entreprenur
Pagi di kantor, pengen nulis dulu.
Kalau nyolong info dari bukunya Valentino Dinsi, Jangan Mau Seumur Hidup jadi Orang Gajian #2, banyak orang ingin menjadi entreprenur, tetapi selalu memiliki alasan mengenai kenapa mereka tidak berhenti bekerja. Jadi penasaran untuk cross check sama diri Saya sendiri.
1. "Saya tidak punya uang." >> Dibilang ga punya uang, punya lah. Tiap bulan juga terima gaji. Lumayan. trus belum lagi teman-teman yang bersedia investasikan uangnya diusaha yang akan Saya jalankan nantinya. Banyak loh teman Saya yang kaya. Tinggal bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Jadi alasan ini, bisa dihapus.
2. "Saya tidak bisa berhenti bekerja karena Saya punya anak-anak untuk dibiayai." >> Boro-boro punya anak, kawin aja belum, hehehe.
3. "Saya tidak punya kenalan satupun." >> Wah, kenalan Saya lumayan banyak, dari si Sariman House Keeping, pak Kadri teman bonceng motor pulang, si Abdul tukang mie di kampus, mas Bambang pemilik perusahan konsultan minyak, pak Tri bos Saya di kantor, mantan pacar anak Gubernur di kampung, sampai si Puti anak Bapak Rizal Ramli. Kalau kita pakai teori six degrees, wah kenalan Saya akan sangat banyak sekali.
4. Saya tidak cukup cerdas." >> Wah, siapa yang berani meragukan Saya untuk urusan satu ini, lulusan dari Institut terbaik bangsa.
5. "Saya tidak punya waktu. Saya terlalu sibuk." >> Lumayan sibuk sih, tapi ya ga segitu-gitunya. Pulang kantor masih sempat nongkrong, ke 21 atau berenang, bahkan masih punya banyak waktu buat nge gombalin cewek-cewek cantik di luaran sana.
6. "Saya tidak bisa menemukan siapapun yang bisa membantu Saya." >>> Haiyahh, lebai banget. Ga mungkin lah, kan?
7. "Waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bisnis terlalu lama." >>> Si Parto buka warung makan dua minggu aja dah deres untungnya. Youtube, juga jalan berapa puluh bulan aja dah gueeedeeee untungnya. Lagian yang namanya bisnis ya investasi jangka panjang lah.
8. "Saya takut. Membangun sebuah bisnis terlalu beresiko bagi Saya." >> Oke, alasan yang satu ini memang belum bisa gw tepis sepenuhnya. Kalau misalnya kondisi sekarang jadi karyawan, kadang memang bisa lembur habis-habisa, Sabtu Minggu kadang masuk, capek, tapi terlepas dari itu, gw ga mikir akhir bulan ada gaji atau ga, dah yakin aja akhir bulan rekening gw nambah sekian juta.
9. "Saya tidak suka berurusan dengan karyawan." >> Ga juga, apalagi kalau karyawannya cantik. Gw paling doyang malah, hehehe.
10. "Saya terlalu tua." >> Anjirrr, gw baru twenty five gitu loooohhh....
So, mikir apa lagi Ben?
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggg...... Hp gw terdengar berdering, ada telphon masuk.
Bos : "Ben, semua laporan desain harus selesai hari ini. Ga ada cerita terlambat."
Saya : "Baik, Pak."
Hahahaha, ya oke lah, kita skip bentar ya ambisi jadi entreprenurnya, kerja dulu, Coy. ;-)
Aniway, buat teman-teman semua, coba aja check semua alasan di atas dan coba jawab. Siapa tau, teman-teman adalah calon entreprenur sebenarnya. Tapi ingat, jangan lupa kasih Saya bonus ya, hehehe.

0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home