Sekolah Sutradara
Ketika punya keinginan, laksanakan!
Dan tadi, saat istirahat makan siang saya langsung meluncur ke lantai B gedung Umar Ismail, tempat dimana sekolah film berada.
Dengan bersemangat, saya langsung bertanya kepada si mas bagian informasinya, "Mas.... Saya mau jadi sutradara. Ada sekolahnya?"
Tanpa bersuara, dia langsung menyodorkan sebuah brosur kepada saya.
Woho, semacam di Solaria. Ada menu pilihannya, jadi asisten sutradara, asisten kamera, penulis skenario, dan lain-lain saya lupa.
"Mas, kalau yang paket jadi sutradara, ada? Maksudnya langsung sutradara, saya mau jadi sutradara, bukan asisten sutradara."
Hoo, ternyata sodara-sodara, adanya pendirikan untuk jadi asisten sutradara dulu, sedangkan sutradara itu sendiri adalah pencapaian setelah berkarya. Mungkin agak mirip sama analogi Doktor dan Profesor kali ya? Atau ga? Hehehe....
Tapi ya itu, adanya pendidikan asisten sutradara saja. Dan itupun jadwalnya setiap pagi, 3 jam, dari hari Senin-Kamis. Woshooo..... saya pikir cuma tiap akhir pekan belajar sambil ikut bantu-bantu di syutingnya Putri yang Tertukar atau Mandragate (set dah, tahun kapan ini, hehehe).
Yo wes, rencana pendidikannya dibatalkan dulu, sembari mencari info yang lain.
Sementara itu, kita bisa mulai jadi sutradara bikin film.... 3gp, tayang di handphone. :-D
Dan tadi, saat istirahat makan siang saya langsung meluncur ke lantai B gedung Umar Ismail, tempat dimana sekolah film berada.
Dengan bersemangat, saya langsung bertanya kepada si mas bagian informasinya, "Mas.... Saya mau jadi sutradara. Ada sekolahnya?"
Tanpa bersuara, dia langsung menyodorkan sebuah brosur kepada saya.
Woho, semacam di Solaria. Ada menu pilihannya, jadi asisten sutradara, asisten kamera, penulis skenario, dan lain-lain saya lupa.
"Mas, kalau yang paket jadi sutradara, ada? Maksudnya langsung sutradara, saya mau jadi sutradara, bukan asisten sutradara."
Hoo, ternyata sodara-sodara, adanya pendirikan untuk jadi asisten sutradara dulu, sedangkan sutradara itu sendiri adalah pencapaian setelah berkarya. Mungkin agak mirip sama analogi Doktor dan Profesor kali ya? Atau ga? Hehehe....
Tapi ya itu, adanya pendidikan asisten sutradara saja. Dan itupun jadwalnya setiap pagi, 3 jam, dari hari Senin-Kamis. Woshooo..... saya pikir cuma tiap akhir pekan belajar sambil ikut bantu-bantu di syutingnya Putri yang Tertukar atau Mandragate (set dah, tahun kapan ini, hehehe).
Yo wes, rencana pendidikannya dibatalkan dulu, sembari mencari info yang lain.
Sementara itu, kita bisa mulai jadi sutradara bikin film.... 3gp, tayang di handphone. :-D

0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home