Saturday, December 19, 2009

Saya dan Ponakan

Puff. Sudah pernah Saya ceritakan kalau Saya punya 17 orang ponakan? Ya, tujuh belas dan itu orang semua. Kebangkrutan menghadapi antrian mereka menunggu jatah lebaran saja sudah membuat Saya merasa mengalahkan almarhum Meggy Z sebagai laki-laki termiskin di dunia. Yang bikin lutut lemesnya lagi, mereka suka lupa kalau lebaran itu cuma sekali dalam setahun. Bahkan, beberapa orang ponakan malah bisa jadi lebih dari tiga kali meminta hadiah ulang tahun dalam setahun. Ya, tujuh belas orang itu adalah orang semua.

Dan, hei, Saya belum cerita bagian yang paling memprihatinkannya.

Muhammad Irfan. Umur 6 tahun. Sudah 2 tahun menolak masuk TK. Selalu memaksa Mamanya duduk di kursi kecil menemani sepanjang waktu sekolah. Tetapi, baru seminggu sekolah, di kamera yang Saya hadiahkan untuk ulang tahunnya, sudah ada 300an lebih photo anak-anak perempuan. Tidak semua perempuan, hanya yang cantik saja. Mamanya menyalahkan Saya.

A. Putri Kiranti alias Riri. Umur juga 6 tahun. Sudah kelas 1 SD. Juara main kelereng satu kelurahan. Jago panjat pohon, dan bermain bola. Sudah pernah Saya bilang kalau dia adalah perempuan? Ya, dan senjata pamungkas dia di sekolah adalah menangis tiap kali menerima hasil ulangan cuma 60. Dan dia tidak akan berhenti menangis sampai si Ibu Guru menambahkan nilainya menjadi 90. Ibu gurunya, yang juga Ibu guru Saya waktu SD dulu bilang, perilaku Riri sangat mirip Saya sewaktu SD.

Aldo Ikhsan. Umur? Saya lupa, hehehe. Yang jelas inilah anak yang tidak terima penjelasan gurunya bahwa bahasa Australia itu sebenarnya adalah bahasa Inggris. Oke, ini Saya yang mengajarkan.

Arif (Dan Saya lupa nama lengkapnya, hehehe). Umur? Saya juga lupa. Kelas 4 SD (seharusnya). Anak satu ini merasa satu-satunya alasan untuk ke sekolah adalah untuk belajar menghitung uang kembalian belanja. Hal ini juga yang membuat Saya merasa sudah paling jago Matematika sewaktu SD, hehehe.

Gina Zulfa Dilla. Kelas 2 SMP. Umur ya kira-kira 14 tahun lah. Kemaren Mamanya telphon bercerita, kalau ponakan Saya yang satu ini habis disetrap gurunya gara-gara ngotot bahwa gambar Soe Hok Gie yang dimilikinya adalah yang sebenarnya, bukan seperti yang diperlihatkan Ibu Gurunya. Ya, dapat Saya maklumi posisinya sebagai anak gadis yang baru beranjak remaja, sedang puber. Nicolas Saputra memang jauh lebih ganteng. Pas lah sama Uncu nya yang mengidolakan Dian Sastro.

Sekian dulu, Saya mau mengingat-ngingat dulu ponakan Saya yang lainnya. Kebanyakan, jadi lupa, hehehe.

Dan, minggu lalu Uda Saya yang menikah beberapa bulan yang lalu, mengabarkan bahwa istrinya sudah hamil 3 minggu. Artinya tahun depan Saya akan punya 18 orang ponakan. Ya, delapan belas dan itu orang semua.

Labels:

4 Comments:

Anonymous Nda said...

bentar lagi semua tante nya beni ga ngasih anaknya deket sama si uncu nya :D

12/20/2009 08:12:00 AM  
Blogger Mona said...

kakaknya kali, nda.. hehe..

beno, minta ipod... :P

*ngarep jadi keponakannya beni supaya dibeliin ipod..

12/20/2009 09:08:00 AM  
Blogger Batari Saraswati said...

Ya, tujuh belas orang itu adalah orang semua --- Hahahaha, masa iya dicampur pohon!

Anw, anak kecil itu kenapa ya matre-matre? Saya punya adik satu aja udah miskin. Kalau saya telfon, bukannya nanya kabar, hal pertama yang dia bilang, "Mbak aku minta laptop dong."
Lu kira sini punya pohon duit.

12/21/2009 09:09:00 AM  
Anonymous beni.suryadi said...

@nda : hahahaha, ga bakal. they need me. buat ngurusin anak mereka semua, hehehe.

@mona : kalau ipot mau? :P

@batari : hahahahhaaaa..... mau juga dunk laptop, mbak. :D
tapi benar Bat, bikin miskin. :D

12/21/2009 09:19:00 PM  

Post a Comment

Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home