Petualangan Sang Ksatria Safari Malam
Suatu hari, Sang Pangeran mendapat berita bahwa Sang Putri Cantik telah diculik oleh Sang Raja Hutan. Sang Raja Hutan yang kejam menyekap Sang Putri di istananya di sebuah rimba yang bernama Safari Malam. Berita ini tersebar dengan cepat ke seluruh penjuru negeri hingga sampai ke telinga seorang Ksatria Khusus Pembela Putri Cantik. Tanpa membuang-buang waktu, bersama seorang pengawalnya (Wilko, maaf lu kebagian peran pengawal ya, hehehe) segera berlari menuju rimba sang Raja Hutan.
Suasana terasa gelap dan mencekam (maklum dah malam dan ga ada PLN di sana). Rimba yang menyeramkan tersebut hanya bisa dilalui dari sebuah gerbang yang terbuat dari dua tanduk Gajah. Tidak semua orang bisa masuk kesana, hanya orang-orang yang punya freepass saja. Untunglah sang pengawal adalah member dari sebuah club malam di Jakarta.
Sebelum masuk ke dalam, Sang Ksatria dan Pengawal memutuskan untuk berpose terlebih dahulu, buat update status di Facebook.
Sebelum masuk ke dalam, Sang Ksatria dan Pengawal memutuskan untuk berpose terlebih dahulu, buat update status di Facebook.
Setelah berpose dan menyerahkan freepass kepada sang penjaga, dengan mengendap-endap Sang Ksatria dan Pengawal menelusuri jalan setapak mencari arah menuju istana Sang Raja Hutan.
Namun sayang buat Sang Pengawal yang tidak berhati-hati, tiba-tiba dari arah gelap, muncul seekor Singako Seramo besar yang menerkam dan menggigit tangannya. Sang Pengawal teriak kesakitan sambil memanggil-manggil Papanya. Sang Ksatria langsung sigap membantu. Begitu melihat Sang Ksatria muncul, Singa tersebut langsung lari dan menghilang di kegelapan. Sungguh sial nasib Sang Pengawal. 911 yang terlambat datang membuat nyawanya tak teselamatkan.
Setelah bersedih selama lima menit, akhirnya Sang Ksatria memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menolong Sang Putri. Belum beberapa langkah berjalan, dua bayangan hitam putih berkelebat. Ternyata ini adalah Dua Nenek Lampir Zebrano. Namun dengan sigap Sang Ksatria mengelak. Dengan jurus Playboy Menebar Sukma, kedua Nenek Lampir Zebrano tersebut berhasil dikalahkan.
Tanpa membuat-buang waktu, Sang Ksatria terus berlari melanjutkan perjalanannya hingga tak lama dia menemukan istana Sang Raja Hutan. Namun apa yang dilihatnya sungguh memilukan. Dua anak raja hutan tampak sedang bertengkar memperebutkan sepotong daging. Daging dari tubuh Putri Cantikkah itu, lirih pilu sang Ksatria. Sang Ksatria berusaha melerai dan menyelamatkan daging tersebut. Tapi apa daya, daging sudah menjadi bubur.
Sang Ksatria hanya bisa terduduk bersedih menyaksikan sisa daging tersebut. Oh Putri Cantik, maafkan diriku telat menyelamatkanmu, isak sang Ksatria.
Namun tiba-tiba terdengar suara, "Putri belum mati. Putri masih disekap di istana sana oleh Sang Raja Hutan. Daging tadi bukanlah dari tubuh tuan putri, tetapi dari tubuh pengawal anda." Sang Ksatria sungguh gembira mendengar berita ini. "Oh beruang, kau penyelamatku," teriak sang Ksatria sambil berusaha mencium sang BeruangBanyakKayadunk.
Dengan segera Sang Ksatria menuju pintu istana Sang Raja Hutan. Namun, tampaknya Sang Raja Hutan sudah menunggu dari tadi dengan gaya menantang Sang Ksatria berkelahi. Dan, mereka berkelahi dengan hebatnya. Bahkan Sang Ksatria hampir kalah ketika Sang Raja Hutan berhasil menggigit leher Sang Ksatria. Untung saja Sang Ksatria tidak berubah menjadi vampir karenanya.
Namun, dengan segala kemampuan yang dimilikinya, akhirnya Sang Ksatria berhasil memenangkan pertandingan tersebut. Kini Princess terselamatkan. Seluruh rakyat bersuka cita. Bahkan Princess mengajak Sang Ksatria untuk berdansa dengannya.
Sepertinya Princess dan Sang Ksatria begitu larut dalam kemesraan berdansa.
"Sang Ksatria. Terimakasih telah menyelamatkanku. Sebagai hadiah, pejamkan matamu. Aku akan menciummu," ucap Princess manja. Tanpa membuang-buang waktu, Sang Ksatria langsung memejamkan matanya. "Hitung sampai tiga lalu buka matamu," lanjut Princess dengan suara genitnya. Membayangkan ciuman mesra dari Princess, sang Ksatria mulai berhitung, "Satu, dua, dan tiga. Wakkkkkkkkkkkkk." teriak Sang Ksatria begitu kerasnya ketika membuka mata ternyata yang dalam pelukannya adalah seekor Urang Hutan.
Dan mereka, hidup bahagia selamanya. :-)

7 Comments:
dongeng yang anehhh, hehe,,
kenapa malah Putri yang berubah jadi orang utan? harusnya Ksatria yang berubah menjadi kodok =p
bener ni ben, gerbang hutan dari tanduk gajah? penasaran sama gaja yang punya tanduk... :D:D
hahahaha, eh foto-foto dimana sih?
kenapa "simahe" gak ada dalam cerita? ohohohoh
@batari : di Taman Safari, yang versi Safari Malamnya. Ganteng ya pemeran utama ceritanya. :-D
@diah: itu singggggaaaaa, bukan marmut apalagi hamstereeeeeerrrrr
Sang Ksatria?!?!?
sok ganteng abissss... hahahaha..
Cieee.. simahe marmut sejati.. marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...
mana ada singa buntet kayak gitu...
marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...marmut.. marmut.. marmut.. marmut... marmut...
*kabur.. (dari yg dikasih simahe, bukan dari yg ngasih, galak euy..)
mana mana simahe?
ihh.. masa' sih gada cerita soal marmut bin hemster ituh?
curiga simahe hasil pungutan di jalan pulang..
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home