Nasi Goreng 3/4
Makan siang di sekitar kantor, kalau bukan gado-gado atau nasi ayam kremes, saya biasa pesan nasi goreng ikan asin spesial pakai toge. Cuma masalahnya porsi satu piring itu kebanyakan buat saya, tapi kalau pesan setengah, rasanya juga kurang. Jadilah akhirnya saya menuliskan nasi goreng ikan asin spesial pakai toge 3/4 di kertas pesanannya.
Setengah jam berlalu, pesanan saya belum juga di antar, padahal perut sudah begitu keroncongan. Sesaat hendak protes, tiba-tiba seorang pelayan menghampiri saya dan bertanya, "Pak, ini tiga perempat tu maksudnya gimana ya, telurnya ga penuh gitu?".
Saat membayar, "Lima belas ribu, Pak", ujar si kasir.
"Lah kok? Bukannya biasa empat belas ribu, Mbak?", tanya saya keheranan.
"Iya, tapi ini kan pesanannya tiga perempat, Pak", jawabnya.
...
Setengah jam berlalu, pesanan saya belum juga di antar, padahal perut sudah begitu keroncongan. Sesaat hendak protes, tiba-tiba seorang pelayan menghampiri saya dan bertanya, "Pak, ini tiga perempat tu maksudnya gimana ya, telurnya ga penuh gitu?".
Saat membayar, "Lima belas ribu, Pak", ujar si kasir.
"Lah kok? Bukannya biasa empat belas ribu, Mbak?", tanya saya keheranan.
"Iya, tapi ini kan pesanannya tiga perempat, Pak", jawabnya.
...

0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home