Kimura Chan
"Hoo, Ok. Right, right. No problem Kimura Chan, no problem. We will handle it," terdengar suara percakapan via telephon beberapa meter dari cubicle Saya. "Ok, bye bye Kimura Chan, thank you very much Kimura Chan," lanjut suara tersebut terdengar.
Sesaat, Saya terpancing untuk melongok, mencari tahu siapa yang sedang berbicara di telphon.
"Nelphon siapa, Pak?" tanya Saya kepada Pak Slamet yang baru saja menutup telphonnya. "Itu si Jepang. Kimura Chan," sahut beliau menjawab.
"Kimura Chan?" dengan mimik heran Saya bertanya.
"Iya, Kimura Chan, mister Kimura. Kimura Chan," jawab beliau kembali.
"Kimura San kali, Pak" imbuh Saya.
"Chan", tangkis beliau.
"San", ulang Saya.
"Chan!!"
"San"
"Channnnn......" tegas pak Slamet dengan suara keras. "Mas Ben, dimana-mana ya, adanya tu Sin Chan, bukan Sin San. Kimura Chan, bukan Kimura San. Gitu aja masa ga tau. Panggilan akrab buat orang Jepang, Mas" ejek beliau.
Puff....
Bekerja di lingkungan international memang butuh usaha lebih untuk memahami perbedaan budaya. Dan untuk berinteraksi dengan orang Jepang, menonton Anime atau membaca Manga bisa jadi salah satu cara untuk memahami budaya mereka. TAPI TIDAK CRAYON SHIN CHAN!!!
Sesaat, Saya terpancing untuk melongok, mencari tahu siapa yang sedang berbicara di telphon.
"Nelphon siapa, Pak?" tanya Saya kepada Pak Slamet yang baru saja menutup telphonnya. "Itu si Jepang. Kimura Chan," sahut beliau menjawab.
"Kimura Chan?" dengan mimik heran Saya bertanya.
"Iya, Kimura Chan, mister Kimura. Kimura Chan," jawab beliau kembali.
"Kimura San kali, Pak" imbuh Saya.
"Chan", tangkis beliau.
"San", ulang Saya.
"Chan!!"
"San"
"Channnnn......" tegas pak Slamet dengan suara keras. "Mas Ben, dimana-mana ya, adanya tu Sin Chan, bukan Sin San. Kimura Chan, bukan Kimura San. Gitu aja masa ga tau. Panggilan akrab buat orang Jepang, Mas" ejek beliau.
Puff....
Bekerja di lingkungan international memang butuh usaha lebih untuk memahami perbedaan budaya. Dan untuk berinteraksi dengan orang Jepang, menonton Anime atau membaca Manga bisa jadi salah satu cara untuk memahami budaya mereka. TAPI TIDAK CRAYON SHIN CHAN!!!

7 Comments:
hahaha. udah berasa akrab bener si pak slamet ini :)
emang bedanya san sama chan apa sih???
Guys,
Support The Earth Hour, by turning off all the electricity for an hour on Saturday, March 27'th 2010, 8.30 pm.
Dukung The Earth Hour, dengan mematikan semua lampu dan listrik selama 1 jam, pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 mulai dari jam 20.30 malam.
This is the least we can do....
Love the Earth...
Ninneta
Bedanya? ga ada.
Karena walaupun pak Slamet cuma staf logistik di Jakarta, tetap bisa akrab sama direktur sebuah lembaga penelitian kelas dunia ternama di Jepang sana. :-D
Bukan begitu, Batari-chan. :-)
Ninneta, terimakasih atas ajakan kampanye The Earth Hour nya. :-)
hahahaha,,
aduh, Aku jadi semakin pengen ketemu sama Pak Slamet ini, huehe,,
hahahaha,,
aduh, Aku jadi semakin pengen ketemu sama Pak Slamet ini, huehe,,
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home