Optimis!
Makin hari beban hidup makin berat?
Frustasi? Jangan, kan d'Masiv bilang jangan menyerah. ;-)
Saya sendiri sebenarnya juga menghadapi begitu banyak permasalah sekarang, yang kadang membuat sisi pesimisme muncul begitu kuat. Namun pengalaman dalam seminggu ini memberikan contoh sangat menginspirasi bagi saya.
Di sebuah angkot dengan empat orang penumpang. Satu di antaranya adalah saya, sedangkan yang tiga lainnya adalah siswa sekolah tingkat atas.
Terdengar jelas, saya menguping pembicaraaan mereka.
"Eh, gw bingung lo mau kuliah di mana, ntar. ITB apa ITS ya?", tiba-tiba seorang siswa memecah kesunyian.
Mungkin merasa senasib, si siswa satunya lagi juga lansung berkata,"Sama, gw juga bingung ga bisa mutusin. Pengennya sih di Solo aja ngambil UNS."
"Jangan, jangan di Solo," timpal siswa yang ketiga. "Jangan di Solo, mending di Malang aja. Gw ada sodara di Malang," lanjutnya.
"Apa gw ambil Malang aja ya? Tetapi kan ITB juga bagus", imbuh siswa yang pertama.
Sungguh, saya yang mendengar pembicaraan ini terkesima sekali dengan siswa-siswa sekarang. Kalau dulu waktu mau kuliah saya bingung setengah mati tidak tau mau ngapain jika UMPTN/SPMB atau apalah namanya sekarang gagal, tetapi tiga anak muda harapan bangsa ini bingung mau pilih yang mana.
Hening, dan tak lama.
"Eh lu kemaren Fisika lu dapat berapa? Gw lima belas," tiba-tiba si siswa tiga bicara. "Gw dapat sepuluh," jawab si siswa dua. "Ho oh, gw juga dapat sepuluh," sahut si siswa satunya lagi.
"Bego dunk kita ya?".
Hening kembali.
Sungguh saya tidak tahu harus berkomentar apa.
Tetap optimis anak muda!
Frustasi? Jangan, kan d'Masiv bilang jangan menyerah. ;-)
Saya sendiri sebenarnya juga menghadapi begitu banyak permasalah sekarang, yang kadang membuat sisi pesimisme muncul begitu kuat. Namun pengalaman dalam seminggu ini memberikan contoh sangat menginspirasi bagi saya.
Di sebuah angkot dengan empat orang penumpang. Satu di antaranya adalah saya, sedangkan yang tiga lainnya adalah siswa sekolah tingkat atas.
Terdengar jelas, saya menguping pembicaraaan mereka.
"Eh, gw bingung lo mau kuliah di mana, ntar. ITB apa ITS ya?", tiba-tiba seorang siswa memecah kesunyian.
Mungkin merasa senasib, si siswa satunya lagi juga lansung berkata,"Sama, gw juga bingung ga bisa mutusin. Pengennya sih di Solo aja ngambil UNS."
"Jangan, jangan di Solo," timpal siswa yang ketiga. "Jangan di Solo, mending di Malang aja. Gw ada sodara di Malang," lanjutnya.
"Apa gw ambil Malang aja ya? Tetapi kan ITB juga bagus", imbuh siswa yang pertama.
Sungguh, saya yang mendengar pembicaraan ini terkesima sekali dengan siswa-siswa sekarang. Kalau dulu waktu mau kuliah saya bingung setengah mati tidak tau mau ngapain jika UMPTN/SPMB atau apalah namanya sekarang gagal, tetapi tiga anak muda harapan bangsa ini bingung mau pilih yang mana.
Hening, dan tak lama.
"Eh lu kemaren Fisika lu dapat berapa? Gw lima belas," tiba-tiba si siswa tiga bicara. "Gw dapat sepuluh," jawab si siswa dua. "Ho oh, gw juga dapat sepuluh," sahut si siswa satunya lagi.
"Bego dunk kita ya?".
Hening kembali.
Sungguh saya tidak tahu harus berkomentar apa.
Tetap optimis anak muda!

2 Comments:
isshhh.. ketawa ngakak saya.
terima kasih telah memberikan hiburan di tengah deadline tesis yg menghantui :D
Nilai 15 skala 15 itu sempurna, 10 skala 15 masih lumayan lah :D...
Post a Comment
Halo, terima-kasih sudah berbagi pendapat di sini.
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home