Cita-Citaku jadi Peneliti
Satu cita-cita yang saat ini saya kejar sepenuh hati adalah menjadi seorang peneliti, terus bikin tulisan di jurnal-jurnal kelas cihui dunia.
Kesibukan belakangan ini, membuat saya berjarak dari cita-cita tersebut. Pekerjaan lebih banyak mengurus permasalahan teknis program.
Hingga satu waktu kesempatan itu datang, dan kebetulan sekali topiknya sesuai dengan idaman hati.
Pertama kali ditugaskan, sore-sore, sampai malam, tengah malam dan keesokan paginya... jutaan ide di otak dengan semangat semilyar. Mata berbinar-binar sepanjang malam.
Paginya, penuh semangat berangkat kantor... dan dengan sepenuh hati di depan komputer, bersiap untuk menulis.
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Maen Minesweeper dulu.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Lanjut pagi esoknya...
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Baca koran dulu.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Lanjut pagi esoknya. lagi
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Baca jurnal orang dulu. Semangat muncul lagi.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Dua minggu kemudian...
Cuma nyengir yang ada.
Susah ya? Hahahahahaa....
Kesibukan belakangan ini, membuat saya berjarak dari cita-cita tersebut. Pekerjaan lebih banyak mengurus permasalahan teknis program.
Hingga satu waktu kesempatan itu datang, dan kebetulan sekali topiknya sesuai dengan idaman hati.
Pertama kali ditugaskan, sore-sore, sampai malam, tengah malam dan keesokan paginya... jutaan ide di otak dengan semangat semilyar. Mata berbinar-binar sepanjang malam.
Paginya, penuh semangat berangkat kantor... dan dengan sepenuh hati di depan komputer, bersiap untuk menulis.
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Maen Minesweeper dulu.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Lanjut pagi esoknya...
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Baca koran dulu.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Lanjut pagi esoknya. lagi
Sampai siang... masih kosong, otak melompong, perut keroncong.
Baca jurnal orang dulu. Semangat muncul lagi.
Balik lagi depan komputer.
Sampai sore... masih memble, ga kece.
Pulang.
Dua minggu kemudian...
Cuma nyengir yang ada.
Susah ya? Hahahahahaa....

1 Comments:
muwahhahahaahahahaha.. numpang ketawa :D
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home