Tips Hubungan yang Langgeng
Jadi ceritanya barusan saya makan malam di sebuah restoran di bawah.
Di meja sebelah, ada sepasang remaja sekolahan juga sedang asik makan. Dari baju sekolah yang masih mereka pakai, sepertinya mereka memutuskan dari sekolah tidak langsung pulang, tetapi kencan makan malam romantis dulu berdua.
Posisi yang cukup dekat, jadi saya yang sepi sendiri makan bisa mendengar percakapan mereka yang sungguh sarat makna, selain ga tau juga mau ngapain sambil makan sendiri, hehehe.
"Sayang, aku tahu sesuatu... Prinsip yang harus kita jaga agar hubungin kita bisa langgeng selamanya", ungkap si cowok.
Sesaat terdiam, lalu si cewek berkata,"maksud kamu"?
"Iya... Menurut aku dalam suatu hubungan itu, baik cowok maupun cewek, tidak boleh merasa lebih dari pasangannya. Si cowok mungkin saja sudah lakuin ini itu buat ceweknya, tetapi si cowoknya ga boleh merasa lebih dari si ceweknya. Begitupun dengan si cewek. Apapun yang sudah dia lakukan dia tidak boleh merasa lebih dari cowoknya. Kalau salah satu merasa lebih, maka yang ada nantinya dia akan menuntut ini itu, merasa lebih, dan ujung-ujungnya akan berakibat pertengkaran," ucap si cowok menjelaskan.
Menarik sekali filosofi si remaja ini, saya semakin menfokuskan diri untuk mendengarkannya.
Mungkin merasa sedang kerennya, mampu membuat si cewek semakin terpesona, si cowok melanjutkan khutbahnya, "Nah, karena itu menurut aku setiap orang itu harus merasa kurang dari pasangannya, sehingga dia akan berusaha terus untuk memberikan yang terbaik, memberikan lebih untuk pasangannya. Seperti aku sama kamu. Aku jujur aja ngerasa bahwa aku kurang pintar dibanding kamu. Aku juga, merasa jelek. Ga pantas sebenarnya dapatin kamu yang sangat cantik gini."
"Wah, makin dahsyat ni," ucap saya dalam hati. Berpura-pura menggeser piring makan, saya semakin mencondongkan badan saya ke arah mereka agar bisa mendengarkan lebih jelas. Sebagai pemula dalam suatu hubungan (uhuiii....) segala nasehat, tak peduli dari yang tua ataupun yang muda, tentu saja sangat penting adanya.
Tapi, berapa lama saya menunggu, tak jua ada suara.
Hening... cukup lama... hening.
Tiba-tiba dengan suara keras, sambil berdiri, si cewek berkata, "Aku dari awal juga ngerasa begitu sih. Aku tu harusnya lebih cocok dengan si Bima. Aku tuh pengen punya cowok yang cakep juga, yang sama ma aku. "
Dan lalu, si cewek pergi meninggalkan si cowok.
Senjata makan tuan.
Dan ya, si cowok mengejar si cewek, dan selanjutnya, saya ga tau. Ketahuan banget kurang kerjaan saya kalau saya ikutin mereka, hehehe.
To all the ladies and gentlemen di luaran sana. Please do not forget to take the moral of the story. :-D
Di meja sebelah, ada sepasang remaja sekolahan juga sedang asik makan. Dari baju sekolah yang masih mereka pakai, sepertinya mereka memutuskan dari sekolah tidak langsung pulang, tetapi kencan makan malam romantis dulu berdua.
Posisi yang cukup dekat, jadi saya yang sepi sendiri makan bisa mendengar percakapan mereka yang sungguh sarat makna, selain ga tau juga mau ngapain sambil makan sendiri, hehehe.
"Sayang, aku tahu sesuatu... Prinsip yang harus kita jaga agar hubungin kita bisa langgeng selamanya", ungkap si cowok.
Sesaat terdiam, lalu si cewek berkata,"maksud kamu"?
"Iya... Menurut aku dalam suatu hubungan itu, baik cowok maupun cewek, tidak boleh merasa lebih dari pasangannya. Si cowok mungkin saja sudah lakuin ini itu buat ceweknya, tetapi si cowoknya ga boleh merasa lebih dari si ceweknya. Begitupun dengan si cewek. Apapun yang sudah dia lakukan dia tidak boleh merasa lebih dari cowoknya. Kalau salah satu merasa lebih, maka yang ada nantinya dia akan menuntut ini itu, merasa lebih, dan ujung-ujungnya akan berakibat pertengkaran," ucap si cowok menjelaskan.
Menarik sekali filosofi si remaja ini, saya semakin menfokuskan diri untuk mendengarkannya.
Mungkin merasa sedang kerennya, mampu membuat si cewek semakin terpesona, si cowok melanjutkan khutbahnya, "Nah, karena itu menurut aku setiap orang itu harus merasa kurang dari pasangannya, sehingga dia akan berusaha terus untuk memberikan yang terbaik, memberikan lebih untuk pasangannya. Seperti aku sama kamu. Aku jujur aja ngerasa bahwa aku kurang pintar dibanding kamu. Aku juga, merasa jelek. Ga pantas sebenarnya dapatin kamu yang sangat cantik gini."
"Wah, makin dahsyat ni," ucap saya dalam hati. Berpura-pura menggeser piring makan, saya semakin mencondongkan badan saya ke arah mereka agar bisa mendengarkan lebih jelas. Sebagai pemula dalam suatu hubungan (uhuiii....) segala nasehat, tak peduli dari yang tua ataupun yang muda, tentu saja sangat penting adanya.
Tapi, berapa lama saya menunggu, tak jua ada suara.
Hening... cukup lama... hening.
Tiba-tiba dengan suara keras, sambil berdiri, si cewek berkata, "Aku dari awal juga ngerasa begitu sih. Aku tu harusnya lebih cocok dengan si Bima. Aku tuh pengen punya cowok yang cakep juga, yang sama ma aku. "
Dan lalu, si cewek pergi meninggalkan si cowok.
Senjata makan tuan.
Dan ya, si cowok mengejar si cewek, dan selanjutnya, saya ga tau. Ketahuan banget kurang kerjaan saya kalau saya ikutin mereka, hehehe.
To all the ladies and gentlemen di luaran sana. Please do not forget to take the moral of the story. :-D

2 Comments:
:))
dudul..
:))
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home