Belajar Tanpa Air Mata
Minggu pertama kuliah Coursera, cukup puyeng rasanya menyesuaikan dengan pola pembelajaran online ini. Satu mata kuliah mensyaratkan 7-8 jam belajar setiap minggunya, dan 2 dari 5 kelas yang saya ambil, mulainya berbarengan hari Senin kemaren. Artinya saya harus mengalokasikan waktu 14-16 jam setiap minggunya untuk kedua kelas ini.
Tahun lalu saya sempat ikut kuliahnya online-nya UNESCO. Delapan minggu perkuliahan online, dan setiap minggunya diisi oleh Profesor yang berbeda dari universitas yang berbeda-beda, dari berbagai penjuru Asia. Waktu tayangnya juga beragam. Untung saja bukan dari Amerika sana yang berbeda waktu 12 jam dengan kita di Jakarta. Waktu itu saya berhasil menyelesaikan dengan baik. Tugas-tugaspun lancar semua.
Tapi sepertinya pengalaman baru lagi dengan kuliah Coursera ini. Per satu minggu ada sektiar 4-5 video perkuliahan yang harus saya tonton, dan masing-masingnya diakhiri dengan kuis. Untung saja ada banyak penjelasan awal yang membantu kita bagaimana bisa sukses mengikuti perkuliahan online ini.
Nah, untuk bisa memahami apakah pola belajar saya sesuai dengan lingkungan belajar online ini, situs Coursera menyarankan untuk ikut tes ala VARK Learning Style Questionnaire di http://www.vark-learn.com/english/page.asp?p=questionnaire atau Index of Learning Styles Questionnaire (ILS) di http://www.engr.ncsu.edu/learningstyles/ilsweb.html.
Hasil tes menyimpulkan bahwa pola belajar saya lebih dominan melalui tulisan alias Read/Write.
Tapi ada satu kotak yang saya temukan di kesimpulan hasil tes saya yang membuat saya hampir menangis.
Buat semua teman yang masih berjuang menyelesaikan study-nya, yang ga lulus-lulus juga S1, yang masih mentok tesis S2, atau yang mulai linglung S3, ga boleh nangis ya. :-D
Tahun lalu saya sempat ikut kuliahnya online-nya UNESCO. Delapan minggu perkuliahan online, dan setiap minggunya diisi oleh Profesor yang berbeda dari universitas yang berbeda-beda, dari berbagai penjuru Asia. Waktu tayangnya juga beragam. Untung saja bukan dari Amerika sana yang berbeda waktu 12 jam dengan kita di Jakarta. Waktu itu saya berhasil menyelesaikan dengan baik. Tugas-tugaspun lancar semua.
Tapi sepertinya pengalaman baru lagi dengan kuliah Coursera ini. Per satu minggu ada sektiar 4-5 video perkuliahan yang harus saya tonton, dan masing-masingnya diakhiri dengan kuis. Untung saja ada banyak penjelasan awal yang membantu kita bagaimana bisa sukses mengikuti perkuliahan online ini.
Nah, untuk bisa memahami apakah pola belajar saya sesuai dengan lingkungan belajar online ini, situs Coursera menyarankan untuk ikut tes ala VARK Learning Style Questionnaire di http://www.vark-learn.com/english/page.asp?p=questionnaire atau Index of Learning Styles Questionnaire (ILS) di http://www.engr.ncsu.edu/learningstyles/ilsweb.html.
Hasil tes menyimpulkan bahwa pola belajar saya lebih dominan melalui tulisan alias Read/Write.
Tapi ada satu kotak yang saya temukan di kesimpulan hasil tes saya yang membuat saya hampir menangis.
Buat semua teman yang masih berjuang menyelesaikan study-nya, yang ga lulus-lulus juga S1, yang masih mentok tesis S2, atau yang mulai linglung S3, ga boleh nangis ya. :-D


0 Comments:
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home