Friday, June 12, 2020

Kita Sama, Tak Berbeda


"Bumi.... jangan panas-panas, nanti kamu hitam," suara saya meninggi menyuruh si bocah untuk tak bermain di luar.
"Memangnya kenapa kalau hitam?", tanyanya.
.
.
.
.
.
Nanti kalau hitam jadi tidak menarik? tidak punya kesempatan seperti orang-orang yang berkulit putih? Seketika lidah saya kelu. Saya tenggelam dalam stigma.
Kalau saya tidak bisa mendidik dia bahwa warna kulit (bentuk tubuh, suku, agama, atau lain-lainnya) bukanlah menjadi pembeda dimana yang satu lebih baik dari yang lainnya, bagaimana dia bisa tumbuh untuk mengerti bahwa kita ini semuanya sama.

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home