Monday, January 28, 2013

Ide: Gawat Darurat

Pas istirahat siang tadi, ke rumah sakit, menemui dokter THT. Sudah dua mingguan ini telinga kiri saya rasanya ada gangguan. Pulang-pulang dari dokter, soal masalah telinga berkurang, tapi jadinya sekarang otak saya pusing. Setres habis lihat video langsung isi dalam kepala saya, masuk dari lubang telinga, dan masuk dari lubang hidung. Mirip goanya Batman, tapi warnya rada merah, dan lebih spooky, hehehe. Tapi Allah Amazing benar menciptakan makhluk-Nya ya.

Oh ya, tadi kan daftar dokternya via telpon. Saya jadi terpikir satu hal.
Setiap nomor telepon rumah sakit yang saya hubungi, selalu saja diawali dengan sapaan, informasi pilihan bahasa, lalu info ini tekan nomor sekian, mau ini tekan nomor sekian.

Nah, yang menurut saya kurang pas adalah si pilihan gawat daruratnya bukan yang pertama muncul.

Contohnya saja RS MMC. Ketika kita telpon, suara mbak-mbak (mesin) akan bilang "terima-kasih", lalu menyapa "selamat pagi/siang/sore", dilanjutkan dengan informasi pilihan bahasa. Setelah itu baru info pilihan khusus. Unit Gawat Darurat memang ada dalam pilihan pertama. Tetapi harusnya ini perlu diubah. Jadi idenya begini.

Begitu kita angkat nomor telpon, tanpa basa-basi sapaan ini itu, yang pertama diucapkan si mbak-mbak mesinnya adalah"
Gawat Darurat, Tekan 1.
Jika bukan silahkan tekan 2.

Nah, baru dilanjutkan terima-kasih, selamat-selamatan, pilihan ini itu.

Jadi langsung prioritas buat yang gawat darurat.
Mudah-mudahan si MMC, atau RS lain ada yang dengar masukan ini.
Save the life!

0 Comments:

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home