Friday, December 13, 2019

... 2019

Sudah mendekati akhir 2019.

Tulisan sebelum ini tayang lebih dari satu tahun yang lalu.
Tak ada cerita yang bisa ditulis di blog ini, atau tak ada upaya untuk menulis cerita di blog ini, entahlah, tak ada yang tahu.

Tapi perjalanan setahun ini sebenarnya terasa indah.

Bicara pekerjaan, profesional karir, rasanya cukup banyak pencapaian. Tak sekedar untuk diri tampil, tapi sudah cukup bijak untuk menjadi pialang agar orang-orang di lingkungan kerja tumbuh menjulang.

Perjalanan pun sudah cukup panjang, bahkan bulan lalu bisa menapakkan kaki di benua Afrika, menggenapkan perjalan sebelumnya menjelajah Asia, Eropa, Amerika, dan Australia.

Tapi yang lebih semarak adalah kisah tentang lahirnya manusia kedua yang memanggil saya Bapak. Yang pertama, Bumi, yang memberikan saya segala yang saya inginkan dari dunia ini.
Dan yang kedua, Damai, yang menuntun saya pada ketenangan hati bersama keluarga.
Keluarga yang dibangun bersama istri tercinta, sang pintu surga.

Damai di bumi.
Bumi nan damai.

2019 rasanya memang terasa damai buat saya. Anugrah Allah SWT sungguh luar biasa. Tak terkira rasanya kasih sayang yang menyelimuti saya dan keluarga setiap harinya.

Sudah mendekati awal 2020.

Merasa ini semua, sepatutnya saya berterima-kasih kepada dunia.
Menikmati ini semua, berencana memang seharusnya melakukan kebaikan buat sesama.
Tidak untuk diri saya, tapi untuk mereka berdua; Bumi dan Damai, agar bumi yang akan mereka tempati kini dan nanti, memberikan damai di hati.

Bismillah.
AETAS Hotel Bangkok,
13 Desember 2019

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home