis blog ya? hehehe). Selamat hari Rabu yang ceria, semua. :-)

Labels: , , , ,

Tuesday, March 9, 2010

Perut Maju

Jadi ceritanya, program penggendutan Saya mengalami kemajuan yang signifikan. Ada tambahan sekitar 2 cm lah perut Saya maju ke depan. :D
Dan tentu saja berat badan Saya bertambah. Lumayan naik setengah kilo. :D

Alhasil, ritual pagi Saya bertambah dengan bercermin sambil mengelus-ngelus perut. Rasanya sungguh menyenangkan.

Tapi sudah beberapa hari ini, muncul pertanyaan dalam otak Saya. Saya sudah coba mencari jawabannya dengan googling, tapi tetap saja belum menemukan jawabannya.

Pertanyaannya sederhana, mana diantara dua gambar di bawah ini yang benar?



A. Kulit perutnya yang semakin tebal (kok kayak nyaingin Badak ya?)
B. Usus dua belas jari dan semua organ dalam perut tersebut yang membesar (atau ususnya jadi empat belas jari, lima belas jari, dst?)

Ada yang tahu? Yang perutnya juga maju mohon berbagi cerita. Eh, Ibu hamil tidak termasuk ya. :-D

Terimakasih.

Labels: , , , ,

Thursday, March 4, 2010

My Work Desk


Don't believe this pict. I never open the stacking books on the right. No, no, thank you, Sir. :-D

Labels: ,