Bulan yang akan datang
Bulan depan si bocah akan genap berusia tiga tahun - bulan yang sama pula dimana ada tanggal kelahiran istri dan juga tanggal pernihakahan kami lima tahun yang lalu.
Kita tidak punya tradisi merayakan ulang tahun dengan pesta ataupun acara besar. Bulan lalu saya ulang tahun, kita makan betiga di Sushi Tei. Keistimewaannya sama dengan masa-masa sebelumnya kami bertiga makan enak di Sushi Tei - pilihan gampang untuk makan bersama, kecuali sewaktu itu ada tambahan kue ulang tahun gratis yang disediakan restoran; dan dampaknya lebih besar buat si bocah yang merasakan serunya meniup lilin kue ulang tahun. Sehingga setelah itu, si Mamanya membelikan satu buah kue First Love lengkap dengan lilinnya; yang hampir selama seminggu sejak dibeli setiap hari si bocah menyelenggarakan upacara tiup lilin dan potong kuenya. Sederhana, dan membahagiakan. Sepertinya di bulan yang akan datang, kita juga akan merayakannya dengan cara sederhana yang membahagiakan.
Bukan pula pasangan yang romantis, saya acapkali melewati hari peringatan pernikahan kami secara biasa. Jika kebetulan bertepatan dengan hari libur, kita kadang menghabiskannya dengan bercengkrama bertiga di rumah; jika sedang tidak ingin ke luar. Rasa syukur dan juga evaluasi kita diskusikan hampir setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalaninya dengan cara sederhana yang mencintakan. Alhamdulillah, dan Insya Allah untuk selamanya di dunia dan akhirat, pernikahan kami berjalan dalam ridha Allah SWT.
Dan si bocah akan genap berusia tiga tahun, Insya Allah. Selama ini Allah memberikan jutaan kemudahan bagi saya dan istri sebagai orang tua. Teringat masa dimana begitu was-was bagaimana si bocah untuk bisa berhenti menyusu kepada Mamanya setelah berusia dua tahun, namun dua malam berselang, dia seperti lupa sama sekali. Bulan lalu, kita dipenuhi puluhan skenario untuk bisa membuat si bocah berhenti minum susu dari dot sambil tidur malam - sesuatu yang menjadi andalannya untuk bisa terlelap pulas setiap malam. Dua malam dia sering terbangun dan merengek, esoknya lupa pernah kenal yang namanya susu dot. Dua hari yang lalu, saya menyampaikan kegundahan kepada istri, betapa "tak punya petunjuk" saya untuk membesarkan anak. Tidak tahu apakah benar terjamin akan apa yang selama ini kami lakoni adalah yang terbaik buat si bocah. Namun Alhamdulillah, si bocah tumbuh menjadi kebahagiaan kami setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalani peran orang tua ni dengan cara sederhana yang menyayanginya. Insya Allah, demi ridho Allah SWT pada keluarga kami.
@Mercure Kuta Hotel, Bali.
Kita tidak punya tradisi merayakan ulang tahun dengan pesta ataupun acara besar. Bulan lalu saya ulang tahun, kita makan betiga di Sushi Tei. Keistimewaannya sama dengan masa-masa sebelumnya kami bertiga makan enak di Sushi Tei - pilihan gampang untuk makan bersama, kecuali sewaktu itu ada tambahan kue ulang tahun gratis yang disediakan restoran; dan dampaknya lebih besar buat si bocah yang merasakan serunya meniup lilin kue ulang tahun. Sehingga setelah itu, si Mamanya membelikan satu buah kue First Love lengkap dengan lilinnya; yang hampir selama seminggu sejak dibeli setiap hari si bocah menyelenggarakan upacara tiup lilin dan potong kuenya. Sederhana, dan membahagiakan. Sepertinya di bulan yang akan datang, kita juga akan merayakannya dengan cara sederhana yang membahagiakan.
Bukan pula pasangan yang romantis, saya acapkali melewati hari peringatan pernikahan kami secara biasa. Jika kebetulan bertepatan dengan hari libur, kita kadang menghabiskannya dengan bercengkrama bertiga di rumah; jika sedang tidak ingin ke luar. Rasa syukur dan juga evaluasi kita diskusikan hampir setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalaninya dengan cara sederhana yang mencintakan. Alhamdulillah, dan Insya Allah untuk selamanya di dunia dan akhirat, pernikahan kami berjalan dalam ridha Allah SWT.
Dan si bocah akan genap berusia tiga tahun, Insya Allah. Selama ini Allah memberikan jutaan kemudahan bagi saya dan istri sebagai orang tua. Teringat masa dimana begitu was-was bagaimana si bocah untuk bisa berhenti menyusu kepada Mamanya setelah berusia dua tahun, namun dua malam berselang, dia seperti lupa sama sekali. Bulan lalu, kita dipenuhi puluhan skenario untuk bisa membuat si bocah berhenti minum susu dari dot sambil tidur malam - sesuatu yang menjadi andalannya untuk bisa terlelap pulas setiap malam. Dua malam dia sering terbangun dan merengek, esoknya lupa pernah kenal yang namanya susu dot. Dua hari yang lalu, saya menyampaikan kegundahan kepada istri, betapa "tak punya petunjuk" saya untuk membesarkan anak. Tidak tahu apakah benar terjamin akan apa yang selama ini kami lakoni adalah yang terbaik buat si bocah. Namun Alhamdulillah, si bocah tumbuh menjadi kebahagiaan kami setiap hari. Sepertinya di hari di bulan yang akan datang, kita juga akan menjalani peran orang tua ni dengan cara sederhana yang menyayanginya. Insya Allah, demi ridho Allah SWT pada keluarga kami.
@Mercure Kuta Hotel, Bali.

0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home