Lucu juga rasanya ketika Saya memulai postingan di Facebook. Deg-degan gimana gitu, hehehe.
Sebenarnya sudah agak lumayan lama Saya punya account di Facebook (dan Twitter juga), tapi sangat jarang sekali saya check apalagi update. Punya-punyaan buat sekedar booking alamat dulu aja, dari pada dikemudian hari ada yang mengambil domain benisuryadi (sahhhhh..........), tapi ya itu tadi, lebih sering dianggurin. (kalau Saya sampai buka facebook, Danang bilang itu adalah keajaiban dunia, saingan dunk sama pulau Komodo, hehehe).
Banyak yang bilang, Saya ga gaul, ga update dengan tuntutan perkembangan jaman (sahhhhh.......(lagi)....). Hari gini ga punya Facebook, hari gini ga nge-Twit.
Saya punya account di Facebook (hei, at least saya ga kayak kisah di ngupingjakarta yang nanyain facebook sama netbook bedanya apa).
Dan Saya, pernah nge-Twit. ;-)
Okey, pernah. Karena ya masih hitungan jari sebelah tangan aja. Sampai berapa lama Saya masih belum nemu alasan yang cukup kuat kenapa Saya harus facebook-an atau nge hastag di twitter.
Sebelumnya, Saya sudah punya account di social network yang lain, yang mana sekarang sepertinya hampir semua pemakainya beralih ke Facebook. Trus, hari gini masih maen Friendster? Hohoho, Friendster sebenarnya juga sudah lama Saya anggurin. But hei, beberapa waktu lalu Saya pernah bertemu dengan seorang teman lama, yang berkata "Eh, Ben... FS lu apa? FS... Frienster? Ntar gw add deh. Punya kan?". So, Saya tetap bukan yang paling ga gaul, bukan? ;-)
Terlepas dari urusan gaul ga gaul, mungkin pada awalnya Saya tidak tertarik nge-Facebook adalah karena biayanya yang sangat mahal sekali. Untuk punya account Facebook, harus mengeluarkan uang ber-orde jutaan, bahkan terakhir Saya dengar harus rogoh kocek sampai 8 (delapan) jutaan. Ya, walaupun dengan iming-iming dapat gratis BlackBerry. ;-)
Alasan yang muncul berikutnya, adalah masalah waktu. Jangankan untuk browsing, untuk check dan reply email kerjaan kantor saja Saya sering keteteran. Beban pekerjaan cukup tinggi. Ini sih sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan, karena semata-mata disebabkan karena terbatasnya kemampuan otak Saya untuk multitasking. Jangankan multitasking, untuk singletasking saja masih sering ditegor atasan, hehehe.
Tapi seiring waktu, dalam beberapa hari ini, Saya memutuskan untuk berniat meluangkan waktu Saya untuk berjejaring di Facebook (Ya, sekarang, cukup Facebook dulu saja).
Protes beberapa orang teman, yang mempertanyakan kenapa Saya tidak datang di acara nikahan mereka padahal Saya sudah dikirimkan undangan (via Facebook) >> (Hei, Andrianto Hapsoro mungkin saking ngertinya saya ga gaul di Facebook, kirimkan saya undangan cetak kawinannya, hehehe, Thank, Anto).
Alasan lain, ternyata Facebook (hampir) merambah semua orang. Dan ya, ternyata banyak teman yang selama ini tidak terjangkau oleh saya untuk bersilaturahmi, Saya temukan di Facebook. Menyenangkan, karena ini artinya, Saya tidak perlu keluar duit lagi untuk sms atau telpon mereka satu persatu. Irit, fitur yang sangat Saya sukai. ;-)
Dan ya, sudah beberapa waktu ini Saya memulai menjalankan bisnis sampingan, dan juga sebuah yayasan sosial pendidikan. Dan ya, dimana saya bisa menemukan ribuan teman Saya yang akan mengucurkan dana mereka untuk beramal melalui yayasan ini? Facebook, tentunya.
Dan, mungkin ada miliyaran alasan baik lainnya yang bisa Saya dapatkan dari Facebook. Segala sesuatunya, harus yang mempunyai nilai tambah, bukan? Bukan hanya yang mendekat ke sia-siaan.
Jadi, Saya mau nulis status apa ya hari ini? Nanti Saja, sekarang saatnya kembali bekerja. ;-)

0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home