Friday, March 9, 2012

Butuh dan Ingin

Kebutuhan atau keinginan.
Ini satu dari sekian pelajaran yang saya dapat dari Papa.
Dari kecil, kita selalu diwajibkan untuk presentasi setiap kali akan meminta sesuatu.
Mau sepeda, mau meja belajar, mau komputer, sampai mau buku.
Seberapa butuh, atau hanya keinginan belaka.
Waktu kuliah, sekitar satu tahun, entah berapa belas kali presentasi tentang kebutuhan akan komputer, baru Papa membelikannya.
Buku kuliah, jangan tanya. Sekali saya bilang minta uang untuk beli buku kuliah, ces plong, uang langsung tersedia. Urusan pendidikan Papa ga kompromi, semuanya masuk kategori kebutuhan.
Yang lain, saya musti benar-benar mempersiapkan proposalnya, menemukan sejuta alasan kemanfaatannya agar disetujui Papa.
Sedari kecil, saya terbiasa seperti ini.
Hingga sekarang pun, walau tak lagi harus minta izin Papa setiap kali akan beli sesuatu, mikirnya sungguh amat sangat lama.
Jadi kebiasaan.

Sampai satu ketika, Papa menasehati saya.
"Sadarkah kamu kalau kamu jadi terlalu pelit pada dirimu? Kamu butuh 10, tetapi kamu cuma ingin 3. Sesekali, kamu harus memenuhi kebutuhanmu. Papa yakin kamu sudah cukup dewasa memutuskan itu."

Ya, saya sadari kadang level keinginan saya berada jauh di bawah level kebutuhan kita.
Dan pada beberapa hal, ini tidak baik.
Terima-kasih, Papa.

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home