Monday, January 24, 2022

Selamat Datang di Grup Lumbar

 Jadi, saya menjalani pergantian usia kali ini di kamar sebuah rumah sakit. Terbaring kesakitan di sebuah ranjang yang seharusnya empuk. Terjaga sampai detik-detik pergantian hari, bukan karena ingin meresapi sekali pergantian usia kali ini, tapi karena tak bisa tidur menahan perih.

Malam sebelum pergantian usia, saya terkapar saat sedang bermain squash, sebuah olah raga yang baru saya gemari. Dibobong keluar lapangan karena tidak bisa berdiri, meringis sepanjang jalan pulang sambil menyetir sendiri, lalu terus ke rumah sakit ditemani kekasih hati.

Jadilah Jumat malam itu, saya menjalani waktu berdua bersama istri. Tak ada pergumulan mesra, karena walaupun kamarnya mewah, kita bukan sedang holiday ataupun staycation. Ingin pun, tapi gerak sedikit saja, pinggang sudah menjerit.

Jadilah saya menjalani hari-hari awal di usia 38 ini di ranjang rumah sakit. Pengingat betapa diri ini tidak muda lagi, betapa tubuh ini sudah memang perlu dikasihani.

Menariknya, atau serunya, atau asiknya.... duh, saya tahu ini pilihan kata yang salah karena kok saya jadi senang ketika mengetahui teman juga sakit, tapi terus terang ada kegairahan sendiri. Sebuah perasaan bahagia ketika satu, dua, tiga, lima, delapan dan lebih teman yang berkabar dan bercerita kalau mereka pun pernah mengalami hal yang sama. 

Pembicaraannya selalu saja dibuka dengan pertanyaan, "lumbar berapa, lu? gw 4 ke 5. wah kalau gw lumbar 5 ujungnya. Selamat datang di grup."

Mengertikah pembicaraan ini? Hahaha. Saya harap tidak. Tapi pun ketika tahu karena pernah mengalami juga, marilah kita sama-sama tertawa mensyukuri hidup ini yang begitu bahagia.

Benar bahagia kan, ketika bertemu teman di grup lumbar? Hahaha.

Semoga sehat semua. Mari menua seru bersama.

Selamat ulang tahun, Saya.

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home